Jabar

KDM Bahas Kolaborasi Strategis dengan Kedutaan Besar Inggris, Mulai Monorel Hingga Kampung Inggris Versi Jabar

| 18 Mei 2025, 08:48 WIB
KDM Bahas Kolaborasi Strategis dengan Kedutaan Besar Inggris, Mulai Monorel Hingga Kampung Inggris Versi Jabar

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana melakukan sejumlah kolaborasi strategis antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan Negara Inggris.

Kolaborasi tersebut dibahas Dedi Mulyadi saat pertemuannya bersama perwakilan Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia di Bale Pakuan Bandung, Kota Bandung, Jumat (16/5/2025).

Pertemuan itu membahas sejumlah isu penting berkenaan dengan sektor pendidikan, transportasi, hingga pengembangan di wilayah pesisir Jawa Barat.

Baca Juga: Zulhas: Modal Awal Kopdes Merah Putih Sebesar 3 Miliar, Tidak Ada Pembagian Uang Gratis!

Dalam pembahasannya, salah satu rencana yang digagas berkaitan dengan pendidikan dan pariwisata. Dalam setor ini, Pemprov Jabar berencana untuk membangun Kampung Inggris dengan versi Jawa Barat.

Di kampung Inggris itulah pusat pembelajaran bahasa inggris akan dipusatkan. Kampung Inggris ala Jabar itu juga rencananya akan dijadikan destinasi wisata edukatif.

“Nanti kita bikin satu kampung saja. Di kampung itu orang-orang bicara pakai bahasa Inggris," ujar KDM - sapaan akrab Kang Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Zulhas dan KDM Luncurkan Pembentukan Kopdes Merah Putih Provinsi Jawa Barat, Dorong Kemandirian Masyarakat Desa

"Jadi tidak perlu lagi ke Jawa Timur, cukup di sini. Bisa untuk anak-anak belajar dan mengembangkan pariwisata,” tuturnya usai pertemuan tersebut.

Selain itu, KDM juga menekankan pembangunan harus diprioritaskankan berbasiskan alam. Ia meminta tidak ada lagi penambangan liar, pentingnya penghijauan gunung-gunung gundul, serta penjernihan sungai kembali dan menjaga mata air.

“Kita ingin belajar bagaimana Inggris membangun perkebunan yang sehat. Kita juga bercita-cita menjadikan sungai sebagai sarana transportasi, seperti yang sudah dilakukan di banyak negara maju," ungkapnya.

Baca Juga: Gandeng ITB, Gubernur Dedi Mulyadi: Pembangunan Desa Berbasiskan Lingkungan dan Budaya

Dalam pertemuan tersebut, hadir Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Matthew Downing, serta Wakil Kepala, Second Cities Juliana Richter.

Hadir pula Regional Outreach Manager for West Java Zoe Rimba, Communications Manager Adela, dan Head of Education, British Council Indonesia Muhaimin.

Pada kesempatan yang sama, KDM juga membahas transportasi berbasis rel. Hal ini mengingat jalan di Bandung yang sempit dengan karakter geografis perbukitan.

Baca Juga: Dibuka! Jabar Digital Academy 2025, Pelatihan Digital Gratis untuk Warga Jawa Barat

Ia mendorong adanya pengembangan moda transportasi seperti monorel dan kereta yang terintegrasi, menghubungkan Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Cimahi, dan kawasan Bandung Raya.

“Kalau jalan diperlebar, masa pohon harus ditebang. Kita tidak setuju itu. Solusinya, ya, transportasi berbasis rel,” imbuhnya.

KDM juga menyoroti masalah hunian padat warga Jabar, seperti pendatang yang tinggal di rumah kecil bersama lebih dari 10 orang. Untuk itu, penting adanya kerjasama secara internasional.

Baca Juga: Sekda Herman Tertarik Furikake Asal Jepang, Peluang Cegah Malnutrisi di Jawa Barat

Selain itu, KDM juga menyoroti penataan daerah pesisir Jawa Barat dan pembangunan pelabuhan di pantai Bekasi, agar seimbang dengan kesejahteraan nelayan lokalnya.

“Kita akan tindak lanjuti secara teknis. Saya akan berkunjung ke Kedubes Inggris dengan membawa para stakeholders agar pembicaraan lebih konkret dan menghasilkan kerja sama nyata," jelasnya.

KDM juga berharap kerjasama yang tengah dibahasnya dapat segera dituangkan ke dalam bentuk perjanjian resmi.

Baca Juga: Perkuat Kolaborasi, Meutya Hafid dan Dedi Mulyadi: Tekan Maraknya Judi Online di Jawa Barat

“Ya, nanti langsung dibikin dalam perjanjian kerja samanya. Tidak ada yang tidak bagus, harus bagus," tandas Gubernur Kang Dedi Mulyadi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.