Jabar

Zulhas dan KDM Luncurkan Pembentukan Kopdes Merah Putih Provinsi Jawa Barat, Dorong Kemandirian Masyarakat Desa

| 16 Mei 2025, 18:44 WIB
Zulhas dan KDM Luncurkan Pembentukan Kopdes Merah Putih Provinsi Jawa Barat, Dorong Kemandirian Masyarakat Desa

AKURAT JABAR - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia resmi meluncurkan program strategis Percepatan Pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan.

Peluncuran dan Dialog Percepatan Pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Provinsi Jawa Barat ini digelar di Hall Indoor Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Kamis (15/5/2025).

Dihadiri oleh lebih dari 6 ribu peserta secara hybrid, yang terdiri dari Bupati/Walikota, para camat dan para kepala desa/lurah se-Jawa Barat, serta perwakilan berbagai Kementerian strategis.

Baca Juga: Bentuk Koperasi Merah Putih, Jawa Barat Targetkan Desa dan Kelurahan Tuntas Gelar Musdesus Tanggal 31 Mei

Kegiatan ini dilaksanakan selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, dengan target pembentukan 80.000 koperasi aktif dan sehat di seluruh Indonesia.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam sambutannya menyatakan komitmennya untuk membangun kemandirian ekonomi kerakyatan melalui koperasi.

"Hari ini pemerintah provinsi Jawa Barat beserta seluruh para kepala desa dan seluruh para kepala kelurahan untuk berkomitmen membangun ekonomi kerakyatan, kemandiriannya itu dalam bentuk koperasi," katanya.

Baca Juga: Gandeng ITB, Gubernur Dedi Mulyadi: Pembangunan Desa Berbasiskan Lingkungan dan Budaya

Ia juga menegaskan, bahwa koperasi yang dibentuk ini bukanlah alat politik, tetapi murni untuk kepentingan masyarakat dan negara.

"Koperasinya itu tidak ada birunya, tidak ada merahnya, tidak ada hijaunya. Koperasinya merah - putih. Artinya, kepentingannya negara," tegas KDM - sapaan akrab Gubernur Dedi Mulyadi.

KDM menjelaskan, Koperasi merah putih kalau dikelola dengan baik, akan menjadi pusat produksi dan distribusi kebutuhan masyarakat, mulai dari pangan, pupuk, layanan kesehatan, pakaian, hingga daging saat hari raya.

Baca Juga: Percepat Pelayanan Publik, KDM Dorong Pembangunan Infrastruktur Desa di Jabar

"Makan duit ini akan muter dari desa ke desa, dari kelurahan ke kelurahan, dari tangan rakyat ke tangan rakyat. Sejarahnya, koperasi mampu membangun ekonomi desa yang kuat, ekonomi rakyat yang kuat," tutur KDM.

Dalam memperkuat ekonomi kerakyatan tersebut, ia menekankan pentingnya para pengurus koperasi memiliki integritas. Dengan integritas pengurus, KDM yakin koperasi tersebut akan berjalan baik dan berhasil.

KDM juga menyampaikan usulannya, agar sistem transaksi di koperasi tersebut berbasis e-budgeting, agar lebih mudah dikontrol, tidak ada penyelewengan dan mudah dikendalikan.

Baca Juga: Panen Jagung di Garut, Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Sektor Pertanian Sebagai Pilar Utama Ekonomi Desa

"Gubernur Jawa Barat akan mengusulkan agar seluruh pengelolaan keuangannya e-budgeting, tidak ada lagi uang tunai. Karena uang tunai itu godaannya banyak," ujarnya.

Dalam pidatonya, KDM juga menyebut telah menyiapkan sejumlah anggaran untuk pembiayaan akta notaris koperasi tersebut sebesar 14 miliar dan akan dituntaskan pada bulan ini.

"Itu tanggungjawab kami, kami yang menyiapkan uangnya. 14 miliar kalau tidak salah saya hitung. Tidak perlu pusing, 14 miliar bagi provinsi itu kecil, tidak akan membebani desa," jelas Gubernur Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Ditunjuk Presiden Jadi Ketua Satgas Kopdes Merah Putih, Zulhas: Siap Kembangkan Ekonomi Desa

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa percepatan pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih merupakan amanat langsung Presiden Prabowo Subianto.

Tujuan utama program ini, kata Zulhas - sapaan akrabnya, adalah untuk mengentaskan kemiskinan, memperkuat ketahanan pangan, serta menjamin gizi dan kecerdasan warga desa seluruh Indonesia.

"Tidak boleh ada desa yang miskin, tidak sehat, kurang gizi, atau tidak cerdas. Koperasi Merah Putih hadir untuk memastikan itu semua tercapai," ucapnya.

Baca Juga: Mendes Yandri Ajak Pegawai Kompak Bangun Desa di Momen Halal Bihalal

Zulhas juga memberikan apresiasi kepada Provinsi Jawa Barat yang dinilainya sebagai pelopor dalam realisasi program ini.

Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina, melaporkan bahwa dari target 5.957 koperasi, sebanyak 5.706 koperasi telah siap dibentuk di Jawa Barat.

Koperasi tersebut, kata Yuke - terdiri dari koperasi baru sebanyak 5.349 unit, pengembangan koperasi sebanyak 347 unit, dan revitalisasi koperasi sebanyak 10 unit.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi: Pembangunan Infrastruktur Jalan Hingga Pelosok Desa di Jabar Targetkan Rampung 2027

Namun demikian, Yuke menyebut - masih terdapat 3.648 desa/kelurahan yang belum melaksanakan musyawarah desa khusus (mudesus) sebagai tahap awal pembentukan koperasi merah putih tersebut.

Sementara, 336 koperasi sedang dalam proses pengesahan akta notaris dan delapan di antaranya telah dinyatakan resmi memiliki badan hukum.

Adapun Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi desa sekaligus merupakan pilar ketahanan nasional berbasis gotong royong.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Panen Raya Padi Serentak di Majalengka

Peluncuran Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih akan diresmikan dan mulai beroperasi pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.

Pemprov Jabar optimistis, program ini mampu menutup celah ketimpangan sosial serta dapat menjamin kesejahteraan, kesehatan dan kemandirian masyarakat desa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.