Varietas Cabai Tahan Penyakit Jadi Strategi Hadapi Kemarau Panjang

AKURAT JABAR - Kemarau panjang dan cuaca ekstrem meningkatkan risiko gangguan produksi cabai, mulai dari keterbatasan air hingga serangan hama dan penyakit tanaman. Penggunaan varietas unggul yang memiliki ketahanan terhadap penyakit menjadi salah satu alternatif mitigasi untuk membantu petani mengurangi risiko kerugian.
Salah satu varietas yang diperkenalkan untuk menghadapi tantangan tersebut adalah cabai keriting hibrida Laba TAVI F1. Varietas ini dikembangkan dengan ketahanan terhadap sejumlah penyakit utama pada tanaman cabai, termasuk layu bakteri, busuk batang atau akar, serta infeksi virus.
Dalam keterangan yang disampaikan pada 15 Oktober 2026, kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan disebut dapat memperberat tantangan budidaya cabai. Selain menyebabkan tanaman mengalami stres kekeringan, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan tekanan serangan hama pembawa virus.
Petani cabai asal Jawa Tengah, Sawal, mengaku mengalami gagal panen setelah sebagian besar tanaman cabainya mati akibat kondisi tanpa hujan.
“Akibat tidak ada hujan kami gagal panen. Ada Sebagian kecil tanaman yang bisa dipanen tapi itu pun hasilnya tidak bagus,” katanya.
Kondisi tersebut menggambarkan risiko yang dihadapi petani ketika tanaman mengalami tekanan lingkungan dan serangan penyakit. Namun, besarnya dampak terhadap hasil panen setiap petani dapat berbeda, bergantung pada kondisi lahan, ketersediaan air, varietas, serta pengelolaan budidaya.
Laba TAVI F1 Dikembangkan dengan Ketahanan terhadap Penyakit
Laba TAVI F1 merupakan varietas cabai keriting hibrida yang diklaim memiliki ketahanan terhadap beberapa penyakit penting pada tanaman cabai, yakni layu bakteri (Ralstonia solanacearum), busuk batang atau akar (Phytophthora capsici), serta kompleks infeksi virus.
Selain ketahanan terhadap penyakit, varietas ini disebut memiliki potensi produktivitas mencapai 18–23 ton per hektare, dengan bobot rata-rata buah sekitar 8 gram.
Potensi hasil tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan petani dalam memilih benih. Meski demikian, hasil panen aktual tetap dipengaruhi berbagai faktor, antara lain kondisi agroklimat, ketersediaan air, kualitas lahan, serta penerapan teknik budidaya.
Ketahanan terhadap penyakit juga tidak serta-merta menghilangkan seluruh risiko akibat kemarau. Pengelolaan irigasi, pemeliharaan tanaman, pemantauan hama, dan penerapan praktik budidaya yang tepat tetap diperlukan untuk menjaga produktivitas.
General Manager Commercial PT East West Seed Indonesia (EWINDO), Budi Hariyono, mengatakan pengembangan varietas adaptif merupakan bagian dari pemanfaatan riset pemuliaan tanaman untuk membantu petani menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Varietas Laba TAVI F1 ini merupakan hasil dari proses riset mendalam yang kami dedikasikan sebagai solusi nyata bagi para petani dalam menghadapi tantangan musim kemarau panjang seperti yang terjadi saat ini. Kami memahami betul bahwa iklim ekstrem dan serangan penyakit menjadi ancaman terbesar bagi pendapatan petani. Melalui inovasi benih unggul yang tahan penyakit dan adaptif di cuaca kering, kami ingin memastikan produktivitas serta kesejahteraan petani tetap terjaga, selain itu kelebihan adaptif ini akan membantu petani mengurangi biaya,” ujar Budi.
Pernyataan tersebut menegaskan pendekatan perusahaan dalam mengembangkan benih yang ditujukan untuk membantu petani mengelola risiko budidaya. Klaim mengenai ketahanan varietas, adaptasi terhadap cuaca kering, dan efisiensi biaya tetap perlu dipahami sesuai karakteristik produk serta kondisi penerapannya di lapangan.
Edukasi Budidaya Cabai di Sejumlah Daerah
Selain memperkenalkan varietas unggul, EWINDO menyebut melakukan edukasi kepada petani mengenai penggunaan benih berkualitas, efisiensi irigasi, dan pengelolaan pola tanam.
Kegiatan edukasi tersebut antara lain berlangsung di Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kegiatan ini diikuti sekitar 230 petani dari tiga kabupaten, yakni Simalungun, Batubara, dan Deli Serdang.
Perusahaan juga menyebut kegiatan serupa dilakukan di sejumlah sentra produksi cabai nasional. Edukasi budidaya menjadi bagian penting dalam membantu petani memahami pilihan varietas dan praktik pengelolaan tanaman di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Seorang petani cabai bernama Agus turut membagikan pandangannya mengenai pemilihan varietas.
“Saya melihat Laba TAVI F1 memiliki performa tanaman yang baik. Bagi kami petani cabai, kondisi cuaca yang tidak menentu dan serangan penyakit menjadi tantangan tersendiri karena bisa memengaruhi hasil panen. Karena itu, memilih varietas yang memiliki ketahanan terhadap penyakit menjadi salah satu pertimbangan penting dalam budidaya cabai. Harapannya, dengan varietas yang tepat dan perawatan yang baik, kami bisa menjaga produktivitas dan mendapatkan hasil panen yang lebih optimal,” ujar Agus.
Pemanfaatan benih unggul perlu disertai pengelolaan budidaya yang sesuai dengan kondisi lahan. Di tengah ancaman kemarau panjang, kombinasi pemilihan varietas, efisiensi penggunaan air, dan pengendalian penyakit menjadi faktor yang perlu diperhatikan untuk menjaga keberlanjutan usaha tani cabai.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu petani mengelola risiko produksi sekaligus mendukung kestabilan pasokan cabai. Namun, keberhasilan mitigasi tetap bergantung pada penerapan teknologi budidaya dan kondisi lingkungan di masing-masing wilayah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Sinergi HMTI dan HMM STT Wastukancana: Diki Firmansah & Divisi Kerohanian Dorong Budaya Berbagi Mahasiswa
- 2Aksi Nyata Mahasiswa Purwakarta: HMTI dan HMM STT Wastukancana Gelar Kajian dan Santunan
- 3Mengenal Habibi Samsul Bahri, Bakal Calon BPD Cikumpay dari RW 02
- 4Persib Tekuk Cong Viettel, Dua Kartu Merah Warnai Duel Panas ACL Two
- 5ATS di Jawa Barat Turun 138.989 Anak, Pangandaran Catat Penurunan Tertinggi
- 6Respon Tegas Om Zein Wajibkan Siskamling dan Jam Malam Siswa di Purwakarta
- 7Pemprov Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah, Sekda Herman Siap Turun Langsung
- 8HMM dan HMTI STT Wastukancana Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Santunan Anak Yatim
- 9Pemprov Jabar Benahi Kawasan Stadion GBLA, Akses Tol, Banjir, hingga Hunian Warga Jadi Prioritas
- 10Varietas Cabai Tahan Penyakit Jadi Strategi Hadapi Kemarau Panjang









