Jabar

HMM dan HMTI STT Wastukancana Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Santunan Anak Yatim

Aris Rismawan | 15 Oktober 2026, 18:59 WIB
HMM dan HMTI STT Wastukancana Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Santunan Anak Yatim
Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) STT Wastukancana menggelar kajian dan santunan anak yatim piatu di Auditorium Lantai 5 STT Wastukancana, Purwakarta. - Foto: Dokumentasi HMM/HMTI STT Wastukancana)

AKURAT JABAR, PURWAKARTA – Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) STT Wastukancana berkolaborasi menggelar kegiatan Kajian dan Santunan Anak Yatim Piatu pada Minggu, 11 Oktober 2026 lalu.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 5 STT Wastukancana ini menjadi upaya mahasiswa untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan kampus.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Bidang Kerohanian. Selain menjadi ruang pembelajaran spiritual, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan semangat berbagi dan mempererat hubungan antarlembaga mahasiswa.

Muhammad Rasyid Dorong Mahasiswa Hadir Membawa Manfaat

Ketua Umum HMM STT Wastukancana, Muhammad Rasyid, menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tidak seharusnya hanya berfokus pada pengembangan kapasitas internal dan pencapaian akademik.

Menurutnya, mahasiswa juga perlu mengambil peran dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Ia menilai kegiatan sosial dan keagamaan menjadi salah satu bentuk nyata penerapan nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Bagi kami, organisasi mahasiswa bukan hanya ruang untuk belajar memimpin, berproses, dan mengembangkan kapasitas diri. Organisasi juga harus mampu menghadirkan manfaat di luar lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari proses menjadi insan yang berilmu dan berkarakter,” ungkap Muhammad Rasyid kepada Akurat Jabar, Kamis 15 Oktober 2026.

Rasyid juga memandang kolaborasi dengan HMTI sebagai langkah positif untuk membangun hubungan ant organisasi yang lebih kuat dan produktif. Perbedaan bidang keilmuan maupun identitas organisasi, menurutnya, tidak seharusnya menjadi penghalang untuk menjalankan kegiatan yang memberikan dampak bagi masyarakat.

“Harapan saya, kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi budaya yang tumbuh di lingkungan mahasiswa. Kita tidak hanya ingin dikenal melalui program kerja yang terlaksana, tetapi juga melalui kontribusi dan manfaat yang dapat dirasakan oleh orang lain. Karena pada akhirnya, keberhasilan organisasi bukan semata-mata tentang apa yang kita kerjakan, melainkan juga tentang apa yang bisa kita berikan,” tambahnya.

Risqi Kurniawan Tekankan Penerapan Nilai Keagamaan

Sementara itu, Risqi Kurniawan dari Bidang Kerohanian HMM menyampaikan bahwa kegiatan Kajian dan Santunan Anak Yatim Piatu tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga sarana menerapkan nilai-nilai spiritual melalui tindakan nyata.

Menurutnya, kajian keagamaan perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan kepedulian sosial agar nilai yang dipelajari dapat tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak mahasiswa untuk tidak hanya memahami nilai-nilai keagamaan secara teori, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan nyata. Santunan anak yatim piatu menjadi salah satu bentuk kepedulian yang kami harapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi, memperkuat rasa kemanusiaan, dan mengingatkan kita bahwa masih banyak hal baik yang bisa dilakukan untuk sesama,” ujar Risqi Kurniawan.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah berkelanjutan bagi Bidang Kerohanian dalam membangun lingkungan mahasiswa yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki landasan spiritual dan kepekaan sosial yang kuat.

Kolaborasi Mahasiswa untuk Memperluas Kontribusi Sosial

Kolaborasi HMM dan HMTI STT Wastukancana melalui kegiatan kajian dan santunan anak yatim piatu menunjukkan upaya organisasi mahasiswa dalam memperluas ruang kontribusi sosial di luar lingkungan kampus.

Melalui kegiatan tersebut, kedua himpunan diharapkan dapat terus memperkuat hubungan kelembagaan dan mengembangkan program yang memadukan pembinaan mahasiswa, nilai keagamaan, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pengembangan diri mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik dan organisasi, tetapi juga dengan tanggung jawab sosial serta kemauan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.