Jabar

Kadisdik Jabar Integrasikan Konservasi Bambu ke Kurikulum, Dukung Visi Ekologi KDM

| 29 Januari 2026, 20:46 WIB
Kadisdik Jabar Integrasikan Konservasi Bambu ke Kurikulum, Dukung Visi Ekologi KDM

AKURAT JABAR – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat, Dr. Purwanto, tengah menyiapkan program strategis untuk menjadikan bambu sebagai bagian integral dari sistem pendidikan di Jawa Barat.

Kebijakan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung visi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), dalam menjaga dan merawat kelestarian alam.

Purwanto menargetkan seluruh siswa di Jawa Barat memiliki kepedulian dan pemahaman mendalam mengenai bambu.

Baca Juga: Arboretum Bambu Linuhung Purwakarta Jadi Sorotan di Hari Bambu Sedunia 2025

Menurutnya, bambu bukan sekadar tanaman biasa, melainkan aset bangsa yang memiliki nilai historis, ekonomis, hingga ekologis yang sangat tinggi.

"Kami sedang menyiapkan program agar siswa peduli dan paham tentang bambu. Hal ini sangat relevan dengan kebutuhan masa kini sebagaimana visi yang sering KDM sampaikan mengenai pelestarian lingkungan," ujar Purwanto kepada pers di Bandung, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: KDM Dorong Tasikmalaya Kembangkan Potensi Bambu sebagai Identitas Daerah dan Penunjang Ekonomi Warga

 

Harta Karun Bangsa dan Simbol Perlawanan

Purwanto menilai bambu sebagai "harta karun" milik Indonesia yang memiliki jejak sejarah panjang. Dalam perjalanan meraih kemerdekaan, bambu runcing menjadi simbol heroik perlawanan rakyat terhadap penjajah.

Selain itu, Purwanto menyebut jati diri bambu sebagai tanaman khas Indonesia tercermin secara global melalui penamaan "Bamboo" dalam bahasa Inggris.

Indonesia sendiri memiliki kekayaan luar biasa dengan sekitar 160 jenis bambu yang memiliki ciri khas tumbuh berumpun, berbeda dengan jenis bambu di Cina atau Jepang.

Baca Juga: Reformasi Kurikulum: Gubernur Anjurkan Siswa Jabar Belajar di Luar Kelas Seminggu Sekali, Disdik Siapkan Kurikulum Ekologi

 

Potensi Ekonomi Global dan Mitigasi Iklim

Meskipun demikian, Purwanto mengakui bahwa masyarakat belum sepenuhnya memahami nilai ekonomi bambu.

Padahal, permintaan pasar internasional dari negara-negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Jerman, hingga India sangatlah tinggi, terutama untuk kebutuhan industri.

"Salah satu kelemahan kita adalah belum memiliki teknologi canggih untuk mengolah bambu menjadi produk industri bernilai tinggi. Sejauh ini, kita masih fokus pada nilai sosial-kultural seperti alat musik, kerajinan rumah tangga, dan bahan bangunan," jelasnya.

Baca Juga: Terbaru! Gubernur Jabar Luncurkan Kurikulum Nyaah ka Indung, KDM: Rawat Alam Sebagaimana Merawat Sosok Ibu

Dari sisi ekologi, bambu memegang peran krusial dalam mitigasi perubahan iklim. Tanaman ini mampu menghasilkan oksigen dalam jumlah tinggi dan menyerap karbondioksida (CO2) lebih cepat dibandingkan pohon lainnya.

Akar bambu yang kuat juga sangat efektif mencegah bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dorong Sekolah Terapkan Belajar di Alam Terbuka

 

Gerakan Nasional Menanam Bambu

Oleh karena itu, Purwanto mengajak seluruh pemangku kepentingan di dunia pendidikan untuk menginisiasi gerakan nasional menanam bambu.

Pola ini sebelumnya telah ia rintis saat menjabat sebagai Kadisdik Kabupaten Purwakarta melalui pembangunan arboretum bambu seluas 11.000 meter persegi di SDN 02 Cikopo pada Januari 2023.

Singkatnya, proyek percontohan di Purwakarta tersebut akan menjadi model bagi sekolah-sekolah di Jawa Barat dalam menerapkan pendidikan berbasis konservasi.

Baca Juga: Terbaru! Gubernur Jabar Luncurkan Kurikulum Nyaah ka Indung, KDM: Rawat Alam Sebagaimana Merawat Sosok Ibu

Alhasil, sejak dini para siswa akan memiliki kesadaran kolektif untuk memberdayakan bambu sebagai pilar ekonomi dan ekologi di masa depan.

Pada akhirnya, integrasi bambu dalam kurikulum ini bukan sekadar aktivitas menanam, melainkan upaya membangun karakter siswa yang selaras dengan alam. Sebab, menjaga bambu berarti menjaga masa depan lingkungan Jawa Barat.

Baca Juga: Sekda Herman Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Dinsos Jabar, Kenalkan Kurikulum Khas Gapura Panca Waluya

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.