Jabar

Sekda Herman Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Dinsos Jabar, Kenalkan Kurikulum Khas Gapura Panca Waluya

| 16 Agustus 2025, 10:44 WIB
Sekda Herman Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Dinsos Jabar, Kenalkan Kurikulum Khas Gapura Panca Waluya

AKURAT JABAR - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 17 Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, yang berlokasi di Kota Cimahi, pada Jumat (15/8/2025).

Sedikitnya ada sebanyak 100 siswa jenjang SMP dan SMA yang mengikuti kegiatan MPLS tahun akademik 2025/2026 di sekolah rakyat tersebut. Mereka dijadwalkan akan mengikuti kegiatan ini selama dua minggu kedepan.

Herman mengatakan bahwa sekolah rakyat di Jabar menerapkan kurikulum khusus yang berbeda dibandingkan dengan sekolah rakyat di wilayah lain. Salah satu perbedaannya adalah adanya muatan lokal mengenai Gapura Panca Waluya.

Baca Juga: Sebanyak 13 Sekolah Rakyat Siap Beroperasi di Jawa Barat, Perluas Akses Pendidikan bagi Keluarga Miskin Ekstrem

"Khusus di Jabar kurikulum sekolah rakyat akan kami berikan tambahan muatan lokal yaitu tentang Gapura Panca Waluya," terangnya.

Gapura Panca Waluya sendiri merupakan sebuah konsep pendidikan berbasis budaya Sunda yang diterapkan pada masa kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 

Konsep ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa melalui lima nilai utama, yakni cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (pintar), dan singer (sigap).

Baca Juga: Kawal Sekolah Rakyat di Jabar, Sekda Herman: Lebih Dari 1000 Calon Siswa Siap Jadi Angkatan Pertama

Selain aspek pendidikan, para siswa sekolah rakyat di Jabar juga mendapatkan dukungan finansial berupa uang saku.

Untuk Sekolah Rakyat Terintegrasi 17 Dinsos Jabar itu sendiri, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 juta untuk kebutuhan bekal para siswa.

"Bekal juga sudah kami siapkan mereka juga kan ingin jajan namanya juga anak-anak, atas arahan Pak Gubernur sebesar Rp20 juta untuk anak-anak di sekolah rakyat Dinsos Jabar di Cimahi ini," ujar Herman.

Baca Juga: Pemprov Jabar Renovasi SLB Negeri A Pajajaran Untuk Sekolah Rakyat, Sekda Herman: Jamin Proses Pembelajaran Lancar dan Aman

Dari jumlah total 100 sekolah rakyat yang ada di Indonesia, 13 sekolah di antaranya berada di Provinsi Jabar. Adapun jumlah siswa yang terdaftar di 13 sekolah rakyat tersebut mencapai angka 1.380 siswa, yang terdiri dari 75 siswa SD, 675 siswa SMP, dan 630 siswa SMA.

Sekda Herman juga menambahkan, bahwa pihaknya tengah menyiapkan tiga sekolah rakyat tambahan, yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ini.

"Ada tambahan lagi tiga sekolah rakyat sedang dipersiapkan semoga secepatnya beroperasi. Dengan begitu kami menargetkan 16 sekolah rakyat beroperasi seluruhnya tahun ini," tuturnya.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Melengkapi, Bukan Meniadakan Sekolah yang Sudah Ada

Adapun sekolah rakyat yang berada di wilayah Jabar tersebut, tutur Herman - telah dilengkapi dengan fasilitas yang cukup memadai. Mulai dari bangku dan meja yang memadai, alat belajar, laptop, sarana olah raga, hingga ruang laboratorium.

Sehingga, Herman dalam hal ini yakin bahwa para siswa nantinya akan betah saat tinggal di asrama yang representatif tersebut, disertai berbagai fasilitas penunjang lainnya.

"Fasilitasnya lengkap, satu sekolah ada bangku, meja, kursi, alat belajar, olah raga, laptop, ruang laboratorium, dan asrama yang representatif, saya jamin anak-anak akan betah," imbuhnya.

Baca Juga: Kadisdik Purwanto: MPLS Panca Waluya 2025 Berjalan Lancar, Siap Optimalisasi Fasilitas Belajar Siswa

Untuk itu, Herman juga menitipkan para peserta didik di sekolah rakyat kepada para tenaga pendidik agar memberikan kasih sayang dan motivasi penuh kepada para siswa, terutama di masa awal mereka tinggal di asrama.

"Saya titip ke pendidik harus betul-betul memberikan kasih sayang dan motivasi. 1 sampai 2 hari mungkin masih ingat rumah tapi selanjutnya akan betah tinggal di sini apalagi disiapkan menu yang baik," tuturnya.

Adapun Sekolah Rakyat Terintegrasi 17 Dinsos Jabar tersebut telah memiliki sebanyak 50 orang tenaga pendidik, yang terdiri dari kepala sekolah, guru, wali asrama, dan wali asuh.

Baca Juga: MPLS Panca Waluya : Gelar Aksi Ekologi Hebohkan Bandung, Ribuan Siswa Turun Tangan Lawan Sampah

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.