Reformasi Kurikulum: Gubernur Anjurkan Siswa Jabar Belajar di Luar Kelas Seminggu Sekali, Disdik Siapkan Kurikulum Ekologi

AKURAT JABAR – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, menganjurkan sekolah-sekolah untuk mengadakan kegiatan belajar di luar kelas (outdoor learning) satu hari dalam seminggu.
Anjuran ini bertujuan membentuk pendidikan karakter siswa melalui pemahaman mendalam terhadap lingkungan sekitar.
Pernyataan ini disampaikan Gubernur Dedi Mulyadi saat Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tingkat Jabar di Gedung Balairung Rudini IPDN, Sumedang, pada Selasa (9/12/2025).
Baca Juga: Fondasi Tata Kelola Bersih: Disdik Jabar Resmikan Budaya Kerja BERAKHLAK Disdik Jabar
Alasan Siswa Jabar Belajar di Luar Kelas
Gubernur Dedi Mulyadi berharap hari di mana siswa menggunakan seragam Pramuka tidak dihabiskan di dalam ruangan.
"Saya harap mereka tidak berada di dalam kelas, tetapi di luar kelas," ujarnya.
Aktivitas yang ia anjurkan meliputi membersihkan sungai, menanam pohon, dan belajar di alam terbuka untuk memahami lingkungan.
Menurutnya, alam terbuka juga berfungsi sebagai tempat yang efektif untuk membentuk pendidikan karakter siswa, sama pentingnya dengan ruang kelas.
Oleh karena itu, ia mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar untuk segera merumuskan kurikulum ekologi.
Baca Juga: Tampilkan Karakter Unggul: 459 Siswa Meriahkan GALAKSI 2025 SMA Jabar di Lembang
Respons Disdik Jabar dan Tantangan Guru
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Purwanto, menyatakan Disdik Jabar telah bergerak. Pihaknya telah melaksanakan pendidikan berbasis ekologi melalui Surat Edaran Nomor 45/PK.03.03/Kesra.
Surat edaran ini berisi 9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Panca Waluya.
"Kita sudah mulai aksinya melalui Pendidikan Karakter Panca Waluya dengan menanamkan nilai-nilai ekologi. Ini mengajarkan anak-anak dan para guru tentang pentingnya tanah, air, udara, dan matahari," ungkap Kadisdik.
Namun, Kadisdik juga menyinggung tantangan utama yang dihadapi guru Jabar, yaitu kekurangan guru dan peningkatan kompetensi. Jabar saat ini masih kekurangan sekitar 3.687 guru di 14 mata pelajaran.
Baca Juga: Didukung 2 Ribu SMK, Jabar Model SMK Go Global Siap Lahirkan Talenta Vokasi Kelas Dunia
Solusi dan Tindak Lanjut Kurikulum Ekologi
Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Jabar, Deden Saepul Hidayat, menjelaskan solusi yang sudah mereka lakukan. Disdik Jabar telah menambah jam mengajar guru dari 24 menjadi 30 jam per minggu.
Terkait kebijakan, Sekdisdik terus berkoordinasi dengan Dirjen GTK untuk mencari solusi pengadaan guru bersertifikasi di daerah. Mengenai kurikulum ekologi, Sekdisdik memastikan pihaknya akan bergerak cepat.
"Yang pasti, pembelajaran di luar kelas ini akan dibuat terstruktur dan terukur. Aktivitas dan materi yang dipelajari akan jelas," imbuhnya.
Baca Juga: Target SMK Go Global Jabar Target 1 Juta, Menko PM Tekankan 3 Tujuan Utama Program Vokasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





