Jabar

Terbaru! Gubernur Jabar Luncurkan Kurikulum Nyaah ka Indung, KDM: Rawat Alam Sebagaimana Merawat Sosok Ibu

| 3 Juli 2025, 11:53 WIB
Terbaru! Gubernur Jabar Luncurkan Kurikulum Nyaah ka Indung, KDM: Rawat Alam Sebagaimana Merawat Sosok Ibu

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM membuat gebrakan baru dengan meluncurkan Kurikulum Nyaah ka Indung.

KDM berharap dengan dihadirkannya kurikulum tersebut dapat menumbuhkan generasi muda Jabar, khususnya Garut menjadi pribadi yang memiliki akhlak terpuji, berkarakter, serta senantiasa menerapkan nilai-nilai kasih sayang terhadap orang tua, utamanya adalah ibu.

Peluncuran ini digelar di Pendopo Kabupaten Garut, pada Selasa 1 Juli lalu. KDM mengajak kepada seluruh masyarakat, terutama para generasi muda agar senantiasa mencintai dan menghormati ibu sebagai sandaran kehidupan.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Apresiasi Kinerja Humanis Polda Jabar pada Momentum Hari Bhayangkara Ke-79

"Ketika kita bicara ibu (indung), kita sedang membicarakan peristiwa dan sifat yang mendalam. Ibu bukan hanya yang melahirkan kita, tapi juga menjadi kampung nostalgia bagi setiap anak," ungkap KDM dalam sambutannya, Selasa (1/7/2025).

Sosok ibu sendiri di kehidupan KDM memiliki makna yang sangat mendalam, hingga menginspirasi lahirnya sebuah lagu yang legendaris bertajuk Indung.

Lagu tersebut menjadi curahan hati atas kecintaannya kepada sang ibu yang teramat mendalam, apalagi pasca sang ibu meninggalkannya untuk selamanya.

Baca Juga: Kajati Jabar Apresiasi Program Gerakan Nyaah Ka Indung Perdana di Purwakarta

"Ibu adalah jiwa kita. Ketika seorang anak kehilangan ibu, sebenarnya dia kehilangan separuh jiwanya," ujar KDM penuh haru.

Ia juga menyoroti bagaimana filosofi mendalam dalam mendidik anak, seperti tradisi sederhana ayun ambing berupa perlakuan dengan mengayun anak di sinjang ibu.

Tradisi seperti ini bukanlah hanya bertujuan untuk meninabobokan anak, namun juga merupakan cerminan atas kelekatan emosi dan curahan kasih sayang yang berdampak pada pembentukan karakter anak.

Baca Juga: Bupati Purwakarta Ikuti Rakor Virtual, Bahas Pergeseran APBD, Jabar Nyaah Ka Indung, dan Pengelolaan Sampah

"Mengapa anak-anak sekarang cenderung hiperaktif dan kehilangan identitas, salah satunya karena hilangnya tradisi ayun ambing. Mereka banyak dilepas tanpa dipeluk dan dipegang kembali," ucapnya.

KDM kemudian mengajak kepada seluruh masyarakat agar dapat merawat alam sebagaimana mereka merawat sosok ibu.

Ia menilai, bahwa tanah dan air adalah ibu pertiwi yang mesti dijaga dan dicintai sepenuh hati.

Baca Juga: Ketua TP PKK Jabar Dikukuhkan Gubernur Dedi Mulyadi, Langsung Lantik Pengurus

"Perlakukan alam sebagaimana kita memperlakukan ibu kita. Tanam pohon, rawat lingkungan. Itu adalah bentuk nyata kita menanam kehidupan," pesan Kang Dedi Mulyadi.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin juga memberikan sambutan dengan penegasan bahwa pihaknya mendukung penuh terhadap program yang digulirkan oleh Pemda Provinsi Jawa Barat.

Ia menegaskan bahwa kurikulum Nyaah ka Indung sejalan dengan visi misi Garut yang juga fokus untuk menjunjung tinggi nilai-nilai penghormatan kepada orang tua dan leluhur.

Baca Juga: Ketua TP PKK Jabar Selaraskan Program Pokja I dengan Gapura Panca Waluya di Pengukuhan TP PKK Kota Cirebon

"Kami ingin menanamkan rasa hormat dan cinta kepada orang tua, khususnya ibu sejak dini kepada putra-putri kita. Kami wujudkan ini melalui kurikulum yang nanti diimplementasikan secara konkret," terang Bupati Abdusy.

Bupati juga memberikan apresiasinya terhadap PGRI beserta tim perumus yang telah menyusun kurikulum tersebut secara cepat dan penuh dedikasi.

"Applause untuk PGRI yang sudah bekerja luar biasa," imbuhnya.

Baca Juga: Om Zein Hadiahkan 1000 Indung Asuh untuk Kang Dedi Mulyadi – Kado Ulang Tahun yang Menyentuh Hati!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.