Kembalikan Fungsi Gunung, Gubernur Dedi Mulyadi Dorong MUI Jaga Ekologi Jawa Barat

AKURAT JABAR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengajak masyarakat untuk mengembalikan fungsi gunung sebagai "pananggeuhan" atau sandaran hidup yang hakiki.
Ia menekankan bahwa gunung harus tetap menjadi penjaga ekologis melalui pelestarian hutan yang ada di dalamnya.
Pesan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa KDM ini dalam acara Pelantikan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat Masa Khidmat 2025-2030 di Gedung Negara Pakuan, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga: DPRD Jabar Ingatkan Pemda Jaga Resapan Air: Angka Lahan Hijau Masih 40 Persen
Dedi menilai kerusakan lingkungan saat ini terjadi akibat hilangnya nilai spiritualitas terhadap alam.
"Gunung kini tidak lagi menjadi pelindung karena manusia berani merusak tutupan hutan. Saya mengajak MUI untuk ikut andil memberikan kesadaran spiritual kepada masyarakat dalam menjaga lingkungan," tegas KDM.
Baca Juga: Data Mengejutkan: Jawa Barat Kehilangan 1,2 Juta Hektare Kawasan Lindung, Hanya Tersisa 400 Ribu Ha
Pembenahan Tata Ruang dan Solidaritas MUI
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk segera membenahi tata ruang yang lebih berpihak pada keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, Ketua MUI Jawa Barat terpilih, Aang Abdullah Zein, merespons cepat instruksi Gubernur dengan menggalang donasi bagi korban bencana.
Aang mengajak seluruh pengurus MUI untuk membantu warga terdampak longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Ia mengawali aksi kemanusiaan tersebut dengan menyumbangkan dana pribadi sebesar Rp5 juta.
Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Disorot Positif: DPRD Dukung Moratorium Izin di Kawasan Bandung Utara
Update Longsor Cisarua: 27 Korban Meninggal Teridentifikasi
Sementara itu, proses evakuasi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, memasuki hari keempat pada Selasa (27/1/2026).
Tim SAR Gabungan melaporkan bahwa sebanyak 27 korban meninggal dunia telah berhasil teridentifikasi oleh tim DVI Polda Jabar.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, mengungkapkan bahwa operasi pencarian sepanjang Selasa kemarin berhasil menemukan delapan kantong jenazah baru.
Alhasil, total jenazah yang telah diserahkan kepada tim DVI sejak hari pertama bencana mencapai 47 kantong jenazah.
"Tim masih bekerja keras mencari 33 jiwa lainnya yang diduga masih tertimbun material longsor. Kami akan terus melakukan pencarian hingga hari ke-14 sesuai prosedur operasional," jelas Ade Dian.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kesehatan anggota tim SAR menjadi prioritas utama. Tim medis dari kementerian dan relawan rutin memberikan vaksin serta vitamin guna memastikan kondisi fisik petugas tetap prima di lokasi bencana yang ekstrem.
Singkatnya, sinergi antara kebijakan tata ruang pemerintah dan penguatan nilai spiritual oleh MUI diharapkan menjadi benteng pencegah bencana di masa depan.
Pada akhirnya, keselamatan warga bergantung pada konsistensi seluruh pihak dalam menjaga ekosistem alam Jawa Barat.
Baca Juga: Darurat Lingkungan! Pemdaprov Jabar Siapkan Moratorium Penebangan Hutan Jabar di Area Rawan Bencana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini

Terpopuler
- 1Mengenal Habibi Samsul Bahri, Bakal Calon BPD Cikumpay dari RW 02
- 2Persib Tekuk Cong Viettel, Dua Kartu Merah Warnai Duel Panas ACL Two
- 3HMM dan HMTI STT Wastukancana Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Santunan Anak Yatim
- 4Respon Tegas Om Zein Wajibkan Siskamling dan Jam Malam Siswa di Purwakarta
- 513.044 Pekerja Kena PHK di Jabar, 24 Ribu Lowongan Kerja Disiapkan
- 6Pemprov Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah, Sekda Herman Siap Turun Langsung
- 7Varietas Cabai Tahan Penyakit Jadi Strategi Hadapi Kemarau Panjang
- 8Pemprov Jabar Benahi Kawasan Stadion GBLA, Akses Tol, Banjir, hingga Hunian Warga Jadi Prioritas
- 9Pemprov Jabar Benahi Kawasan Stadion GBLA, Akses Tol, Banjir, hingga Hunian Warga Jadi Prioritas
- 10Varietas Cabai Tahan Penyakit Jadi Strategi Hadapi Kemarau Panjang




