Jabar

Data Mengejutkan: Jawa Barat Kehilangan 1,2 Juta Hektare Kawasan Lindung, Hanya Tersisa 400 Ribu Ha

| 4 Desember 2025, 12:45 WIB
Data Mengejutkan: Jawa Barat Kehilangan 1,2 Juta Hektare Kawasan Lindung, Hanya Tersisa 400 Ribu Ha

AKURAT JABAR – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol mengungkapkan kondisi memprihatinkan mengenai penurunan drastis luas kawasan lindung di Jawa Barat (Jabar). Hanif menyebutkan bahwa Jawa Barat telah kehilangan kawasan lindung seluas 1,2 juta hektare.

"Kalau kita bicara Jawa Barat, maka Jawa Barat telah kehilangan kawasan lindungnya sejumlah 1,2 juta hektare," ujar Hanif dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Akibat penyusutan ini, saat ini Jawa Barat hanya memiliki 400 ribu hektare kawasan lindung yang berfungsi melindungi ekosistem di bawahnya.

Oleh karena itu, wilayah Jabar menjadi sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi.

Baca Juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Menteri LH dan Wagub Erwan Lakukan Penanaman Pohon dan Uji Emisi Kendaraan di Rest Area KM88

 

Desakan Disiplin Tata Ruang Daerah

Hanif menyatakan penyesalannya atas penurunan kawasan lindung yang begitu besar, padahal area tersebut seharusnya pemerintah tingkatkan demi menjaga keseimbangan lingkungan.

Pihaknya telah menyurati sejumlah instansi dan meminta dukungan politik dari Komisi XII DPR.

Tujuan permintaan ini adalah mengingatkan pemerintah daerah agar lebih disiplin mematuhi daya dukung dan daya tampung lingkungan dalam perencanaan wilayah provinsi maupun kabupaten masing-masing.

Baca Juga: Karst Citatah Hilang dari Peta Kawasan Lindung! SEMMI Jabar: Dugaan Manipulasi Tata Ruang demi Kepentingan Komersil

 

Data Kerentanan DAS di Sumatera

Dalam paparan yang sama, Hanif juga mengungkap bahwa bencana hidrometeorologi telah memberi dampak pada 23 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Sumatera.

DAS Batang Toru menjadi wilayah paling rentan dan mengkhawatirkan karena memiliki karakteristik V landscape.

Hanif menyoroti kerentanan itu semakin parah akibat kegiatan di area perbukitan yang sudah tidak mampu mendukung kapasitas lingkungan lagi.

Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat langkah mitigasi agar risiko bencana akibat kerusakan lingkungan tidak semakin meluas.

Baca Juga: Tata Kawasan Puncak Bogor, Gubernur Dedi Tegaskan Perlu Konsep Terpadu Hingga Sentil Jaswita

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.