Jabar

Usai Sudah, Thailand dan Kamboja Sepakati Gencatan Senjata: Segera dan Tanpa Syarat

| 28 Juli 2025, 23:59 WIB
Usai Sudah, Thailand dan Kamboja Sepakati Gencatan Senjata: Segera dan Tanpa Syarat

AKURAT JABAR - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan bahwa Thailand dan Kamboja akan menghentikan peperangan di perbatasan yang terjadi pasca adanya sepakat untuk melakukan gencatan senjata segera dan tanpa syarat.

Kesepakatan ini terjadi setelah adanya pertemuan antara Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet di kediaman resmi Anwar di Putrajaya, ibu kota administratif Malaysia, Senin (28/7/2025).

Pertemuan tersebut dilakukan oleh kedua belah pihak sebagai upaya perundingan agar tercapainya gencatan senjat yang difasilitasi oleh Malaysia sebagai Ketua ASEAN 2025. 

“Kami telah melihat perkembangan dan hasil yang sangat positif yang akan menjadi pertanda baik bagi Kamboja dan Thailand,” kata Anwar saat diapit oleh Hun Manet dan Phumtham, dilansir dari Aljazeera.

Baca Juga: Konflik Bersenjata Kamboja dan Thailand Memanas, Kemlu RI Tegaskan WNI di Dua Negara Konflik Dalam Keadaan Aman

Adapun perundingan tersebut dilakukan bertujuan untuk menghentikan peperangan terkait dengan adanya sengketa Candi Preah Vihear, sebuah situs warisan dunia UNESCO dari abad ke-11 yang terletak di perbatasan kedua negara tersebut.

Akibat bentrokan yang pecah sejak Kamis (24/7/2025), sedikitnya ada 35 orang dilaporkan tewas dan menyebabkan lebih dari 270 ribu orang terpaksa mengungsi dari kedua lokasi di perbatasan antara Thailand dan Kamboja.

Dalam pertemuan tersebut, turut dihadiri oleh duta besar Amerika Serikat dan China, yang diapresiasi positif oleh PM Manet sebagai upaya partisipatif pada pertemuan yang telah berlangsung itu.

Baca Juga: Konflik Israel dan Iran Berakhir Gencatan Senjata, Dunia Berharap Harga Minyak Tak Meroket

Anwar juga mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta para pemimpin Tiongkok juga sedang melakukan kontak erat dengan para pemimpin negara yang berkonflik, termasuk Malaysia.

Hal itu mereka lakukan sebagai upaya untuk menemukan titik temu hadirnya perdamaian atas konflik yang terjadi.

Kamboja dan Thailand, ia menambahkan - telah mencapai kesepakatan dilakukannya gencatan senjata yang berlaku pasca pertemuan tersebut.

Baca Juga: Konflik Iran-Israel Meningkat, Menlu RI Harapkan Ketegangan Segera Selesai Agar Cegah Situasi Memburuk

Adapun antara komandan militer dari kedua belah negara tersebut rencananya akan menggelar pertemuan kembali, yang telah dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa.

“Ini adalah langkah awal yang penting menuju de-eskalasi dan pemulihan perdamaian dan keamanan,” ujar Anwar.

Sementara, Hun Manet juga mengungkapkan bahwa ia telah mengadakan pertemuan yang sangat baik dengan hasil yang ia anggap sangat baik.

Baca Juga: Guncang Pasar Modal, Investor Alihkan Dana ke Aset Aman Imbas Konflik Panas Antara Iran dan Israel

"Kami berharap bisa segera menghentikan pertempuran yang telah menyebabkan banyak nyawa melayang," ucapnya.

Sedangkan dari pihak lainnya, Penjabat PM Wechayachai menegaskan bahwa Thailand sepakat adanya gencatan senjata yang akan berhasil dilaksanakan apabila ada itikad baik dari kedua belah pihak.

Meskipun sebelumnya, Ia sendiri sempat mengaku khawatir dan ragu dengan apa yang menjadi keputusan Kamboja menjelang dilakukannya negosiasi yang digelar di Malaysia tersebut.

Baca Juga: Presiden Prabowo Buka Indo Defence 2025 Expo & Forum, Ajak Seluruh Pihak Jaga Perdamaian Dunia

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.