Jabar

Konflik Iran-Israel Meningkat, Menlu RI Harapkan Ketegangan Segera Selesai Agar Cegah Situasi Memburuk

| 18 Juni 2025, 19:28 WIB
Konflik Iran-Israel Meningkat, Menlu RI Harapkan Ketegangan Segera Selesai Agar Cegah Situasi Memburuk

AKURAT JABAR - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono berharap agar konflik antara Iran dan Israel yang saat ini semakin memanas dapat segera selesai.

"Kita tadi juga sama-sama mengetahui bahwa ada suatu eskalasi konflik yang meningkat antara Israel dan Iran," ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (16/6/2025).

Ia juga berharap seluruh pihak yang terlibat dalam ketegangan itu dapat menahan diri demi mencegah memburuknya situasi di kawasan konflik tersebut.

Baca Juga: Indonesia Terhimpit Perang Dagang Trump? Ini 11 Fakta dan Langkah Strategis Prabowo

"Saya berharap ketegangan ini bisa segera selesai dan masing masing pihak bisa menahan diri," kata Menlu RI Sugiono.

Ia menuturkan, bahwa meningkatnya eskalasi konflik yang terjadi saat ini diantara kedua belah negara tersebut dapat memberikan dampak yang semakin memburuk terhadap stabilitas di wilayah sekitarnya.

Sugiono juga menyampaikan adanya agenda pertemuan antara para menteri luar negeri yang dijadwalkan akan berlangsung pada hari Sabtu (21/6/2025) di Istanbul, Turki.

Baca Juga: Israel Perintahkan Warga Rafah Gaza Mengungsi: Ancaman Baru bagi Palestina?

Ia menyebut, kemungkinan yang menjadi salah satu agenda dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan mengenai isu ketegangan antara Iran dan Israel.

"Dan kalau saya tidak salah, tanggal 21 Juni nanti menteri-menteri luar negeri akan berkumpul di Istanbul. Kemungkinan salah satu agenda membahas itu," ucap Sugiono.

Sebelumnya, Israel melancarkan serangan udara ke Teheran, yang merupakan ibu kota Iran. Selain itu, serangan juga dilancarkan ke beberapa kota lainnya di wilayah Iran pada Jumat (13/6/2025) dini hari waktu setempat.

Baca Juga: Saudia Airlines Diledakkan Saat Mendarat di Jakarta, Teror Bom Sempat Ancam 442 Jemaah Haji Asal Depok dan Bekasi

Serangan-serangan Israel tersebut membombardir fasilitas nuklir serta menewaskan sejumlah tokoh penting Iran seperti komandan tinggi militer, ilmuwan nuklir, serta warga sipil Iran.

Tak berhenti di situ, bahkan serangan Israel tersebut terus berlanjut menggempur ke berbagai wilayah di Iran.

Sebagai respons serangan Israel itu, Iran kemudian melancarkan beberapa gelombang serangan rudal balasan secara bertahap ke sejumlah target di Israel.

Baca Juga: Saudi Airlines SV-5276 Diancam Bom, Kemenhub Evakuasi 442 Jemaah Haji dan Kru Pesawat Rute Jeddah-Jakarta

Serangan Iran tersebut dieksekusi pada Jumat dan Sabtu ke sejumlah wilayah Israel, salah satunya ke Tel Aviv yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan.

Sementara itu, dua "anggota" Mossad, badan intelijen Israel dilaporkan telah ditangkap oleh pasukan intelijen Iran di Provinsi Alborz, Iran Utara, dilansir dari kantor berita semiresmi Iran, Tasnim pada Minggu (15/6/2025).

Tasnim melaporkan tanpa menyebutkan tanggal penangkapan, bahwa dua orang anggota Mossad itu ditangkap di sebuah rumah di wilayah Savojbolagh.

Baca Juga: Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden MBZ Bahas Upaya Perdamaian di Gaza

Savojbolagh sendiri merupakan tempat di mana mereka merakit bom, bahan peledak, perangkap, serta berbagai perangkat elektronik.

Dilansir dari laman Al Jazeera pada 15 Juni 2025, jumlah korban jiwa akibat konflik Israel dan Iran tersebut terus meningkat. Serangan Israel terhadap Iran telah menyebabkan lebih dari 220 orang tewas, dengan lebih dari seribu orang terluka.

Sementara itu, Iran telah meluncurkan ratusan rudal ke wilayah Israel sebagai balasan dari serangan itu. Adapun akibat serangan balasan Iran, mengakibatkan lebih dari 20 orang tewas dan kerusakan properti Israel yang parah.

Baca Juga: Bantu Krisis Kemanusiaan Palestina, Baznas Hadirkan Layanan Kurban Untuk Warga Terdampak Akibat Agresi Militer Israel

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.