Jabar

Presiden Prabowo Buka Indo Defence 2025 Expo & Forum, Ajak Seluruh Pihak Jaga Perdamaian Dunia

| 14 Juni 2025, 08:30 WIB
Presiden Prabowo Buka Indo Defence 2025 Expo & Forum, Ajak Seluruh Pihak Jaga Perdamaian Dunia

AKURAT JABAR - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir sekaligus membuka pameran pertahanan Indo Defence 2025 Expo dan Forum yang diselenggarakan di JIEXPO Kemayoran Jakarta, pada Rabu (11/6/2025).

Dengan mengusung tema “Defence Partnerships for Global Peace & Stability” kehadiran Presiden Prabowo langsung disambut oleh 1.500 siswa, drumben, hingga kadet dari Universitas Pertahanan secara meriah.

Indo Defence 2025 Expo dan Forum sendiri telah diselenggarakan dari tanggal 11 Juni 2025 dan rencananya akan berlangsung selama empat hari, hingga berakhir pada hari Sabtu, 14 Juni 2025.

Baca Juga: Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden MBZ Bahas Upaya Perdamaian di Gaza

Hal ini disampaikan langsung oleh tuan rumah acara, yakni Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan laporan resmi di hadapan Presiden serta ribuan peserta yang hadir, dalam dan luar negeri.

“Diikuti oleh 1.180 peserta eksibisi, dengan konfirmasi kehadiran dari 42 negara sahabat melalui 659 perusahaan asing dan 521 produsen di dalam negeri,” ungkap Menhan Sjafrie.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutannya dengan menegaskan bahwa salah satu yang menjamin keselamatan bangsa adalah kekuatan pertahanan bangsa itu sendiri.

Baca Juga: Presiden Prabowo Bertemu 7 Jurnalis dari 7 Media di Hambalang Bahas Isu-isu Terkini

"Keselamatan suatu bangsa harus dijamin oleh pertahanan suatu bangsa. Tidak ada bangsa yang waras yang menghendaki perang," ungkap Presiden.

"Tapi sejarah manusia mengajarkan bahwa suatu bangsa yang tidak mau investasi terhadap pertahanannya sendiri biasanya kedaulatannya dirampas, biasanya kemerdekaannya dirampas, biasanya bangsa itu menjadi bangsa budak," tutur Prabowo.

Indo Defence 2025 yang digelar tersebut, sekaligus menjadi forum strategis untuk memperkuat Indonesia dalam melakukan kolaborasi global pada sektor pertahanan.

Baca Juga: Indonesia Terhimpit Perang Dagang Trump? Ini 11 Fakta dan Langkah Strategis Prabowo

"Kita ingin menjadi tetangga yang baik dengan semua tetangga kita, tetangga langsung, menengah, dan bahkan tetangga dari jauh," ungkap Presiden.

Untuk itu, Presiden Prabowo kemudian mengajak kepada seluruh pihak agar dapat bekerja sama dalam menciptakan perdamaian dan kemakmuran global. 

Presiden juga menekankan, bahwa perang adalah pilihan terakhir bangsa Indonesia, namun bila terpaksa, bangsa Indonesia tidak akan pernah mundur.

Baca Juga: Piala Presiden 2025 Gagal Digelar di Stadion GBLA, Masalah Rumput dan Fasilitas Jadi Alasan

"Saya tegaskan bagi kita, perang itu adalah yang terakhir. Kita perang hanya kalau terpaksa," terang Presiden Republik Indonesia itu.

"Tapi kalau terpaksa, kita punya ajaran daripada nenek moyang kita. Lebih baik kita mati, daripada dijajah kembali," tegas Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: May Day 2025: Presiden Prabowo Tanggapi 6 Tuntutan Buruh

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.