Jabar

Konflik Israel dan Iran Berakhir Gencatan Senjata, Dunia Berharap Harga Minyak Tak Meroket

| 29 Juni 2025, 07:00 WIB
Konflik Israel dan Iran Berakhir Gencatan Senjata, Dunia Berharap Harga Minyak Tak Meroket

AKURAT JABAR - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan bahwa Israel dan Iran telah mencapai kesepakatannya untuk melakukan gencatan senjata, pada Senin (23/6/2025) lalu.

Pengumuman itu hadir setelah hampir dua pekan terjadinya konflik bersenjata antara kedua belah pihak, berupa serangan udara Israel ke Iran, serangan drone dan rudal balasan Iran ke Israel, serta pengeboman ke beberapa fasilitas penting nuklir Iran oleh AS.

Kesepakatan ini setidaknya telah memberikan harapan baru untuk meredakan ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Sekaligus mengurangi kekhawatiran gejolak dunia terhadap dampak ekonomi terhadap kenaikan harga minyak.

Baca Juga: Siaga Satu! Evakuasi Puluhan WNI Kloter Kedua Tiba di Jakarta, Berasal dari Iran, Yaman dan Wilayah Konflik Lainnya

Sebelumnya berbagai pihak, termasuk pemerintah Indonesia, sempat khawatir dengan adanya kemungkinan penutupan di Selat Hormuz oleh Iran.

Dengan ditutupnya selat tersebut sebagai salah satu jalur penting pasokan energi dunia, dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga minyak mentah, BBM, dan LNG.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia bahkan meminta masyarakat untuk berdoa agar harga bahan bakar minyak (BBM) tidak melonjak secara drastis karena perang Iran dengan Israel. 

Baca Juga: Tiba di Jakarta! Belasan WNI dari Iran Berhasil Dievakuasi, Sementara Sebagian Lainnya Masih Terkendala

“Katanya harga minyak akan potensi naik, melebihi asumsi di dalam APBN,” ungkap Bahlil saat berbicara di Jakarta Geopolitical Forum 2025 Lemhanas RI bertempat di Jakarta, pada Selasa (24/6/2025).

Kekhawatiran Bahlil cukup beralasan, mengingat potensi kenaikan harga bahan bakar minyak dunia tersebut akan berimbas pada perekonomian dunia dan nasional secara keseluruhan.

Sejumlah pakar, analis dan lembaga internasional telah memprediksi akan adanya potensi kenaikan harga minyak dunia hingga menembus angka di atas 100 dolar Amerika Serikat (US$) per barrel. 

Baca Juga: Saling Ancam! Iran Serang Israel Dengan Rudal Sebagai Balasan Atas Pengeboman AS di Tiga Lokasi Penting Nuklir Iran.

Hal ini dikarenakan lokasi peperangan tersebut terjadi di kawasan Timur Tengah, yang merupakan lumbung utama sebagai pemasok minyak dunia.

Kekhawatiran naiknya harga minyak tersebut semakin menimbulkan ketegangan serius setelah parlemen Iran ikut serta menyetujui terhadap penutupan Selat Hormuz. 

Selat tersebut yang menjadi jalur perlintasan sekitar 20 juta barel minyak per hari dari berbagai negara di kawasan Timur Tengah. Semuanya berharap pasca gencatan senjata itu, peperangan tidak berlanjut kembali, apalagi berimbas pada penutupan Selat Hormuz.

Baca Juga: Bantu Israel Lawan Iran, AS Mengaku Sukses Hancurkan Tiga Lokasi Penting Nuklir di Iran

Pada awal perang kedua negara itu terjadi, harga minyak sempat naik hingga menyentuh US$79 per barel. Melihat hal ini, sejumlah analis dan lembaga dunia telah memprediksi kondisi terburuk apabila perang terus berlanjut dan ditutupnya Selat Hormuz.

Seperti keterangan yang disampaikan JP Morgan, dilansir dari Bloomberg pada Senin (23/6/2025), ia telah memperkirakan lonjakan harga minyak yang bisa menyentuh hingga harga US$130 per barel jika Selat Hormuz ditutup oleh Iran.

Angka yang diproyeksikan tersebut hampir menyamai rekor tertinggi harga minyak pada tahun 2022 yang mencapai rekor hingga US$139 per barel akibat serangan Rusia ke Ukraina. 

Baca Juga: Kemenko Polkam Koordinasikan Pemulangan WNI dari Iran, Pastikan Keselamatan 386 Warga Indonesia Dari Zona Konflik

Sementara, Goldman Sachs dalam keterangan resmi yang dilaporkan Reuters pada Senin (23/6/2025), juga memproyeksikan hal serupa. Bahwa harga minyak mentah Brent akan menembus US$110 per barel jika Iran benar-benar menutup Selat Hormuz.

Baca Juga: Konflik Iran-Israel Meningkat, Menlu RI Harapkan Ketegangan Segera Selesai Agar Cegah Situasi Memburuk

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.