Jabar

Kawasan HWB Purwakarta Dikembangkan, Target Tampung Lebih dari 30.000 Penduduk

Aris Rismawan | 2 November 2026, 12:30 WIB
Kawasan HWB Purwakarta Dikembangkan, Target Tampung Lebih dari 30.000 Penduduk
peresmian kawasan perumahan HWB Purwakarta

AKURAT JABAR - Pengembangan kawasan Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta memasuki tahap baru dengan dimulainya proses serah terima 1.500 unit rumah. Selain menyediakan hunian, kawasan tersebut juga dikembangkan dengan fasilitas sosial, area komersial, dan ruang aktivitas masyarakat.

Kegiatan serah terima berlangsung di Balai Nusantara HWB Purwakarta pada Sabtu (31/10/2026). Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Purwakarta turut menghadiri agenda tersebut, di antaranya Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Entin Suryatin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Didi Garnadi, Camat Bungursari Wita Gusrianita, serta Kepala Desa Karangmukti Endin Jaenudin.

Manajemen HWB Purwakarta juga hadir dalam kegiatan yang menandai perkembangan pembangunan kawasan tersebut. Dalam kesempatan itu, perhatian tidak hanya tertuju pada penyediaan unit rumah, tetapi juga kesiapan lingkungan permukiman beserta fasilitas penunjangnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Purwakarta, Entin Suryatin, mengapresiasi perkembangan pembangunan HWB sejak diperkenalkan kepada masyarakat. Ia berharap proses pembangunan dan serah terima dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga semakin banyak keluarga memiliki akses terhadap tempat tinggal yang layak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Purwakarta, Didi Garnadi, mengingatkan pentingnya memperhatikan kualitas infrastruktur dalam pengembangan kawasan perumahan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kondisi jalan, sistem drainase, kebersihan, serta kenyamanan lingkungan.

Dampak pengembangan kawasan juga menjadi perhatian pemerintah di tingkat kecamatan dan desa. Camat Bungursari Wita Gusrianita menilai keberadaan HWB berpotensi memunculkan pusat kegiatan baru yang dapat mendukung perputaran ekonomi masyarakat sekaligus menambah pilihan aktivitas bagi warga.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Desa Karangmukti Endin Jaenudin. Menurutnya, pertumbuhan kawasan perumahan tersebut dapat membuka kesempatan usaha bagi masyarakat sekitar. Ia berharap hubungan antara penghuni baru dan warga setempat terjalin harmonis, termasuk dalam menjaga keamanan serta kebersihan lingkungan.

Mendapat Pengakuan Indonesia Property Watch

Dari sisi industri properti, HWB Purwakarta memperoleh pengakuan dari Indonesia Property Watch (IPW) pada 22 September 2026. Pengakuan tersebut diberikan melalui Indonesia Property Record untuk kategori Rumah Komersial (Non-Subsidi) 2 Lantai dengan Harga Paling Terjangkau se-Indonesia.

CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, menyampaikan bahwa penilaian terhadap hunian terjangkau tidak cukup hanya melihat harga jual. Faktor lokasi dan kondisi lingkungan juga menjadi bagian penting dalam memastikan rumah dapat menunjang kebutuhan penghuninya.

“Persoalan perumahan bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibangun, tetapi bagaimana rumah tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan dan berada di lokasi yang mendukung kehidupan mereka. Model seperti HWB Purwakarta menunjukkan bahwa hunian komersial yang terjangkau dapat dikembangkan dengan pendekatan yang terukur dan tetap memperhatikan kualitas lingkungan serta kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Deputy COO Hunian Warisan Bangsa, I Putu Adi Sastrawan, menjelaskan bahwa pengembangan HWB Purwakarta diarahkan untuk membangun lingkungan tempat masyarakat dapat menjalani kehidupan bersama, bukan hanya menyediakan bangunan tempat tinggal.

“Apa yang kami bangun bukan hanya rumah, tetapi lingkungan tempat keluarga dapat membangun kehidupan dan masa depan mereka. HWB Purwakarta dibangun untuk manusia, diilhami oleh komunitas, dan dibentuk untuk masa depan,” katanya.

HWB Purwakarta dikembangkan oleh PT Hunian Warisan Bangsa bersama LippoLand dengan dukungan program kemitraan UMKM LippoLand.

Berdasarkan keterangan pengembang, penjualan hunian sejak peluncuran akhir 2025 telah melampaui 2.000 unit. Adapun pada peluncuran tahap pertama Februari 2026, jumlah unit yang terjual tercatat lebih dari 1.000 unit.

Rumah yang ditawarkan memiliki pilihan satu hingga tiga kamar tidur dengan harga mulai Rp98 juta. Konsep desainnya mengutamakan pemanfaatan ruang, sirkulasi udara, pencahayaan alami, dan ketersediaan area parkir.

Pengembang juga menyediakan pilihan skema pembayaran tertentu dengan cicilan mulai sekitar Rp600.000 per bulan selama 40 bulan. Besaran tersebut mengikuti persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

Fasilitas Kawasan dan Peluang Ekonomi Masyarakat

Pertambahan penghuni mendorong kebutuhan terhadap fasilitas yang dapat menunjang kehidupan sosial masyarakat. Salah satu fasilitas yang telah tersedia adalah Masjid Tajug Istimewa Nusantara yang diresmikan pada 30 Januari 2026.

Masjid tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 240 meter persegi dan mampu menampung kurang lebih 150 jemaah. Keberadaannya menjadi salah satu fasilitas penunjang kebutuhan ibadah bagi masyarakat di lingkungan HWB Purwakarta.

Selain fasilitas peribadatan, kawasan ini juga memiliki Balai Nusantara dan sejumlah ruang bersama yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan masyarakat.

Berbagai aktivitas pernah digelar, mulai dari bazar kuliner, pasar malam, pertunjukan musik, perlombaan anak, senam bersama, pertunjukan tari tradisional, hingga kegiatan bersepeda. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan warga dan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka.

Pengembangan aktivitas ekonomi turut didukung dengan kehadiran Griya Niaga. Area komersial ini menyediakan deretan rumah toko (ruko) tiga lantai dengan ukuran masing-masing 4 x 12 meter.

Bangunan tersebut menghadap boulevard utama selebar 16 meter serta dilengkapi balkon dan jaringan listrik bawah tanah. Area ini disiapkan untuk mendukung kegiatan perdagangan dan memenuhi kebutuhan penghuni kawasan.

Sejumlah fasilitas dan unit usaha yang telah disebut beroperasi di lingkungan HWB Purwakarta mencakup Masjid Tajug Istimewa Nusantara, Toko MAMA, FmX, Bank Nobu, serta area kuliner dan UMKM.

Dalam perencanaan jangka panjang, kawasan HWB Purwakarta diproyeksikan mampu menampung lebih dari 30.000 penduduk. Dengan skala pengembangan tersebut, penyediaan rumah perlu berjalan beriringan dengan kesiapan infrastruktur, fasilitas publik, dan aktivitas ekonomi agar pertumbuhan kawasan dapat memberikan manfaat bagi penghuni maupun masyarakat di sekitarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.