Jabar

Disdik Purwakarta Gandeng Psikolog, Berikan Konseling Bagi Orang Tua yang Anaknya Dididik di Barak Militer

| 12 Mei 2025, 17:40 WIB
Disdik Purwakarta Gandeng Psikolog, Berikan Konseling Bagi Orang Tua yang Anaknya Dididik di Barak Militer

AKURAT JABAR - Dalam rangka membangun ekosistem karakter positif para peserta didik, Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta terus berupaya menyempurnakan Sinergitas dan kolaborasi implementasi pendidikan karakter di barak militer.

Salah satu upaya yang saat ini tengah dilakukan, yakni melalui penyelenggaraan kegiatan parenting dengan melibatkan orang tua/wali, kepala sekolah dan para guru bimbingan konseling peserta pelatihan penguatan karakter bela negara bagi para peserta didik yang membutuhkan perlindungan khusus.

"Dan hari ini kita kumpulkan orang tuanya melakukan parenting, melakukan konseling terhadap orang tua agar mereka bisa menghadapi anak-anak dengan benar," ungkap Kadisdik Purwakarta Dr. H. Purwanto, M.pd, saat menghadiri acara parenting tersebut.

Baca Juga: Disdik Purwakarta Gandeng Dinsos Bidang P3A, Beri Layanan Konseling Klasikal Bagi Peserta Didik di Barak Militer

Purwanto menilai, persoalan yang terjadi pada anak-anak remaja ini sesungguhnya adalah persoalan pola asuh, persoalan komunikasi antara orang tua/wali.

"Bagaimana mereka bisa memberikan ruang tumbuh kembang anak di rumah dengan baik. Maka kita lakukan ini sebagai upaya kita menangani dari hulu, dari rumah anak-anak kita," ujarnya.

Acara parenting ini diselenggarakan di Aula Mandalawangi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Purwakarta, dengan menghadirkan psikolog Mego Husodo, SE., S.Psi., M.Psi., M.FC, pada Kamis (8/5/2025).

Baca Juga: Kak Seto Datangi Barak Militer, Tinjau Langsung Pendidikan Karakter Panca Waluya: Tak Ada Pelanggaran Hak Atas Anak!

Dalam kesempatannya, Mego Husodo menyampaikan paparannya terkait peran strategis segitiga emas pengasuhan remaja. Ketiga strategis emas itu yakni adanya peran orang tua/wali, masyarakat dan sekolah.

Ketiga pihak tersebut harus menjalin sinergi dan kolaborasi serta membangun keterhubungan dalam upaya membentuk karakter remaja.

Saat para remaja tersebut berada di lingkungan rumah, maka pada sisi inilah kehadiran peran orang tua/wali yang harus bisa menguatkan pola asuh mereka.

Baca Juga: KPAI Kunjungi Barak Militer, Lakukan Pengawasan Perlindungan Anak Pada Program Pendidikan Karakter di Purwakarta

Salah satu pola asuh yang harus dilakukan itu yakni para orang tua - dalam hal ini adalah bapak, harus kompak dalam membangun komitmen pembentukan karakter anak.

Selanjutnya - kata Mego, dalam membangun ekosistem karakter positif peserta didik, maka diperlukan juga sinergi multi pihak. Ia juga menyampaikan beberapa data terkait permasalahan remaja.

Data tersebut yakni sebesar 84 persen faktor terbesar kekecewaan sosial remaja disebabkan akibat adanya konflik dengan orang tua/wali. 11 persen akibat konflik dengan teman sebaya, 4 persen akibat konflik dengan guru di sekolahnya dan satu persennya lagi dipengaruhi oleh faktor lain.

Baca Juga: Meski Tuai Kritikan, Dedi Mulyadi Tambah Program Untuk Pemuda Dewasa Buat Resah Ikut Pendidikan di Barak Militer

Dalam kesempatan tersebut, Mego meminta para orang tua/wali untuk bersikap bijak dengan menyadari bahwa anak sedang berada pada fase mencari jati diri, bukan menentang.

Orang tua/wali juga diajak untuk tegas tanpa harus marah dan dekat tanpa harus melemah. Selanjutnya - kata Mego, harus juga membangun koneksi, bukan koreksi.

Dalam pertemuan tersebut, para orang tua juga diberikan penguatan bahwa anak remaja sebenarnya tidak butuh orang tua yang sempurna, mereka hanya membutuhkan kehadiran orang tua, memahaminya serta terus memperbaiki diri.

Baca Juga: Kadisdik Purwakarta Perkuat Pendidikan Berkarakter Lewat Partisipasi Semesta, Upaya Wujudkan Purwakarta Istimewa

"Ibu, ayah ibu itu semuanya baik. Jadi sekarang di sana tuh (barak militer) bukan dihukum. Jadi nanti pulang dari sana jangan "tuh sok mau lagi!" atau "sok rasain biar satu tahun!", bukan," ujar Mego.

Nanti pulang dari sini - ia melanjutkan, sepulang pendidikan di barak militer nanti, Mego berpesan agar tidak mengeluarkan kata-kata tadi, melainkan harus dengan memberi pelukan, kemudian ucapkan "makasih ya nak, insyaallah kamutuh anak yang baik. Maafin ayah," jelas Mego.

Baca Juga: Tegas! Bupati Purwakarta Tantang Verrel Bramasta Soal Program Pendidikan Berkarakter di Barak Militer

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.