Disdik Purwakarta Gandeng Psikolog, Berikan Konseling Bagi Orang Tua yang Anaknya Dididik di Barak Militer

AKURAT JABAR - Dalam rangka membangun ekosistem karakter positif para peserta didik, Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta terus berupaya menyempurnakan Sinergitas dan kolaborasi implementasi pendidikan karakter di barak militer.
Salah satu upaya yang saat ini tengah dilakukan, yakni melalui penyelenggaraan kegiatan parenting dengan melibatkan orang tua/wali, kepala sekolah dan para guru bimbingan konseling peserta pelatihan penguatan karakter bela negara bagi para peserta didik yang membutuhkan perlindungan khusus.
"Dan hari ini kita kumpulkan orang tuanya melakukan parenting, melakukan konseling terhadap orang tua agar mereka bisa menghadapi anak-anak dengan benar," ungkap Kadisdik Purwakarta Dr. H. Purwanto, M.pd, saat menghadiri acara parenting tersebut.
Purwanto menilai, persoalan yang terjadi pada anak-anak remaja ini sesungguhnya adalah persoalan pola asuh, persoalan komunikasi antara orang tua/wali.
"Bagaimana mereka bisa memberikan ruang tumbuh kembang anak di rumah dengan baik. Maka kita lakukan ini sebagai upaya kita menangani dari hulu, dari rumah anak-anak kita," ujarnya.
Acara parenting ini diselenggarakan di Aula Mandalawangi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Purwakarta, dengan menghadirkan psikolog Mego Husodo, SE., S.Psi., M.Psi., M.FC, pada Kamis (8/5/2025).
Dalam kesempatannya, Mego Husodo menyampaikan paparannya terkait peran strategis segitiga emas pengasuhan remaja. Ketiga strategis emas itu yakni adanya peran orang tua/wali, masyarakat dan sekolah.
Ketiga pihak tersebut harus menjalin sinergi dan kolaborasi serta membangun keterhubungan dalam upaya membentuk karakter remaja.
Saat para remaja tersebut berada di lingkungan rumah, maka pada sisi inilah kehadiran peran orang tua/wali yang harus bisa menguatkan pola asuh mereka.
Salah satu pola asuh yang harus dilakukan itu yakni para orang tua - dalam hal ini adalah bapak, harus kompak dalam membangun komitmen pembentukan karakter anak.
Selanjutnya - kata Mego, dalam membangun ekosistem karakter positif peserta didik, maka diperlukan juga sinergi multi pihak. Ia juga menyampaikan beberapa data terkait permasalahan remaja.
Data tersebut yakni sebesar 84 persen faktor terbesar kekecewaan sosial remaja disebabkan akibat adanya konflik dengan orang tua/wali. 11 persen akibat konflik dengan teman sebaya, 4 persen akibat konflik dengan guru di sekolahnya dan satu persennya lagi dipengaruhi oleh faktor lain.
Dalam kesempatan tersebut, Mego meminta para orang tua/wali untuk bersikap bijak dengan menyadari bahwa anak sedang berada pada fase mencari jati diri, bukan menentang.
Orang tua/wali juga diajak untuk tegas tanpa harus marah dan dekat tanpa harus melemah. Selanjutnya - kata Mego, harus juga membangun koneksi, bukan koreksi.
Dalam pertemuan tersebut, para orang tua juga diberikan penguatan bahwa anak remaja sebenarnya tidak butuh orang tua yang sempurna, mereka hanya membutuhkan kehadiran orang tua, memahaminya serta terus memperbaiki diri.
"Ibu, ayah ibu itu semuanya baik. Jadi sekarang di sana tuh (barak militer) bukan dihukum. Jadi nanti pulang dari sana jangan "tuh sok mau lagi!" atau "sok rasain biar satu tahun!", bukan," ujar Mego.
Nanti pulang dari sini - ia melanjutkan, sepulang pendidikan di barak militer nanti, Mego berpesan agar tidak mengeluarkan kata-kata tadi, melainkan harus dengan memberi pelukan, kemudian ucapkan "makasih ya nak, insyaallah kamutuh anak yang baik. Maafin ayah," jelas Mego.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1FiberStar Perluas Solusi Digital untuk Industri dan Bisnis di Jawa Barat
- 2MK Hapus Presidential Threshold, DPR Diminta Siapkan Aturan Pencalonan Pilpres 2029
- 3Belum Terdaftar Bansos? Ini Cara Mengusulkan Diri melalui Aplikasi Cek Bansos
- 4Dinkes Jabar Catat 10 Kasus Influenza, Balita dan Dewasa Paling Banyak Terdampak
- 5Cuaca Ekstrem Tak Halangi Panen Raya Semangka di Nagara Kalsel
- 6Waspada Influenza A di Bandung, Farhan Minta Orang Tua Tak Paksa Anak Masuk Sekolah
- 7DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau
- 8Pemprov Jabar Bangun 22 Sekolah Baru dan 317 Ruang Kelas pada 2026
- 9DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau
- 10Polda Jabar Perkuat Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026





