Jabar

Meski Tuai Kritikan, Dedi Mulyadi Tambah Program Untuk Pemuda Dewasa Buat Resah Ikut Pendidikan di Barak Militer

| 10 Mei 2025, 22:20 WIB
Meski Tuai Kritikan, Dedi Mulyadi Tambah Program Untuk Pemuda Dewasa Buat Resah Ikut Pendidikan di Barak Militer

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah menyiapkan langkah dalam menangani pemuda dan orang dewasa yang nakal yang mengganggu ketertiban umum serta meresahkan masyarakat.

Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM mengatakan, bahwa pihaknya akan memberikan pendidikan serupa dengan para pelajar yang tengah dijalankan, berupa pendidikan bela negara dan pendidikan kedisiplinan di Barak Militer.

"Ada dua hal. Yang berperilaku pidana, proses hukum akan berjalan. Kemudian juga ada upaya yang bisa dilakukan, pembinaan terhadap mereka yang tidak memenuhi unsur pidana tetapi bikin resah," ujarnya.

Baca Juga: Masuk Barak Militer, 274 Siswa SMA/SMK di Jabar Jalani Pendidikan Karakter Pancawaluya

"Yaitu dibawa ke barak militer, setelah program pendidikan bela negara, pendidikan kedisiplinan untuk anak-anak Jawa Barat selesai," tutur KDM dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Sabtu (10/5/2025).

KDM juga berencana, pendidikan bela negara dan pendidikan kedisiplinan bagi para pemuda dan orang dewasa nakal tersebut rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juni, setelah program pendidikan Karakter dan kedisiplinan para pelajar selesai.

"Mudah-mudahan bisa bulan Juni, sudah bisa mulai berjalan. Jadi, pemuda-pemuda dewasa nakal, yang preman, yang mau jadi preman, yang tukang mabuk, yang tukang bikin onar, mengganggu pasar, mengganggu perempatan, mengganggu investasi, nanti akan kami arahkan untuk mengikuti pendidikan bela negara di barak militer," imbuhnya.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Keluarkan SE Terbaru Terkait Sejumlah Kebijakan Kontroversi di Bidang Pendidikan

Tetapi, lanjut KDM - pasti ada keluarga yang ditinggalkan. Untuk itu, pihaknya akan mengarahkan untuk bekerja, sekaligus memberikan bantuan berupa upah kerja bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Nah, untuk keluarga yang ditinggalkan mereka yang mengikuti pendidikan, akan kami arahkan untuk bekerja, jadi kuli bangunan, kuli kayu, tukang mikul, tukang macul, tukang nanam," tuturnya.

"Dan kemudian kami akan memberikan upah yang akan kami kirimkan bagi keluarga yang ditinggalkan," jelas KDM.

Baca Juga: Dedi Mulyadi: Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik Pelemahan Generasi Bangsa Indonesia

Ia mengaku optimistis dengan sejumlah langkah yang tengah dikerjakan Pemprov Jabar untuk menyelesaikan berbagai problem yang ada di Jawa Barat secara bertahap, terutama masalah kenakalan remaja dan dewasa.

"Ini cara kami untuk menyelesaikan berbagai problem secara bertahap. Sabar... untuk semuanya, problem Jawa Barat tidak akan selesai dalam waktu 2 - 3 bulan, kita perlu waktu," ujar KDM.

"Dengan kerja keras, kemudian kerja cerdas, kebersamaan, gotong royong, kita akan mampu mewujudkan seluruh mimpi yang kita inginkan," tandas Gubernur Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Viral Program Barak Militer Jabar Tuai Kontroversi, Dedi Mulyadi: Kritik Itu Biasa, Hasilnya Sudah Terlihat

Sementara, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jabar Sapta Yulianto Dasuki menegaskan, Bakesbangpol Jabar mengaku siap dan tengah menyiapkan program tersebut, agar berjalan lancar pada waktunya.

"Kita siapkan semuanya, termasuk pendataan calon peserta. Agar ada kepastian jumlah," ujar Sapta Yulianto Dasuki.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Tinjau Langsung Pelajar Nakal di Markas Armed 1 bersama Bupati Purwakarta Om Zein

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.