Jabar

Gubernur Dedi Mulyadi Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Panen Raya Padi Serentak di Majalengka

| 8 April 2025, 13:52 WIB
Gubernur Dedi Mulyadi Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Panen Raya Padi Serentak di Majalengka

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan panen raya padi di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/4/2025).

Provinsi Jawa Barat dipilih menjadi pusat panen raya padi karena daerah yang dipimpin Dedi Mulyadi ini menjadi pusat lumbung padi nasional.

Adapun panen raya padi yang diresmikan tersebut dilakukan secara serentak di 14 Provinsi serta 157 Kabupaten dan Kota se-Indonesia.

Baca Juga: Pemotong Bantuan Sopir Angkot Tetap Diproses Gubernur Jabar Meski Dana Sudah Dikembalikan

Dalam panen tersebut Prabowo Subianto turun secara langsung ke sawah mengoperasikan "combine-harvester", sebuah alat pertanian modern untuk memanen padi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga turut hadir serta ikut menaiki alat tersebut.

Panen raya ini merupakan simbol keberhasilan musim tanam sekaligus bukti peningkatan produktivitas pertanian lokal dan momentum mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Pastikan ASN Hingga Pegawai Desa di Jabar Mulai Bekerja Pada 8 April 2025

Dari laporannya, Menteri Andi Amran Sulaiman, menerangkan bahwa produksi beras nasional saat ini berada dalam tren yang menggembirakan.

Pihaknya mencatat stok gudang ada sebanyak 2,4 juta ton dan diperkirakan akan menjadi 3 juta ton setelah panen raya ini, tertinggi selama 10-20 tahun terakhir.

Bahkan saking berlimpahnya produksi beras tersebut, menyebabkan kapasitas penyimpanan tidak lagi mencukupi.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Pastikan Stok Pupuk untuk di Jabar Aman

Usai panen padi, Presiden Prabowo menyapa kepala daerah dan petani dari 14 provinsi yang ikut panen padi serentak lewat konferensi video.

Gubernur Dedi Mulyadi juga turut berkesempatan menyampaikan berbagai aspirasi para petani kepada Presiden secara langsung.

Ia mengatakan, bahwa pasokan pupuk untuk petani di wilayah Jabar sudah lancar. Namun kendala yang dihadapi para petani adalah biaya obat-obatan untuk pengusir hama.

Baca Juga: Spontanitas Kebijakan Strategis Dedi Mulyadi, Berdampak Positif Bagi Kesejahteraan Masyarakat

"Sekarang pupuk sudah lancar, tapi biaya tinggi produksinya itu di obat-obatan karena sebelum mulai menanam mereka harus mengeluarkan biaya untuk semprot keong atau hama. "Nyemprot" -nya itu dua kali sehari," ungkap Dedi.

Dirinya juga meminta asuransi kesehatan untuk para petani ditingkatkan. Dedi menyebut tidak sedikit petani yang belum terkover BPJS kesehatan.

"Mohon peningkatan asuransi kesehatan petani karena banyak petani yang ketika sakit tidak terkover BPJS atau BPJS mandirinya tidak terbayar," ucapnya.

Baca Juga: Melalui Jabar Ngariung, Dedi Mulyadi Ajak Bupati dan Walikota Sinergi Bangun Jawa Barat Istimewa

Sebagai pusat lumbung padi nasional, Dedi juga berharap Kementerian Pertanian dapat membantu menambah peralatan dalam rangka peningkatan produksi.

"Karena Jabar pusat lumbung padi nasional, ya seluruh alatnya harus banyak (supaya) ditambah kalau ingin peningkatan produksi," tutur Dedi.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Audit Alih Fungsi Lahan di Jabar

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.