Jabar

Pelatihan Pelajar di Barak Militer Purwakarta Berakhir, Bupati Om Zein: Perketat Program Pendidikan Selanjutnya

| 18 Mei 2025, 21:50 WIB
Pelatihan Pelajar di Barak Militer Purwakarta Berakhir, Bupati Om Zein: Perketat Program Pendidikan Selanjutnya

AKURAT BARAT - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein menghadiri acara penutupan pendidikan penguatan karakter bela negara bagi siswa sekolah menengah pertama di Barak Militer Kabupaten Purwakarta.

Sebanyak 39 siswa yang mengikuti pendidikan penguatan karakter bela negara di Markas Resimen Mahasiswa 1/Sthira Yudha Purwakarta selama 14 hari akhirnya pulang kampung, Minggu (18/5/2025).

Air mata kemarahan menyelimuti atmosfer di bawah terik matahari. Mereka langsung memeluk orangtua yang datang menjemput, tak sedikit di antara mereka yang berlutut mencium kaki ibu bapaknya.

Baca Juga: Rieke Kunjungi Barak Militer Purwakarta, Dirikan Sekolah Khusus Anak Bermasalah

Turut hadir dalam momentum pelepasan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menyaksikan langsung para pelajar berseragam loreng berbaris rapi dalam upacara penutupan.

Salah satu orangtua siswa terus memperhatikan putranya, dia melihat perubahan positif yang signifikan dalam sikap dan perilakunya kali ini.

"Saya lihat anak saya sekarang sudah beda. Dia lebih kalem dan santun. Dulu suka tawuran, sekarang malah cium tangan sambil minta maaf," kata Yeni, salah satu orang tua siswa, Minggu, (18/5/2025).

Baca Juga: Menko Kunjungi Barak Militer di Purwakarta, Meutya Hafid: Jabar Jadi Program Percontohan

Ia menceritakan kembalian anaknya, bahwa dulu anaknya pernah terlibat tawuran, sehingga ia ikut latihan di barak.

"Semoga dia bisa menjadi anak yang lebih baik," kata Yeni lirih.

Meski awalnya merasa ragu, para orang tua yang anaknya mengikuti pendidikan karakter di barak militer kini merasa lega dan bersyukur.

Baca Juga: KPAI Kunjungi Barak Militer, Lakukan Pengawasan Perlindungan Anak di Program Pendidikan Karakter di Purwakarta

Para siswa yang mengikuti pelatihan tersebut merupakan anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus, beberapa di antaranya terlibat dalam perkelahian, merokok, membolos sekolah, serta mengonsumsi minuman keras dan narkoba.

Kembalinya mereka menjadi harapan besar, menghapus perilaku lama, meskipun sulit. Tetapi tidak bagi mereka yang berpikiran terbuka dan bertekad untuk menjadi lebih baik - seperti yang diharapkan orang tua mereka.

Bupati Purwakarta Om Zein dalam kesempatan tersebut menjelaskan, sejak awal Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan berkomitmen untuk tidak hanya memberikan pendidikan yang tidak saja mencerahkan, tetapi juga kuat mental.

Baca Juga: Kakak Seto Kunjungi Barak Militer, Tinjau Langsung Pendidikan Karakter Panca Waluya: Jangan Ada Pelanggaran Hak Anak!

Ia juga mengatakan, pemerintah tidak hanya fokus pada pendidikan akademik saja, tetapi juga pendidikan karakter yang kuat melalui penyelenggaraan latihan bela negara.

“Kegiatan ini bukan kegiatan biasa, ini bagian dari ikhtiar mencetak generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, namun juga tangguh mental,” terang Om Zein.

“Disiplin dalam berperilaku, tangguh dalam nilai-nilai kebangsaan dan tangguh dalam semangat cinta tanah air serta berakhlak mulia,” ujarnya.

Baca juga: Disdik Purwakarta Gandeng Psikolog, Beri Konseling Bagi Orang Tua yang Anaknya Disekolahkan di Barak Militer

Om Zein juga berharap, melalui latihan bela negara ini, anak-anak yang telah mengikuti latihan selama 14 hari nantinya akan menjadi sosok yang memiliki nilai-nilai Panca Waluya, yakni kucheng, bageur, bener, pintar dan penyanyi.

"Mereka belajar disiplin, menulis janji kepada diri sendiri, lingkungan, dan Tuhan. Itu yang terpenting," jelas Om Zein.

Ia membantah tuduhan adanya pemaksaan anak terhadap program pelatihan yang dinilainya bertolak belakang dengan apa yang terjadi dalam momentum pembebasan ini.

Baca Juga: Program Barak Militer Jabar Viral Tuai Kontroversi, Dedi Mulyadi: Kritik Itu Biasa, Hasilnya Sudah Terlihat

"Semua lihat sendiri, ada pelukan dan air mata bahagia dari orangtua," tutur Om Zein sembari melirik situasi pertemuan anak dan orangtua yang tengah berpelukan sambil menangis.

Om Zein juga mengatakan, program ini diawasi oleh berbagai pihak, termasuk KPAI. Untuk itu, ia mengaku akan memantau seluruh perkembangan anak tersebut selama dua minggu sekembalinya dari barak.

Ia juga menyebutkan, seleksi calon peserta yang akan mengikuti program pelatihan penguatan karakter selanjutnya akan semakin diperketat.

Baca Juga: Disdik Purwakarta Gandeng Dinsos Bidang P3A, Berikan Layanan Konseling Klasikal Bagi Pelajar di Barak Militer

"Harus ada rekomendasi dari pihak sekolah, orang tua, dan pemeriksaan psikologis. Tidak boleh sembarangan orang masuk," tegas Om Zein. 

Dengan ditutupnya pelatihan ini, merupakan bukti nyata bahwa perubahan perilaku positif dapat dicapai melalui pendidikan karakter yang tepat dan konsisten.

Baca Juga: Aspek Disiplin Tak Hanya di Barak Militer, Disdik Purwakarta Bimbingan Siswa Aspek Keagamaan

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.