Tak Hanya Aspek Kedisiplinan di Barak Militer, Disdik Purwakarta Bimbing Para Siswa Dalam Aspek Religi

AKURAT JABAR - Para peserta penguatan pendidikan karakter di barak militer kabupaten Purwakarta terus diberikan pembinaan, selain dari segi aspek kedisiplinan, mereka juga dibina dari segi religi.
Dalam kesempatannya, Pengurus DKM Masjid Alikhlas Menarmed 1 Sthira Yudha, Kopda Aditya yang juga sebagai pembimbing dalam pendidikan tersebut mengungkapkan bahwa dari keseluruhan peserta yang ada, anak-anak yang dididik mayoritas beragama Islam.
"Sehingga para remaja ini dibekali dengan pembiasaan keagamaan, berupa shalat 5 waktu berjamaah, mengaji, tadarus dan tahsin Alquran," ungkap Aditya melalui tayangan video di akun resmi Disdik Purwakarta, Minggu (11/5/2025).
Ia juga mengatakan bahwa anak-anak yang melaksanakan pendidikan karakter di barak militer, tidak hanya melaksanakan pendidikan kedisiplinan saja, tetapi juga aspek-aspek religiusnya tetap diperhatikan oleh para pembinanya.
"Dari DKM juga membantu, sehingga anak-anak setiap harinya, setiap habis maghrib, sambil menunggu waktu isya, mereka diajarkan untuk mengaji Alquran dan juga yang iqro," ujar Aditya.
"Mereka diajarkan membaca iqro, setiap harinya mereka bertambah satu halaman ataupun satu ayat dan juga satu suratnya," imbuhnya.
Menurut Aditya, banyak perkembangan yang telah nampak dari para peserta pendidikan ini. Ia juga berharap kedepannya mereka dapat terus Istiqomah menjalankan kebiasaan-kebiasaan baik yang selama ini telah diikuti oleh para peserta.
"Alhamdulillah, beberapa anak juga menunjukkan perkembangannya terkait dengan membaca Alquran. Ada yang semakin lancar yang mungkin kita tanya sebelumnya, anak-anak ini jarang membaca Alquran,"
"Tetapi hampir 10 hari di sini mereka kembali mulai menemukan ritmenya ataupun kembali lancar membaca Alqurannya," jelas Aditya.
Ia juga berharap, setelah selesai kegiatan penguatan bela negara dan pendidikan karakter terhadap para remaja yang membutuhkan perlindungan khusus dapat menerapkan kebiasaan baik tersebut setelah pulang.
"Ketika keluar dari resimen ini tetap melaksanakan apa yang biasa mereka lakukan di sini, seperti mereka bisa melaksanakan shalat 5 waktu," ungkapnya.
"Kemudian juga sehari-harinya nanti di rumah mereka terbiasa lagi untuk membaca Alquran ataupun mengaji dengan orang tuanya. Semoga mereka semuda keluar di sini Istiqomah," pungkas Kopda Aditya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Dr. H. Purwanto M.Pd menegaskan bahwa dengan sinergi dan kolaborasi semua pihak, implementasi pendidikan karakter akan dapat terwujud.
"Masing-masing pihak sesuai kapasitasnya harus berperan dalam membangun ekosistem Pendidikan yang berkarakter," kata Kadisdik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1FiberStar Perluas Solusi Digital untuk Industri dan Bisnis di Jawa Barat
- 2MK Hapus Presidential Threshold, DPR Diminta Siapkan Aturan Pencalonan Pilpres 2029
- 3Belum Terdaftar Bansos? Ini Cara Mengusulkan Diri melalui Aplikasi Cek Bansos
- 4Dinkes Jabar Catat 10 Kasus Influenza, Balita dan Dewasa Paling Banyak Terdampak
- 5Cuaca Ekstrem Tak Halangi Panen Raya Semangka di Nagara Kalsel
- 6Waspada Influenza A di Bandung, Farhan Minta Orang Tua Tak Paksa Anak Masuk Sekolah
- 7DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau
- 8Pemprov Jabar Bangun 22 Sekolah Baru dan 317 Ruang Kelas pada 2026
- 9DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau
- 10Polda Jabar Perkuat Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026





