Jabar

Menkomdigi Kunjungi Barak Militer di Purwakarta, Meutya Hafid: Jawa Barat Jadi Program Percontohan

| 14 Mei 2025, 20:58 WIB
Menkomdigi Kunjungi Barak Militer di Purwakarta, Meutya Hafid: Jawa Barat Jadi Program Percontohan

AKURAT JABAR - Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid meninjau aktivitas pendidikan karakter dan bela negara bagi remaja yang membutuhkan perlindungan khusus di barak militer.

Berlokasi di Resimen Armed 1/Sthira Yudha, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, kunjungan dilakukan bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein.

Kunjungan tersebut dilakukan usai kegiatan Sosialisasi PP Tunas dan Literasi Digital, sebagai upaya melindungi anak-anak dan remaja dari bahaya di ruang digital, yang berlokasi di SMAN 2 Purwakarta, Rabu (14/5/2025) pagi.

Baca Juga: Menkomdigi dan KDM Sosialisasikan PP Tunas: Wujudkan Ruang Digital Ramah Anak di Purwakarta

Dalam kesempatannya, Meutya diajak meninjau langsung kegiatan yang tengah dijalani di barak, serta menyempatkan berinteraksi dengan para peserta untuk mengetahui kondisi reel para remaja tersebut.

Meutya mengatakan bahwa pembentukan karakter serta penguatan mental dan fisik perlu untuk dilakukan, mengingat penting adanya langkah strategis dalam merespon tantangan zaman, terutama terkait pengaruh negatif dari media sosial dan game online.

“Ini merupakan bagian dari upaya penguatan perilaku anak melalui sinergi antara pusat dan daerah. Jawa Barat menjadi daerah percontohan," ucapnya.

Baca Juga: Disdik Purwakarta Gandeng Psikolog, Berikan Konseling Bagi Orang Tua yang Anaknya Dididik di Barak Militer

"Program ini tidak melanggar aturan karena sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional,” kata Meutya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengaturan usia serta durasi penggunaan game online, utamanya pada mereka yang masih berusia di bawah 18 tahun, sebagai upaya pencegahan dari dampak buruk yang timbul terhadap perkembangan karakter anak-anak.

Melalui program pendidikan karakter dan kedisiplinan serta bela negara ini, pemerintah berharap dapat mencetak generasi muda yang unggul di masa yang akan datang.

Baca Juga: Kak Seto Datangi Barak Militer, Tinjau Langsung Pendidikan Karakter Panca Waluya: Tak Ada Pelanggaran Hak Atas Anak!

Meutya juga berharap generasi muda ini tidak hanya unggul di bidang akademik, namun juga kuat secara mental dan fisik, serta yang lebih penting adalah memiliki karakter kuat dalam menghadapi tantangan akan masa depan.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa program pendidikan Karakter di barak militer ini awalnya telah dijadwalkan selesai pada hari tersebut.

Namun, berhubung tempat yang akan digunakan sebagai kegiatan akademik pasca pendidikan di barak militer tersebut - yakni Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Purnawarman, masih dalam renovasi, maka kegiatanpun dilanjutkan kembali.

Baca Juga: KPAI Kunjungi Barak Militer, Lakukan Pengawasan Perlindungan Anak Pada Program Pendidikan Karakter di Purwakarta

"Toilet sedang diperbaiki, gedung dicat ulang, dan lingkungan dibersihkan. Setelah rampung, kegiatan akademik akan dilanjutkan di SKB. Para pelatih dari barak juga akan menjadi pendamping bagi para guru," jelas Dedi.

KDM - sapaan akrab Dedi Mulyadi mengatakan, para pelajar peserta pendidikan tersebut baru akan dipindahkan ke mess baru pada Minggu mendatang.

Para peserta juga akan mengikuti kegiatan olahraga yang disesuaikan dengan minatnya masing-masing, seperti kegiatan sepak bola satau bulu tangkis.

Baca Juga: Meski Tuai Kritikan, Dedi Mulyadi Tambah Program Untuk Pemuda Dewasa Buat Resah Ikut Pendidikan di Barak Militer

Gubernur KDM juga merespon terkait polemik yang ada di DPR RI terkait kebijakan program pendidikan penguatan karakter dan kedisiplinan di barak militer yang ia gagas tersebut.

Ia menegaskan bahwa program yang tengah berjalan tersebut diikuti oleh para peserta didik atas rekomendasi dan persetujuan orang tua mereka secara sukarela.

“Mereka dikirim ke sini atas dasar permintaan orang tua. Jadi, jika ada yang merasa dirugikan, seharusnya itu anaknya sendiri, bukan pihak lain,” pungkas Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Tegas! Bupati Purwakarta Tantang Verrel Bramasta Soal Program Pendidikan Berkarakter di Barak Militer

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.