Jabar

Belum Surut, Ratusan Warga Pamanukan Subang Terpaksa Mengungsi di Kolong Jembatan

| 1 Februari 2026, 08:00 WIB
Belum Surut, Ratusan Warga Pamanukan Subang Terpaksa Mengungsi di Kolong Jembatan

AKURAT JABAR – Ratusan warga terdampak banjir Pamanukan Subang di wilayah Pantura Jawa Barat terpaksa bertahan di kolong jembatan layang (flyover) Pamanukan.

Langkah ini mereka ambil lantaran debit air yang merendam pemukiman warga belum menunjukkan tanda-tanda surut hingga Sabtu (31/1/2026).

Didi, salah seorang penyintas banjir asal Pamanukan, mengungkapkan bahwa dirinya bersama keluarga sudah berhari-hari tinggal di kolong jembatan.

Baca Juga: Peringatan Dini Bencana: BNPB Pantau Ketat Dampak Banjir Rob Subang Indramayu, Ribuan Warga Terdampak

Menurutnya, lokasi ini menjadi pilihan favorit warga karena jaraknya yang sangat dekat dengan rumah mereka.

“Kami memilih mengungsi di sini agar lebih mudah mengevakuasi dan memantau barang-barang di rumah. Kalau di tempat pengungsian resmi milik pemerintah, jaraknya terlalu jauh,” ujar Didi dilansir dari laman Antara.

Baca Juga: Perum Jasa Tirta II dan Pemkab Subang Dorong Perawatan Infrastruktur Air Lewat Aksi Kolaboratif

 

Ribuan Rumah dan Ribuan Hektare Sawah Terendam

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang per Sabtu pagi, banjir di Kecamatan Pamanukan saja telah merendam sedikitnya 5.679 rumah yang tersebar di delapan desa.

Sementara itu, data secara keseluruhan di wilayah Kabupaten Subang menunjukkan dampak yang jauh lebih luas.

Sebanyak 7.536 rumah di 51 desa dan tujuh kecamatan kini terendam air. Total warga terdampak mencapai 13.541 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 36.060 jiwa.

Baca Juga: Pelanggaran Tambang di Subang Disidak Gubernur Dedi Mulyadi: Tindak Tegas Perusak Lingkungan dan Infrastruktur!

Banjir yang telah melanda selama sepekan ini juga melumpuhkan berbagai fasilitas publik, di antaranya:

  • 27 Sarana Ibadah terendam.

  • 20 Bangunan Sekolah terdampak.

  • 2.884 Hektare Sawah tergenang air, mengancam produktivitas pangan lokal.

Baca Juga: Jawa Barat Resmi Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana: 27 Daerah Diminta Siaga Penuh Hingga April 2026

 

BPBD Pantau Arus Pengungsian

BPBD Subang melaporkan hingga saat ini terdapat 276 KK atau 645 jiwa yang secara resmi tercatat mengungsi.

Namun, jumlah tersebut diprediksi lebih banyak di lapangan mengingat banyak warga seperti Didi yang memilih mendirikan posko mandiri di sepanjang jalur Pantura dan kolong jembatan.

Dengan demikian, kebutuhan logistik dan pengamanan barang berharga menjadi alasan utama warga enggan berpindah ke posko resmi.

Pada akhirnya, Pemkab Subang harus memastikan distribusi bantuan tetap menjangkau titik-titik pengungsian mandiri agar kesehatan warga tetap terjaga di tengah cuaca ekstrem.

Baca Juga: Cegah Banjir di Musim Peralihan, BNPB Kendalikan Langit Jawa Barat dengan Operasi Modifikasi Cuaca

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.