Peringatan Dini Bencana: BNPB Pantau Ketat Dampak Banjir Rob Subang Indramayu, Ribuan Warga Terdampak

AKURAT JABAR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) telah menghimpun laporan terkini mengenai kejadian banjir dan banjir rob di Jawa Barat akibat cuaca ekstrem.
Laporan ini BNPB terima sejak Kamis (4/12) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (5/12) pukul 07.00 WIB.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut salah satu kejadian tercatat adalah banjir rob yang melanda Kabupaten Subang pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 07.00 WIB.
Banjir rob itu sendiri terjadi akibat dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengakibatkan kenaikan permukaan air laut.
Subang: 861 KK Terdampak Rob Pesisir
Banjir rob di Subang menggenangi permukiman warga di sejumlah wilayah pesisir. Dampak paling terasa terjadi di Kecamatan Legonkulon (Desa Mayangan dan Legon), Kecamatan Pusakanagara (Desa Patimban), serta Kecamatan Blanakan (Desa Muara).
Data sementara BPBD Kabupaten Subang menyebutkan 861 Kepala Keluarga (KK) atau 2.648 jiwa terdampak banjir tersebut. Sekitar 861 rumah warga turut terendam dengan ketinggian air antara 20 hingga 50 cm.
BPBD Subang telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi untuk penanganan lokasi.
Genangan air masih menghambat akses jalan di beberapa titik, memperlambat distribusi bantuan, sehingga bantuan logistik menjadi kebutuhan mendesak.
Indramayu: Ribuan Rumah Terendam Air Pasang
Di wilayah pesisir utara Jabar lainnya, Kabupaten Indramayu, banjir rob kembali terjadi pada Kamis (4/12) sekitar pukul 04.36 WIB.
Air laut pasang meluap melalui Sungai Perawan dan Sungai Nippon, menggenangi jalan di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur.
Ketinggian air terus meningkat hingga 50–60 cm dan memasuki permukiman, mengganggu aktivitas masyarakat.
Baca Juga: Cegah Banjir di Musim Peralihan, BNPB Kendalikan Langit Jawa Barat dengan Operasi Modifikasi Cuaca
Sebanyak 2.568 KK (sekitar 8.033 jiwa) dan 1.512 unit rumah terdampak luapan air pasang ini.
BPBD Indramayu bersama instansi terkait segera melakukan pendataan dan memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
Laporan terkini menyebutkan air rob telah surut dan warga memulai pembersihan rumah.
BNPB mengingatkan masyarakat di wilayah rawan agar selalu mewaspadai perubahan cuaca dan memastikan saluran drainase tidak tersumbat, mengingat Jabar berada dalam Status Siaga Darurat Bencana hingga April 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





