Jabar

Peringatan Dini Bencana: BNPB Pantau Ketat Dampak Banjir Rob Subang Indramayu, Ribuan Warga Terdampak

| 7 Desember 2025, 12:36 WIB
Peringatan Dini Bencana: BNPB Pantau Ketat Dampak Banjir Rob Subang Indramayu, Ribuan Warga Terdampak

AKURAT JABAR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) telah menghimpun laporan terkini mengenai kejadian banjir dan banjir rob di Jawa Barat akibat cuaca ekstrem.

Laporan ini BNPB terima sejak Kamis (4/12) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (5/12) pukul 07.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut salah satu kejadian tercatat adalah banjir rob yang melanda Kabupaten Subang pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 07.00 WIB.

Banjir rob itu sendiri terjadi akibat dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengakibatkan kenaikan permukaan air laut.

Baca Juga: Solidaritas Antarprovinsi: Dedi Mulyadi Bangun Kampung Korban Banjir Padang, Siapkan Hunian Baru Warga Terdampak

 

Subang: 861 KK Terdampak Rob Pesisir

Banjir rob di Subang menggenangi permukiman warga di sejumlah wilayah pesisir. Dampak paling terasa terjadi di Kecamatan Legonkulon (Desa Mayangan dan Legon), Kecamatan Pusakanagara (Desa Patimban), serta Kecamatan Blanakan (Desa Muara).

Data sementara BPBD Kabupaten Subang menyebutkan 861 Kepala Keluarga (KK) atau 2.648 jiwa terdampak banjir tersebut. Sekitar 861 rumah warga turut terendam dengan ketinggian air antara 20 hingga 50 cm.

BPBD Subang telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi untuk penanganan lokasi.

Genangan air masih menghambat akses jalan di beberapa titik, memperlambat distribusi bantuan, sehingga bantuan logistik menjadi kebutuhan mendesak.

Baca Juga: BPBD Jabar Lakukan Penanganan Darurat Imbas Banjir Bekasi Belum Surut Hingga Warga Butuh Bantuan Mendesak

 

Indramayu: Ribuan Rumah Terendam Air Pasang

Di wilayah pesisir utara Jabar lainnya, Kabupaten Indramayu, banjir rob kembali terjadi pada Kamis (4/12) sekitar pukul 04.36 WIB.

Air laut pasang meluap melalui Sungai Perawan dan Sungai Nippon, menggenangi jalan di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur.

Ketinggian air terus meningkat hingga 50–60 cm dan memasuki permukiman, mengganggu aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Cegah Banjir di Musim Peralihan, BNPB Kendalikan Langit Jawa Barat dengan Operasi Modifikasi Cuaca

Sebanyak 2.568 KK (sekitar 8.033 jiwa) dan 1.512 unit rumah terdampak luapan air pasang ini.

BPBD Indramayu bersama instansi terkait segera melakukan pendataan dan memastikan kebutuhan warga terpenuhi.

Laporan terkini menyebutkan air rob telah surut dan warga memulai pembersihan rumah.

BNPB mengingatkan masyarakat di wilayah rawan agar selalu mewaspadai perubahan cuaca dan memastikan saluran drainase tidak tersumbat, mengingat Jabar berada dalam Status Siaga Darurat Bencana hingga April 2026.

Baca Juga: Gubernur Jabar Tekankan Penataan Kawasan Secara Komprehensif, KDM : Kabupaten Bekasi Harus Bebas Kumuh dan Banjir

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.