Jabar

Purwakarta Memanas! Ratusan Buruh Tuntut Kenaikan UMK 9 Persen, Massa Ojol Geruduk Polres Protes Penganiayaan

| 22 Desember 2025, 22:36 WIB
Purwakarta Memanas! Ratusan Buruh Tuntut Kenaikan UMK 9 Persen, Massa Ojol Geruduk Polres Protes Penganiayaan

 

AKURAT JABAR – Kabupaten Purwakarta mendadak mencekam pada Senin (22/12/2025). Dua aksi massa besar terjadi secara beruntun, mulai dari unjuk rasa ratusan buruh yang menuntut kenaikan upah hingga aksi solidaritas ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang mengepung Mapolres Purwakarta.

 

Buruh Tuntut Kenaikan UMK 2026 Sebesar 9 Persen

Sejak Senin pagi, Jalan Veteran lumpuh total akibat ratusan buruh dari berbagai elemen serikat pekerja mengepung Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Purwakarta.

Kedatangan mereka adalah untuk mendesak kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2026 sebesar 9 persen.

Perwakilan Serikat Pekerja Nasional (SPN) Purwakarta, Indra, menyebutkan bahwa angka 9 persen didasarkan pada lonjakan harga kebutuhan pokok sesuai survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Dia juga menyebut, hingga saat ini, rapat Dewan Pengupahan masih mengalami kebuntuan (deadlock).

Baca Juga: May Day 2025: Presiden Prabowo Tanggapi 6 Tuntutan Buruh

 

Perbandingan Usulan Kenaikan UMK Purwakarta:

  • Serikat Buruh: 9% (Kenaikan ± Rp310.000)
  • Akademisi: 7%
  • Pemerintah: 6%
  • Apindo: 5%

"Jika di Disnakertrans ini tetap deadlock, langkah kami bulat: massa akan bergerak langsung mengepung kantor Bupati Purwakarta, Om Zein," tegas Indra.

Baca Juga: Bupati Om Zein Didemo Ratusan Ojol, Ini Respon Pemda Purwakarta Terhadap Tuntutan Masa Aksi

 

Mencekam! Massa Ojol "Geruduk" Polres Purwakarta

Di tengah kemelut aksi buruh, situasi semakin memanas saat sore hari. Ratusan driver yang tergabung dalam Gabungan Aliansi Ojol Purwakarta (GAOP) melakukan aksi "geruduk" ke Mapolres Purwakarta.

Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum buruh terhadap seorang pengemudi ojol di Jalan Veteran, Kelurahan Nagri Kaler.

Kronologi Insiden

Wakil Ketua GAOP, Thomas Sopacua, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat seorang driver tengah melintas di depan gerai Yoshinoya untuk mengantar pesanan.

Baca Juga: Pemerintah Catat 228 Aksi Demonstrasi Terjadi di 35 Provinsi, 42 Diantaranya Berujung Anarkis

Di saat yang sama, lokasi tersebut sedang dipadati massa demo buruh. Gesekan tak terhindarkan hingga berujung pada tindakan kekerasan fisik terhadap driver ojol tersebut.

"Kami datang murni meminta keadilan. Rekan kami sedang mencari nafkah, tapi malah dianiaya. Kami menuntut pelaku segera ditangkap untuk menjaga kondusivitas antar-elemen masyarakat," ujar Thomas di hadapan massa yang memadati halaman Polres.

 Baca Juga: Ratusan Ojol Kembali Geruduk Gedung Sate dan DPRD Jabar, Gelar Bersih-bersih Pasca Aksi Demonstrasi

 

Upaya Mediasi dan Pengamanan Ketat

Perwakilan massa ojol kemudian melakukan audiensi dengan jajaran pejabat Polres Purwakarta.

Sementara itu, aparat kepolisian juga terlihat memperketat penjagaan di pintu masuk Mapolres guna mengantisipasi bentrokan susulan.

Kondisi lalu lintas di pusat kota Purwakarta terpantau mengalami kemacetan panjang akibat tumpukan massa dari kedua belah pihak di titik-titik strategis.

Baca Juga: Aksi Besar di Purwakarta: HMI, BEM, dan Elemen Rakyat Desak DPRD Wujudkan Keadilan Sosial

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.