Pemerintah Catat 228 Aksi Demonstrasi Terjadi di 35 Provinsi, 42 Diantaranya Berujung Anarkis

AKURAT JABAR - Pemerintah Republik Indonesia telah mencatat sejumlah aksi demonstrasi yang digelar oleh masyarakat dan mahasiswa di seluruh wilayah Indonesia sejak tanggal 25 Agustus hingga 7 September 2025.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut ada sebanyak 228 aksi penyampaian aspirasi di muka umum, tersebar di berbagai wilayah provinsi dan kabupaten/kota.
Tito sendiri menegaskan, bahwa penyampaian pendapat di muka umum telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Aspirasi tersebut dapat disampaikan baik melalui media, parlemen, maupun dengan cara menggelar aksi demonstrasi di jalanan.
Baca Juga: Jaga Ketertiban Umum, Mendagri Dorong Seluruh Kepala Daerah Aktifkan Kembali Siskamling Secara Masif
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Mendagri Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar di Jakarta, pada Senin (8/9/2025).
"Mengupdate aksi penyampaian aspirasi yang terjadi antara 25 Agustus sampai dengan 7 September 2025, tercatat ada 228 aksi demo, lebih tepat sebetulnya penyampaian pendapat di muka umum. Tolong bahasanya kita harus sama-sama ya," imbuhnya.
Dari jumlah total sebanyak 228 kali aksi, Tito menjabarkan secara lebih terperinci sesuai dengan daerah provinsi dan kabupaten/kota. Bahwa dari sebanyak 514 kabupaten/kota yang ada, sedikitnya ada 142 aksi unjuk rasa yang tercatat pada periode tersebut.
Baca Juga: Tuntutan 17+8 Dijawab! DPR RI Setop Tunjangan Rumah dan Kunker ke Luar Negeri
Adapun sisanya, lanjut Tito - tidak terdapat aksi demonstrasi di tingkat kabupaten/kota. Hal tersebut diklaim Tito berkat adanya komunikasi atau kerjasama yang baik dari forkopimda.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap beberapa daerah yang dinilai berhasil menjaga kondusifitas daerah dengan baik.
Dari 142 kabupaten/kota yang terjadi aksi demonstrasi, ada sebanyak 42 aksi yang dikabarkan berakhir dengan kekerasan atau bersifat anarkis.
Baca Juga: Gelombang Aksi Meningkat, Kepala Daerah Diminta Fokus Ciptakan Stabilitas Sosial
Sementara itu, sebanyak 102 aksi penyampaian pendapat sisanya berlangsung secara kondusif tanpa menimbulkan kerusakan dan kekerasan yang berarti.
Tito menyebut seluruh aksi yang digelar tersebut terjadi di 35 provinsi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut menunjukkan betapa banyaknya partisipasi rakyat dalam menyuarakan pendapatnya di muka umum.
Untuk itu, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya saluran komunikasi yang baik agar aksi demonstrasi berlangsung secara aman dan tertib.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





