Jabar

Program Pendidikan di Barak Militer Berakhir, Orang Tua Siswa Sampaikan Ini Kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

| 22 Mei 2025, 16:25 WIB
Program Pendidikan di Barak Militer Berakhir, Orang Tua Siswa Sampaikan Ini Kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

AKURAT JABAR - Sebanyak 273 pelajar SMA/SMK Jawa Barat telah selesai dan dinyatakan lulus mengikuti pendidikan karakter Gapura Panca Waluya Jawa Barat Istimewa bertepatan dengan peringatan Harkitnas ke-117, Selasa (20/5/2025).

Mereka telah dibina secara intensif berupa pelatihan kedisiplinan, kerjasama, pendidikan fisik dan mental selama 18 hari di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Pasca selesai mengikuti pelatihan, sejumlah orang tua memberikan apresiasi tinggi kepada KDM - sapaan akrab Dedi Mulyadi yang telah menyelenggarakan pendidikan tersebut untuk anak-anak mereka.

Baca Juga: Bupati Purwakarta Om Zein Tunaikan Janji: Beli Tanah untuk Bah Mamat, Orang Tua Siswa Alumni Barak Militer

Pendidikan tersebut dinilai sebagai program yang mampu membentuk karakter dan kedisiplinan para pelajar, terutama bagi mereka yang sebelumnya membutuhkan perlindungan khusus.

Salah satunya diungkapkan oleh orang tua siswa asal Kabupaten Ciamis, Tintin. Ia mengaku melihat perubahan positif yang signifikan setelah anaknya mengikuti pendidikan karakter tersebut.

Titin mengaku, bahwa sebelum ikut pelatihan, anaknya sering dipanggil ke ruang Bimbingan Konseling (BK) sekolah karena diduga kerap terlibat dalam perkelahian.

Baca Juga: KPAI Rilis Temuan Pengawasan Program Pendidikan Barak Militer, Ketua LPAI: Jangan Gengsi untuk Jadikan Gerakan Nasional

"Alhamdulillah, bangga sekali bisa hadir di sini. Mudah-mudahan anak saya menjadi lebih tekun, disiplin, patuh kepada orang tua, dan menghargai teman. Kebetulan dulu dari sekolah didaftarkan dan anaknya juga mau ikut," ucapnya saat acara ramah tamah orang tua siswa di Bale Pakuan Kota Bandung, Selasa (20/5/2025).

Senada dengan Titin, orang tua siswa asal Kota Bogor, Setiawati berharap melalui pendidikan karakter dan kedisiplinan, dapat mendorong anaknya untuk meraih cita-citanya sebagai atlet.

"Anak saya dari SMKN 4 Bogor, karakter dasarnya kurang sabaran. Saya harap pendidikan ini jadi pengalaman berharga. Waktu SMP dia pernah juara lomba lari maraton se-Jawa Barat, semoga dari sini bisa berkembang," ujar Setiawati.

Baca Juga: Harkitnas 2025, KDM: Dari Program Barak Militer, Hingga Kebangkitan Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa

Di Barak Militer mereka menjalani pelatihan dengan sistem camp selama dua minggu lebih. Perkembangan para siswa kemudian dipantau dan dievaluasi selama satu tahun, termasuk dari aspek psikologis.

"Sempat bertemu minggu lalu saat kunjungan orang tua, sekarang ketemu lagi saat kelulusan. Hasilnya sangat membanggakan. Saya baru tahu Gedung Sate, Gedung Pakuan, dan Dodik karena anak saya ikut program ini," tutur Setiawati.

Ia juga mengapresiasi program pendidikan di barak militer yang telah dibuat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, membuat perubahan signifikan pada anaknya.

Baca Juga: Harkitnas 117 Tahun, Gubernur KDM Jadikan Peserta Barak Petugas Upacara: Bangkitlah Anak Mudaku, Bangkitlah Indonesiaku!

"Program ini sangat bagus, sangat membantu. Anak saya jadi lebih menghargai orang tua, lebih sabar. Pokoknya banyak perubahannya. Pak Dedi is the best," ujar Setiawati.

Begitu pula dengan Yogi, orang tua siswa yang juga tinggal di Ciamis, mengaku ada perubahan signifikan pada anaknya yang sebelumnya berwatak keras. Ia bahkan berharap program tersebut terus berlanjut.

"Awalnya dari sekolah ada kesempatan, kami sangat antusias. Kalau pun tidak didaftarkan, kami siap daftar mandiri. Harapan kami, program ini terus berlanjut hingga anak-anak lulus sekolah," ungkapnya.

Baca Juga: Pelatihan Pelajar di Barak Militer Purwakarta Berakhir, Bupati Om Zein: Perketat Program Pendidikan Selanjutnya

Selain orang tua siswa, seorang siswa peserta pendidikan karakter yang berasal dari SMA Negeri 3 Ciamis bernama Prabu, juga mengaku senang mengikuti program tersebut.

Tidak hanya senang, ia justru tidak ada rasa kapok sedikitpun, bahkan mengaku banyak belajar hal baru ketika belajar di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi.

"Senang ikut program ini. Ada materi pelajaran, praktek, PBB, olahraga dan kegiatan lainnya," ungkap Prabu.

Baca Juga: Dedi Mulyadi: Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik Pelemahan Generasi Bangsa Indonesia

Program Gapura Panca Waluya adalah bagian dari upaya Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, serta siap menghadapi tantangan di masa mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.