Jabar

Harkitnas 2025, KDM: Dari Program Barak Militer, Hingga Kebangkitan Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa

| 21 Mei 2025, 11:28 WIB
Harkitnas 2025, KDM: Dari Program Barak Militer, Hingga Kebangkitan Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa

AKURAT JABAR - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional 117 tahun di Lapangan Gasibu dan Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, pada Selasa (20/5/2025).

Hari bersejarah ini bukan hanya momentum seremonial peringatan tahunan secara nasional, tetapi juga menjadi hari yang istimewa bagi para pelajar Jawa Barat peserta pendidikan karakter di barak militer.

Pasalnya, Harkitnas tahun 2025 tersebut sekaligus menjadi tanda bahwa sebanyak 273 pelajar Jawa Barat telah selesai mengikuti pendidikan karakter Gapura Panca Waluya di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi.

Baca Juga: Gelar Upacara Harkitnas ke-117 di Purwakarta, Bangkit untuk Indonesia Emas

Sebagian pelajar tersebut juga dilibatkan menjadi petugas upacara, mereka menjadi pasukan pengibar bendera dan sebagian lain melaksanakan defile bersama 11 pasukan elit TNI/Polri pada akhir prosesi upacara.

Suasana haru kemudian menyelimuti seluruh peserta upacara, khususnya saat pertemuan para siswa bela negara dengan orang tua dan keluarga mereka, setelah 18 hari mengikuti pendidikan di barak militer.

Namun, tidak semua anak dijemput oleh orang tuanya, sebagian dari mereka ada yang berstatus yatim. Untuk itu, gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merangkul mereka dan dijadikan sebagai anak angkatnya.

Baca Juga: Harkitnas 117 Tahun, Gubernur KDM Jadikan Peserta Barak Petugas Upacara: Bangkitlah Anak Mudaku, Bangkitlah Indonesiaku!

Bahkan, rencananya mereka akan disekolahkan hingga dipersiapkan menjadi prajurit TNI/Polri ataupun melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi sesuai dengan minat mereka.

"Ini kan urusannya soal rasa, hati, dan cinta. Siapa sih orang tua tidak terharu bertemu anaknya yang sudah berubah," ujar Dedi Mulyadi usai rangkaian acara di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (20/5/2025).

Program yang diinisiasi oleh KDM - sapaan akrab Dedi Mulyadi tersebut merupakan salah satu ikhtiar dalam membangun hubungan emosional antara pihak pemerintah dengan masyarakatnya.

Baca Juga: Pelatihan Pelajar di Barak Militer Purwakarta Berakhir, Bupati Om Zein: Perketat Program Pendidikan Selanjutnya

Ia juga mengaku akan mengembangkan program tersebut menjadi Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa, yang tetap akan berpusat di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi.

Sekolah tersebut nantinya akan dibuat lebih terbuka untuk dapat bekerja sama dan berkolaborasi dengan pihak lain.

Upaya Menumbuhkan Rasa Nasionalisme

Rencananya, para peserta tidak hanya diikuti oleh pelajar yang membutuhkan perlindungan khusus saja, melainkan juga siswa lainnya - agar dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Baca Juga: Rieke Kunjungi Barak Militer Purwakarta, Canangkan Sekolah Anak Istimewa Bagi Anak-anak Bermasalah

"Jadi membangun hubungan negara dengan rakyat itu dengan rasa, bukan urusan administrasi kewilayahan. Banyak orang meragukan, akhirnya waktu yang menjawab," ucap KDM.

"Ini kan angkatan pertama, pendidikan dua mingguan," sambungnya.

KDM menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh peserta pendidikan karakter yang telah menunjukan rasa tanggungjawabnya sebagai manusia, serta menunjukan harapan dan masa depannya.

Baca Juga: Menkomdigi Kunjungi Barak Militer di Purwakarta, Meutya Hafid: Jawa Barat Jadi Program Percontohan

"Jika kalian mau bersungguh-sungguh untuk berubah dan tak putus semangat belajar, maka apapun cita-cita kalian akan lebih mungkin untuk dicapai," imbuhnya.

"Saya yakin besok kalian semua ada yang jadi tentara, polisi, dokter, pilot, ASN atau pengusaha. Jadi petani, damkar atau apapun yang penting kalian menjadi orang-orang yang bermanfaat bagi diri dan lingkungan," tutur KDM.

Ia menyebut bahwa mereka merupakan anak-anak Jawa Barat, anak-anak yang hebat, generasi emas yang tengah menata diri menuju Indonesia unggul.

Baca Juga: Disdik Purwakarta Gandeng Psikolog, Berikan Konseling Bagi Orang Tua yang Anaknya Dididik di Barak Militer

"Kalian bukan anak nakal, tapi semua adalah anak hebat, anak Indonesia, anak Jawa Barat, dan anak masa depan," sambungnya.

Sementara itu Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto, mengapresiasi Pemprov Jabar atas penyelenggaraan pendidikan karakter Panca Waluya dan telah meluluskan angkatan pertamanya.

"Ini adalah salah satu langkah yang sangat gemilang. Bagaimana menyalurkan potensi setiap anak yang pada dasarnya kreatif, energik, penuh dinamika, tapi karena lingkungan tidak kondusif baik di lingkungan rumah, sekolah maupun pergaulan akhirnya menyimpang dan diarahkan dengan tegas secara positif," ucap Kak Seto.

Baca Juga: Kak Seto Datangi Barak Militer, Tinjau Langsung Pendidikan Karakter Panca Waluya: Tak Ada Pelanggaran Hak Atas Anak!

Mendorong Evaluasi Berkala

Kak Seto tetap mendorong agar ada evaluasi secara berkala, menerima kritik yang membangun secara terbuka, hingga melibatkan psikolog guna memastikan anak-anak pada kondisi psikologis yang baik.

Ia juga mendorong para pihak lain agar tidak gengsi untuk meniru program pendidikan karakter ala Jabar, termasuk jika program ini diadopsi menjadi suatu gerakan nasional.

"Jadi dalam hal ini kami apresiasi dan tetap harus dievaluasi sampai akhir, beberapa akan kami ikuti, juga ada tim psikolog sehingga kalau nanti hasilnya positif jangan ragu-ragu dan gengsi untuk dijadikan gerakan nasional," tutur Kak Seto.

Baca Juga: KPAI Kunjungi Barak Militer, Lakukan Pengawasan Perlindungan Anak Pada Program Pendidikan Karakter di Purwakarta

Bagaimanapun, menurutnya - kritik yang membangun tentu sangat diperlukan. Oleh karena itu dirinya mengajak semua unsur untuk dapat bersatu dalam memberikan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak hebat.

Kak Seto menilai, pendidikan formal dan informal dalam keluarga juga perlu dilengkapi dengan pendidikan yang bersifat non formal. 

"Itu bisa saja di Dodik Bela Negara, perpustakaan, sarana gelanggang olahraga mauun sanggar-sanggar seni. Jawa Barat bisa menjadi contoh dan alternatif," katanya.

Baca Juga: Meski Tuai Kritikan, Dedi Mulyadi Tambah Program Untuk Pemuda Dewasa Buat Resah Ikut Pendidikan di Barak Militer

Kak Seto sendiri mengaku terharu, bahkan meneteskan air mata saat melihat para siswa barak militer lulus dan bertemu langsung dengan orang tua ataupun anggota keluarganya.

"Anak-anak pada dasarnya membutuhkan uluran cinta dari tokoh-tokoh seperti orang tua, guru, pemimpin, pejabat, sehingga mereka menjadi bunga yang sangat mekar," tandas Seto Mulyadi.

Baca Juga: Disdik Purwakarta Gandeng Psikolog, Berikan Konseling Bagi Orang Tua yang Anaknya Dididik di Barak Militer

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.