Jabar

Murah! Akta Notaris Kopdes Kelurahan Merah Putih Dinego Menkop Budi Arie

| 18 Mei 2025, 18:52 WIB
Murah! Akta Notaris Kopdes Kelurahan Merah Putih Dinego Menkop Budi Arie

AKURAT JABAR - Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI tengah mendorong percepatan pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih melalui Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus (Musdesus).

Hasil Musdesus itu kemudian dijadikan dasar untuk dapat mengurus pada tahap selanjutnya, yakni legalitas Kopdes Merah Putih kepada Notaris, dan selanjutnya ke Kementerian Hukum.

Menteri Koperasi RI Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan Ikatan Notaris Indonesia (INI) agar seluruh biaya pendirian koperasi mendapatkan harga yang terjangkau.

Baca Juga: Zulhas: Modal Awal Kopdes Merah Putih Sebesar 3 Miliar, Tidak Ada Pembagian Uang Gratis!

Nota Kesepakatan Kerjasama antara Kemenkop dan INI tersebut telah ditandatangani bersama pada 24 April 2025 lalu, agar penerbitan akta notaris koperasi menjadi lebih cepat.

Sebelumnya, pembuatan akta notaris untuk pendirian sebuah lembaga berkisar di angka 5 - 7 juta. Namun, setelah adanya kerjasama tersebut, biaya maksimal yang dapat dibayarkan oleh kades atau koperasi hanya sebesar Rp2,5 juta saja.

"Kalau setiap desa membikin akta notaris untuk koperasi desa dan kelurahan Merah Putih satu desa satu, saya tanya ke notaris, harganya bisa 5 sampai 7 juta," ujar Budi.

Baca Juga: Zulhas dan KDM Luncurkan Pembentukan Kopdes Merah Putih Provinsi Jawa Barat, Dorong Kemandirian Masyarakat Desa

"Kami dari Kemenkop kemudian berdiskusi dengan Ikatan Notaris Indonesia, demi mendukung pembentukan 80 ribu koperasi desa dan kelurahan Merah Putih, biaya akta notaris dimurahin, hanya di angka maksimal Rp2,5 juta,” jelasnya.

Hal ini dijelaskan Menkop Budi dalam acara Peluncuran dan Dialog Percepatan Pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih se-Jawa Barat di Hall Indoor Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (15/5/2025).

Dengan demikian, Menkop Budi Arie berharap, dengan murahnya biaya pembuatan akta notaris Kopdes Merah Putih tersebut memberikan dampak yang signifikan.

Baca Juga: Bentuk Koperasi Merah Putih, Jawa Barat Targetkan Desa dan Kelurahan Tuntas Gelar Musdesus Tanggal 31 Mei

Ia juga berharap, pembentukan Kopdes Merah Putih ini berjalan sesuai target, yakni terbentuknya 80 ribu Kopdes Merah Putih berbadan hukum pada bulan Juni 2025.

Budi Arie juga menyampaikan, bahwa efisiensi tidak hanya berlaku hanya pada proses pendirian koperasi saja, melainkan hingga ke tingkat operasionalisasinya.

Hal ini terjadi karena Kopdes Merah Putih sangat istimewa. Komoditas yang akan dikelola oleh koperasi ini merupakan komoditas yang disubsidi negara, kemudian disalurkan ke masyarakat. 

Baca Juga: Ditunjuk Presiden Jadi Ketua Satgas Kopdes Merah Putih, Zulhas: Siap Kembangkan Ekonomi Desa

“Bayangkan kalau semua barang-barang dibeli secara grosir oleh koperasi seperti beras, gas bersubsidi, pupuk bersubsidi, minyak goreng dan lainnya tentu akan lebih murah. Saya yakin Kopdes/Kel akan jual lebih murah dari tempat lain,” kata Budi Arie.

Maka dari itu, ia menekankan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan tersebut harus mendapatkan keuntungan, agar keuntungan itu dapat dikembalikan kepada anggota koperasi. 

“Maka, Koperasi Desa/Kel Merah Putih ini harus untung, karena kan dibagi untuk anggota koperasi,” imbuhnya.

Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG di Cianjur, BGN Siap Evaluasi dan Tingkatkan Pengawasan

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan yang juga sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih Zulkifli Hasan mendorong agar seluruh desa dan kelurahan segera menggelar Musdesus. 

"Jadi tolong kepada seluruh Kepala Desa, kalau mau mengubah desanya menjadi lebih unggul, maju dan ekonominya kuat, segera lakukan musyawarah desa untuk pembentukan Kopdes Merah Putih,” ungkap Zulhas - sapaan akrab Zulkifli Hasan.

Sementara, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam pidatonya menyebut telah menyiapkan sejumlah anggaran untuk pembiayaan akta notaris koperasi di Jawa Barat sebesar 14 miliar dan akan dituntaskan pada bulan ini.

Baca Juga: Gandeng ITB, Gubernur Dedi Mulyadi: Pembangunan Desa Berbasiskan Lingkungan dan Budaya

"Itu tanggungjawab kami, kami yang menyiapkan uangnya. 14 miliar kalau tidak salah saya hitung. Tidak perlu pusing, 14 miliar bagi provinsi itu kecil, tidak akan membebani desa," jelas Gubernur Dedi Mulyadi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.