Jabar

Kick Off KIJB 2025: Discovering Innovation, Create The Future, Untuk Mewujudkan Jawa Barat Istimewa

| 30 Mei 2025, 13:05 WIB
Kick Off KIJB 2025: Discovering Innovation, Create The Future, Untuk Mewujudkan Jawa Barat Istimewa

AKURAT JABAR - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan bahwa inovasi merupakan salah satu alat guna mengakselerasi tercapainya tujuan pembangunan.

Hal itu diungkapkan Sekda Herman saat menghadiri secara daring pada Kick Off Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2025 dengan tema "Discovering Innovation Create The Future", Rabu (28/5/2025).

"Kita tidak bisa melompat tanpa inovasi, kalau pakai cara-cara biasa ya ngereyeuh nikreuh (step by step)," ungkapnya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Lantik JPT Pemprov Jabar di Sebuah Pabrik, Berikut Daftar Nama dan Jabatannya!

Oleh sebab itu, Herman mendorong hadirnya inovasi terhadap semua layanan masyarakat agar menjadi lebih mudah, efektif, efisien dan murah. 

Ia juga menegaskan, berbicara inovasi itu orientasinya bukan sebagai proyek yang malah menghabiskan banyak anggaran pemerintah.

Apalagi jika melihat postur APBD, baik ditingkat pemda provinsi maupun kabupaten dan kota, mengingat semua anggaran mempunyai keterbatasan.

Baca Juga: Kolaborasi Perum Jasa Tirta II dengan Pemkot Bekasi: Bukan Sekadar Proyek, Intake Baru Jadi Solusi Bersama

"Jangan sampai olok kejo (boros), kalau seperti itu bukan inovasi, masih biasa-biasa, busines as usual," ujar Herman.

Secara prinsip - lanjut Herman, justru dengan adanya novasi harusnya suatu pembangunan bersifat murah, mudah, efisien, dan efektif agar memberikan dampak manfaat yang dirasakan langsung masyarakat.

"Silahkan munculkan inovasi canggih, tapi jangan sampai inovasi ujung-ujungnya duit. Kalau bisa inovasi itu tanpa APBD, tapi ada terobosan," imbuhnya.

Baca Juga: Pemprov Jabar dan Korea Selatan Teken MoU, Siap Jalin Kerja Sama Program Green Smart City

Selain itu, Herman menekankan agar inovasi tidak melulu identik dengan teknologi informasi, namun juga dapat berbasiskan social engineering ataupun rekayasa sosial.

"Misalnya dengan APBD, ada uang Rp1 miliar bangun jalan cuma dapat satu kilometer, tapi dengan rekayasa sosial, dengan jumlah uang satu miliar bisa sampai 10 kilometer karena di dalamnya ada partisipasi masyarakat, ada gotong royong, itu kan inovasi," ujarnya.

"Hari gini menggerakkan masyarakat kan tidak mudah, maka tolong dalami sejauh mana partisipasi masyarakat, pengusaha, dan tadi itu, yang penting ada terobosan," terang Herman.

Baca Juga: Pemprov Jabar Raih Opini WTP 14 Kali Berturut-turut, KDM Apresiasi BPK Saat Ini

Ia berharap, beberapa inovasi yang dihadirkan tersebut harus berimplikasi pada perbaikan angka-angka indikator makro pembangunan.

Sehingga - tutur Herman, hal itu berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendorong percepatan dalam upaya mewujudkan Jawa Barat Istimewa.

Baca Juga: DPRD Jabar Apresiasi Opini WTP atas LHP LKPD Provinsi Jabar TA 2024, BPK Soroti Sejumlah Temuan

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.