Jabar

Kolaborasi Perum Jasa Tirta II dengan Pemkot Bekasi: Bukan Sekadar Proyek, Intake Baru Jadi Solusi Bersama

| 28 Mei 2025, 23:34 WIB
Kolaborasi Perum Jasa Tirta II dengan Pemkot Bekasi: Bukan Sekadar Proyek, Intake Baru Jadi Solusi Bersama

AKURAT JABAR - Bekasi, PJT II – Di tengah langit cerah dan semangat kebersamaan yang mengalir, suasana penuh optimisme menyelimuti prosesi peletakan batu pertama pembangunan Intake Siltrap Lama yang dilakukan antara Perum Jasa Tirta II dengan Pemerintah Kota Bekasi. Sebuah simbol konkret yang menandai dimulainya langkah strategis relokasi sumber air baku dari Kali Bekasi ke Kalimalang, sebagai respons atas krisis air yang kian mendesak.
Prosesi simbolis ini dilaksanakan dengan penuh semangat kolaborasi kedua belah pihak, di mana turut hadir dalam momen penting ini, Direktur Operasi dan Pemeliharaan Perum Jasa Tirta II, Anton Mardiyono, dan Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono — dua sosok yang menyuarakan semangat perbaikan dan ketahanan air di hadapan tantangan perubahan iklim dan pencemaran lingkungan yang nyata.
Proyek relokasi ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan jawaban terhadap kekeringan parah dan pencemaran limbah yang terjadi di Kali Bekasi pada 2023. Penurunan drastis debit air dan kualitas air baku kala itu berdampak pada distribusi air bersih bagi masyarakat. Situasi genting tersebut mendorong lahirnya langkah konkrit untuk memindahkan intake ke lokasi yang lebih strategis, yang terkoneksi langsung dengan sistem irigasi Tarum Barat.
“Kami telah beberapa kali merekayasa saluran agar terkoneksi dengan Tarum Barat, sehingga arah aliran air bisa dioptimalkan,” jelas Direktur Operasi dan Pemeliharaan Perum Jasa Tirta II, Anton Mardiyono.
Lebih jauh, Walikota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan bahwa langkah ini adalah bentuk nyata hadirnya negara di tengah kebutuhan dasar rakyat. Air bersih adalah hak masyarakat. Sehingga semua pihak harus hadir bukan hanya saat krisis, tapi juga untuk menjamin masa depan yang lebih baik.
Peletakan batu pertama ini membawa pesan yang lebih besar dari sekadar pembangunan fisik. Ini adalah simbol dari visi jangka panjang untuk mewujudkan sistem ketahanan air yang berkelanjutan, andal, dan inklusif. Dalam proyek ini, PJT II tidak hanya menjalankan peran teknis, namun juga memperkuat komitmen kolektif terhadap ketahanan air nasional.
“Pembangunan intake ini bukan hanya solusi teknis, tapi wujud dari tanggung jawab moral kami untuk masa depan air Indonesia,” tambah Anton.
Kini, dengan dimulainya pembangunan Intake Siltrap Lama, Kota langkah tegas dialkukan menuju masa depan yang lebih tangguh dan berdaya. Ini bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan tonggak perubahan yang memperkuat tekad bersama bahwa ketahanan air adalah fondasi bagi ketahanan bangsa. Di tengah tantangan iklim dan tekanan lingkungan, semangat kolaborasi hari ini menjadi pijakan untuk memastikan bahwa setiap warga, generasi kini dan mendatang, akan tetap bisa menikmati air bersih yang layak, adil, dan berkelanjutan.
Harapan besar tersemat pada setiap tetes air yang kelak mengalir dari intake baru ini yakni air yang akan membawa kehidupan, kesehatan, dan kemajuan. Dalam sinergi lintas sektor ini, tergambar jelas bahwa menjaga sumber daya air bukanlah tugas satu pihak, tetapi amanah bersama. Karena air, adalah kehidupan. Dan hari ini, langkah menuju kehidupan itu kembali diperkuat, satu batu demi satu harapan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.