Jabar

Indonesia Kutuk Serangan Israel ke Gereja Keluarga Kudus, Kemlu: Desak Dewan Keamanan PBB Hentikan Serangan ke Gaza

| 20 Juli 2025, 00:12 WIB
Indonesia Kutuk Serangan Israel ke Gereja Keluarga Kudus, Kemlu: Desak Dewan Keamanan PBB Hentikan Serangan ke Gaza

AKURAT JABAR - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengecam keras serangan yang dilancarkan Israel terhadap Gereja Keluarga Kudus pada Kamis, 17 Juli 2025, di Gaza, Palestina.

Pasalnya, serangan yang dilakukan oleh Israel tersebut tidak mencerminkan komitmen sepenuhnya terhadap Hukum Humaniter Internasional.

“Serangan ini mencerminkan pengabaian sepenuhnya Hukum Humaniter Internasional dan kemanusiaan serta kesucian tempat beribadah,” terang Kemlu dalam unggahan di akun media sosial X resminya, pada Jumat (18/7/2025).

Baca Juga: Israel Perintahkan Warga Rafah Gaza Mengungsi: Ancaman Baru bagi Palestina?

Kemlu menyatakan, bahwa Indonesia secara tegas mengutuk serangan yang dilakukan oleh Israel tersebut terhadap satu-satunya Gereja Katolik yang ada di Gaza.

Serangan tersebut juga menyasar rakyat sipil yang tidak bersalah di Gaza, Palestina, sehingga menimbulkan korban jiwa.

“Hal ini semakin menunjukkan tidak adanya komitmen Israel dalam memenuhi kewajiban hukumnya sebagai Kuasa Pendudukan, apalagi terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan,” tulis Kemlu.

Baca Juga: Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden MBZ Bahas Upaya Perdamaian di Gaza

Kemlu pun menegaskan, baik situs keagamaan, fasilitas medis, maupun fasilitas sipil lainnya tidak boleh dijadikan target sasaran karena dilindungi oleh hukum internasional.

Indonesia, dalam hal ini akan terus mendesak komunitas internasional, terutama Dewan Keamanan PBB agar segera mengambil langkah tegas untuk menekan Israel menghentikan semua serangan terhadap Palestina.

Indonesia juga meminta agar Israel kembali kepada negosiasi gencatan senjata di bawah Solusi Dua Negara.

Baca Juga: 47 Warga Palestina Dibunuh Pasukan Israel di Gaza, 11 Orang Diantaranya Sedang Menunggu Bantuan

Akibat serangan yang dilancarkan Israel ke gereja tersebut, sedikitnya dua warga Gaza dikabarkan meninggal dan 13 warga lainnya terluka, termasuk Pendeta Paroki Gabriel Romanelli beserta satu orang anak berusia 3 tahun dan satu orang diantaranya adalah penyandang disabilitas.

Serangan tersebut juga menghancurkan bangunan gereja serta fasilitas lainnya dengan kerusakan yang sangat parah.

Diketahui, gereja tersebut telah menampung banyak warga baik dari kalangan Kristen maupun dari umat Muslim Palestina yang menjadi tempat mengungsi sejak Oktober 2023.

Baca Juga: Presiden Prabowo Buka Indo Defence 2025 Expo & Forum, Ajak Seluruh Pihak Jaga Perdamaian Dunia

Insiden tersebut membuat Komite gereja Palestina menyerukan agar para pemimpin gereja dan pemuka agama Kristen di seluruh dunia turut bersuara dan secara terang-terangan mengecam terhadap serangan Israel tersebut.

Dalam beberapa serangan mematikan di Jalur Gaza, pasukan Israel telah membombardir sejumlah tempat ibadah, termasuk Gereja Baptis Gaza dan Gereja Ortodoks Yunani Santo Porphyrius.

Kedua tempat ibadah tersebut merupakan gereja tertua yang ada di Jalur Gaza dan merupakan salah satu gereja tertua ketiga di dunia.

Baca Juga: Konflik Iran-Israel Meningkat, Menlu RI Harapkan Ketegangan Segera Selesai Agar Cegah Situasi Memburuk

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.