Jabar

Tekan Ketergantungan TPA, Wali Kota Farhan Perkuat Pengelolaan Sampah Kota Bandung 2026

| 4 Februari 2026, 13:49 WIB
Tekan Ketergantungan TPA, Wali Kota Farhan Perkuat Pengelolaan Sampah Kota Bandung 2026

AKURAT JABAR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan pengiriman sampah ke TPA Sarimukti sepanjang Januari 2026 tetap stabil mengikuti regulasi lama.

Pemkot Bandung mencatat rata-rata pengiriman mencapai 170,04 rit atau sekitar 979 ton sampah setiap harinya.

“Rata-rata pengiriman kita masih berada di angka 170 rit per hari. Hingga saat ini, kami belum menerima kebijakan baru terkait perubahan kuota pengangkutan ke TPA Sarimukti,” ujar Farhan, Minggu (1/2/2026).

Baca Juga: Cek Longsor Sampah di TPA Sarimukti, Sekda Herman Pastikan Kondisi Aman

 

Antisipasi Penumpukan di SWK Bojonegara dan Tegallega

Farhan menjelaskan bahwa ketiadaan pengiriman pada hari Minggu kerap memicu lonjakan ritase pada hari Senin.

Kondisi ini menuntut penguatan tata kelola di tingkat hulu guna mencegah penumpukan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Selain itu, ia mengakui adanya kendala operasional di TPA Sarimukti akibat faktor cuaca. Hujan deras membuat lahan menjadi licin sehingga menghambat pergerakan alat berat dan memicu antrean kendaraan.

Baca Juga: KDM Bongkar Bangunan Liar di TPA Sarimukti KBB, Siap Perbaiki Sistem Pengelolaan Sampah dan Penataan Kawasan

Dampaknya, terjadi peningkatan tumpukan sampah di sub wilayah kota (SWK) Bojonegara dan Tegallega.

Sementara itu, terkait penanganan di Pasar Induk Caringin, Farhan menyebut pihak pengelola mulai menunjukkan perbaikan melalui pembentukan satuan tugas.

Meski masih melengkapi dokumen lingkungan, pasar swasta tersebut kini mendapat jatah kuota tiga rit per hari ke TPA Sarimukti untuk mengantisipasi kelebihan muatan.

Baca Juga: 150 Kubik Sampah Menumpuk di Eks TPA Dago, Pemkot Bandung Bergerak Cepat

 

Program Gaslah Jadi Solusi Pengelolaan dari Hulu

Sebagai langkah nyata dalam pengelolaan sampah Kota Bandung 2026, Pemkot Bandung meluncurkan program Gaslah pada 26 Januari yang lalu.

Program yang bermula di Ujungberung tersebut berfokus pada pemilahan sampah langsung dari tingkat rumah tangga dan RW.

“Kami menargetkan 1.376 petugas Gaslah sudah aktif pada minggu pertama Februari. Jika masih kurang, kami akan membuka rekrutmen ulang pada Maret mendatang,” tegas Farhan.

Baca Juga: Kurangi Beban TPA, DPRD Jabar Desak Solusi Sampah Jawa Barat 2026 Dimulai dari Desa

Selanjutnya, Pemkot Bandung juga menempatkan satu tenaga pendamping di setiap kelurahan untuk melakukan profiling wilayah.

Upaya ini dibarengi dengan pengoperasian kembali TPST melalui program ISWMP hingga Juni 2026. Seluruh rangkaian inovasi ini bertujuan untuk memutus ketergantungan pada TPA.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Dorong Cibangkong Jadi Pusat Pengolahan Sampah

“Semua ini kami lakukan untuk mengurangi ketergantungan pada TPA. Termasuk mengoperasikan kembali TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) yang dikelola melalui program ISWMP (Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project) hingga Juni 2026, agar pengolahan sampah di tingkat kota bisa berjalan lebih optimal,” jelas Farhan.

Wali Kota juga berharap pengolahan sampah di tingkat kota dapat berjalan lebih mandiri dan optimal melalui sinergi program Gaslah serta penguatan sistem TPS.

Baca Juga: Pemkot Bandung Tutup TPS Pasupati dan Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Warga

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.