Cegah Kerusakan Lingkungan, Pemprov Jabar Ingatkan Daerah Tak Tergiur Investasi Sawit

AKURAT JABAR – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah kota dan kabupaten agar tidak mudah tergiur dengan investasi perkebunan sawit.
Langkah ini bertujuan untuk melindungi kelestarian lingkungan, mengingat perkebunan sawit berpotensi merusak ekosistem lokal.
Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat, Gandjar Yudniarsa, menekankan pentingnya kajian mendalam sebelum daerah memutuskan untuk menerima investasi di sektor tersebut.
Pihaknya mengaku telah mensosialisasikan peringatan ini ke berbagai wilayah yang ada di Jawa Barat.
Baca Juga: Gubernur Jabar dan BPN Komitmen Dukung PTPN I Pulihkan Perkebunan Teh di Bumi Pasundan
Imbauan Kajian Mendalam bagi Kabupaten dan Kota
Dinas Perkebunan Jabar sebelumnya sudah melayangkan surat imbauan resmi kepada seluruh bupati dan wali kota sejak Maret lalu.
Isi surat tersebut meminta pemerintah daerah untuk meninjau ulang rencana penanaman sawit secara menyeluruh dari sisi dampak lingkungan.
"Kami memberikan imbauan agar daerah mengkaji secara mendalam soal penanaman sawit. Jangan sampai investasi ini justru merugikan lingkungan di masa depan," tegas Gandjar melalui keterangan persnya, Senin (29/12/2025).
Baca Juga: Cegah Bencana Lahan Kritis: Pemdaprov Jabar Tetapkan Alih Fungsi Lahan Sayur ke Teh Jabar di Puncak
Pemprov Jabar menaruh perhatian khusus pada isu ini karena banyak laporan mengenai perusahaan yang mengincar lahan di sejumlah titik.
Sebagai contoh, laporan pembukaan lahan sawit muncul di Cirebon, sementara di Kabupaten Kuningan, rencana serupa sempat mendapatkan penolakan keras dari warga.
Baca Juga: Data Mengejutkan: Jawa Barat Kehilangan 1,2 Juta Hektare Kawasan Lindung, Hanya Tersisa 400 Ribu Ha
Sawit Bukan Komoditas Unggulan di Jawa Barat
Gandjar sendiri menjelaskan bahwa kelapa sawit sebenarnya tidak tepat jika ditanam di Jawa Barat.
Secara geografis dan kesesuaian lahan, sawit tidak masuk dalam daftar komoditas unggulan daerah. Pemprov Jabar saat ini hanya memprioritaskan delapan komoditas perkebunan utama.
Delapan komoditas unggulan tersebut meliputi:
- Kopi
- Teh
- Tembakau
- Cengkeh
- Kakao
- Tebu
- Kelapa
- Karet
"Sawit tidak termasuk unggulan karena kondisi alam Jabar kurang sesuai. Pertimbangan kami jelas, yakni menjaga keseimbangan alam dan populasi tanaman yang sudah ada," tuturnya.
Fokus pada Pelestarian Komoditas Tradisional
Berbeda dengan sawit, tanaman seperti teh dan kopi sudah lama menjadi tulang punggung perkebunan di Jawa Barat karena didukung oleh kondisi alam yang ideal.
Karakter tanah dan iklim di Jabar lebih cocok untuk pengembangan delapan komoditas tradisional tersebut.
"Alam Jabar sangat mendukung untuk teh, kopi, dan karet. Kedelapan komoditas itu sudah ada sejak dulu dan terbukti berkelanjutan, berbeda dengan karakter sawit," pungkas Gandjar.
Baca Juga: Darurat Lingkungan! Pemdaprov Jabar Siapkan Moratorium Penebangan Hutan Jabar di Area Rawan Bencana
Melalui peringatan ini, Pemprov Jabar berharap pemerintah daerah lebih selektif dalam menerima investor.
Tujuannya agar pembangunan ekonomi tidak mengorbankan kualitas lingkungan yang menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





