Jaga Marwah Budaya Sunda, Gubernur Dedi Mulyadi Kucurkan Bantuan Rehabilitasi Rumah Adat Miduana Cianjur

AKURAT JABAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian warisan leluhur. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menyerahkan langsung bantuan sosial rehabilitasi rumah adat kepada 22 penerima manfaat di Kampung Kubang Bodas, kawasan Kampung Adat Miduana, Kabupaten Cianjur, Selasa (16/12/2025).
Langkah ini diambil bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan upaya menjaga nilai historis dan fungsi sosial rumah tradisional agar tetap tegak berdiri sebagai identitas generasi mendatang.
Gubernur KDM menilai, Kampung Adat Miduana memiliki potensi luar biasa sebagai destinasi wisata edukasi di wilayah selatan Cianjur.
Bagi dia, Cianjur adalah daerah dengan anugerah alam paling lengkap yang harus dikelola secara bijak.
"Cianjur memiliki modal utama berupa kekayaan alam. Gunung ada, laut ada, kebun teh terbentang luas, hingga sumber mata air. Apa lagi yang tidak ada di sini? Keindahan ini harus berbanding lurus dengan pelestarian budayanya," tegas KDM di lokasi.
Baca Juga: WBTb Jawa Barat 2025: 42 Karya Budaya Pasundan Raih Pengakuan Nasional
Infrastruktur hingga Reboisasi: Penataan Kawasan Adat
Tak hanya menyasar hunian warga, dalam kunjungannya KDM juga memberikan arahan strategis untuk penataan kawasan Miduana secara menyeluruh.
Hal ini mencakup aspek infrastruktur, lingkungan, hingga ketahanan pangan masyarakat lokal.
Beberapa poin penting yang akan segera digarap di kawasan Kampung Adat Miduana antara lain:
- Perbaikan Jembatan: Renovasi empat jembatan vital di kawasan kampung adat guna memperlancar aksesitas.
- Penghijauan: Program reboisasi atau penanaman pohon kembali sebagai benteng pelestarian alam sekitar.
- Ketahanan Ekonomi: Pemberian bantuan ternak bagi masyarakat adat sebagai penunjang kesejahteraan lokal.
Mendorong Wisata Edukasi Berbasis Kearifan Lokal
Rehabilitasi rumah tradisional ini diharapkan mampu memperkuat magnet Kampung Adat Miduana sebagai pusat edukasi kearifan lokal.
Dengan hunian yang layak dan lingkungan yang terjaga, wisatawan tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga belajar tentang filosofi hidup masyarakat adat Sunda.
"Kami ingin masyarakat Miduana berdaya. Budayanya lestari, alamnya terjaga, dan ekonominya meningkat melalui kunjungan wisata yang berkelanjutan," pungkas Dedi Mulyadi.
Melalui sinergi pembangunan infrastruktur dan bantuan sosial ini, Pemprov Jabar optimistis Miduana akan menjadi role model bagi pengembangan kampung adat lainnya di Jawa Barat yang mampu mandiri tanpa meninggalkan akar budayanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini

Terpopuler
- 1Mengenal Habibi Samsul Bahri, Bakal Calon BPD Cikumpay dari RW 02
- 2Persib Tekuk Cong Viettel, Dua Kartu Merah Warnai Duel Panas ACL Two
- 3HMM dan HMTI STT Wastukancana Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Santunan Anak Yatim
- 4Respon Tegas Om Zein Wajibkan Siskamling dan Jam Malam Siswa di Purwakarta
- 513.044 Pekerja Kena PHK di Jabar, 24 Ribu Lowongan Kerja Disiapkan
- 6Pemprov Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah, Sekda Herman Siap Turun Langsung
- 7Varietas Cabai Tahan Penyakit Jadi Strategi Hadapi Kemarau Panjang
- 8Pemprov Jabar Benahi Kawasan Stadion GBLA, Akses Tol, Banjir, hingga Hunian Warga Jadi Prioritas
- 9Pemprov Jabar Benahi Kawasan Stadion GBLA, Akses Tol, Banjir, hingga Hunian Warga Jadi Prioritas
- 10Varietas Cabai Tahan Penyakit Jadi Strategi Hadapi Kemarau Panjang




