Jabar

Satelit Nusantara Lima Resmi Mengorbit: Indonesia Menuju Kedaulatan Digital Nasional

| 13 September 2025, 14:24 WIB
Satelit Nusantara Lima Resmi Mengorbit: Indonesia Menuju Kedaulatan Digital Nasional

AKURAT JABAR - Pemerintah Republik Indonesia tengah memastikan agar kemandirian dan kedaulatan teknologi nasional dapat berjalan baik melalui konektivitas jaringan internet secara merata ke seluruh pelosok negeri.

Upaya tersebut dikuatkan melalui keberhasilan peluncuran Satelit Nusantara Lima (N5) dari Cape Canaveral, Amerika Serikat, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX, pada Rabu (10/9/2025).

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, menegaskan bahwa satelit tersebut dirancang untuk kepentingan rakyat Indonesia, khususnya pada sektor pendidikan, akses kesehatan dan perekonomian masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Baca Juga: Menkomdigi: PP Tunas Jadi Inspirasi Malaysia, Langkah Indonesia Lindungi Anak di Dunia Digital

"Satelit Nusantara Lima adalah jembatan yang menghubungkan Indonesia tanpa batas. Internet cepat bukan hanya soal teknologi, tapi soal kesempatan yang sama," ungkap Meutya.

"Anak-anak di Maluku dan Papua akan punya akses belajar yang sama dengan anak-anak di Jakarta, pasien di pulau kecil bisa konsultasi dengan dokter terbaik, dan UMKM kita bisa bersaing di dunia digital. Inilah makna pemerataan digital yang sesungguhnya,” sambungnya.

Meutya juga menyatakan bahwa peluncuran N5 tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal telah menekankan pentingnya kemandirian serta kedaulatan teknologi.

Baca Juga: Menkomdigi Meutya Hafid Gaet UEA untuk Kolaborasi Talenta Digital dan AI di Forum Teknologi Dunia

Transformasi digital adalah program strategis yang dicanangkan oleh pemerintah dengan tujuan agar seluruh rakyat Indonesia dapat merasakan manfaat dari pembangunan yang merata.

N5 sendiri memiliki kapasitas kecepatan hingga mencapai 160 Gbps. Selain itu, N5 juga menjadi satelit komunikasi terbesar di Asia Tenggara.

Satelit tersebut akan menempati slot orbit strategis 113° Bujur Timur atau golden spot dengan akses jangkauan mencakup seluruh kawasan Indonesia serta dapat memperkuat konektivitas di wilayah timur.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Internet 100 Mbps untuk Sekolah dan Puskesmas Serta Kantor Desa Blank Spot

Dengan demikian, kehadirannya akan membuka berbagai peluang lebih luas lagi terhadap kebutuhan masyarakat, baik dalam pendidikan jarak jauh, layanan kesehatan digital, UMKM berbasis daring, hingga akses hiburan dan informasi bagi masyarakat di pelosok daerah yang selama ini dianggap sulit untuk dijangkau.

N5 sendiri adalah milik PT Satelit Nusantara Lima (SNL) - anak usaha PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) - melalui kerja sama internasional bersama Boeing Satellite Systems, Hughes Network Systems, dan SpaceX.

Pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah memastikan registrasi orbit, sekaligus menjaga kedaulatan nasional dalam pengelolaan satelit tersebut.

Baca Juga: Komdigi Blokir 1,3 Juta Konten Judi, Sinergi BPK Perkuat Tata Kelola Ruang Digital

Peluncuran N5 menjadi tonggak sejarah baru dalam perkembangan teknologi digital Indonesia, setelah sebelumnya memiliki satelit Palapa A1 pada tahun 1976, Nusantara Satu pada tahun 2019, dan SATRIA-1 pada tahun 2023.

Dengan hadirnya N5 ini, Pemerintah telah menegaskan bahwa Indonesia saat ini bukan lagi menjadi negara konsumen, akan tetapi dapat menjadi pengelola teknologi satelit yang menghadirkan banyak manfaat bagi masyarakat secara langsung, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat konektivitas digital di kawasan Asia Pasifik.

Baca Juga: Pemprov Jabar Siapkan 25 Titik Wifi Publik Secara Gratis, Dorong UMKM Maju Lewat Konektivitas Digital

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.