Jabar

Gubernur Jabar Tantang ITB Wujudkan Energi Baru Terbarukan dari Sampah dan Biogas

| 9 Agustus 2025, 11:45 WIB
Gubernur Jabar Tantang ITB Wujudkan Energi Baru Terbarukan dari Sampah dan Biogas

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menghadiri Indonesia Green Connect 2025, bertempat di Aula Timur Kampus ITB, Kota Bandung, pada Kamis (7/8/2025).

Dalam kesempatannya, KDM menegaskan bahwa pembangunan di setiap wilayah harus disesuaikan dengan kondisi lingkungannya masing-masing.

Ia memberikan contoh dengan menyebutkan bahwa arsitektur pada kantor pemerintah di wilayah Jabar yang seragam, tanpa memperhatikan kondisi geografis dan cuaca di setiap daerah tersebut yang berbeda-beda.

Baca Juga: Gandeng ITB, Gubernur Dedi Mulyadi: Pembangunan Desa Berbasiskan Lingkungan dan Budaya

"Akibatnya, bangunan menjadi tidak nyaman dan tidak terkoneksi dengan lingkungan. Ini memicu kegelisahan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, KDM mengajak agar ITB mampu mengembangkan riset kewilayahan yang berbasis pada sifat serta karakteristik lingkungan setempat.

“ITB harus memimpin pengembangan arsitektur dan tata ruang yang sesuai dengan ciri khas wilayah," ujarnya.

Baca Juga: Gubernur KDM Beri Bantuan Pendidikan dan Laptop bagi 22 Calon Mahasiswa ITB Melalui Program Orang Tua Asuh

"Bangunan di Bandung misalnya, seharusnya tidak bergantung pada AC karena cuacanya sejuk. Tapi karena desainnya keliru, ruangan jadi panas dan boros energi,” jelas KDM.

Gubernur juga mendorong ITB untuk mengoptimalkan penggunaan energi surya serta pemanfaatan sampah sebagai sumber energi terbarukan.

“Sampah selama ini dianggap musibah, padahal itu energi. Teknologi yang dibutuhkan tidak harus mahal. Saya tantang ITB bikin sistem pengelolaan energi dari sampah di kelurahan sekitar kampus. Biayanya akan kami tanggung,” ucapnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Membuka KSTI 2025 di Bandung, Dorong Sains dan Teknologi untuk Indonesia Emas 2045

KDM juga menekankan bahwa konsep pembangunan berkelanjutan seharusnya mencakup perbaikan lingkungan sekitar institusi pendidikan, termasuk di Jatinangor. 

Ia menyoroti berbagai persoalan, khususnya yang berkaitan dengan lalu lintas dan fasilitas pejalan kaki yang dinilai masih membahayakan mahasiswa.

“Ilmu jangan hanya berhenti di disertasi. Jadikan Jatinangor kawasan terpelajar yang bersih, tertib, dan aman,” tuturnya.

Baca Juga: MPLS Panca Waluya : Gelar Aksi Ekologi Hebohkan Bandung, Ribuan Siswa Turun Tangan Lawan Sampah

Lebih lanjut, KDM menegaskan terkait pentingnya teknologi tepat guna untuk mendukung ketahanan pangan dan energi yang berbasis pada kemandirian lokal.

Ia memberikan contoh terkait penerapan sistem biogas dari peternakan yang telah diterapkan di wilayah tempat ia tinggal.

“Di tempat saya, tidak ada lagi warga yang memakai gas LPG 3 kilogram. Semua energi rumah tangga bersumber dari peternakan yang kami kelola sendiri,” terangnya.

Baca Juga: KDM Bongkar Bangunan Liar di TPA Sarimukti KBB, Siap Perbaiki Sistem Pengelolaan Sampah dan Penataan Kawasan

KDM menilai, model pengembangan teknologi sederhana semacam itu mampu memperkuat siklus ekonomi lokal dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kebutuhan pokok.

“Saya yakin jika teknologi ramah lingkungan ini diterapkan secara luas, maka Jawa Barat akan menjadi provinsi yang gemah ripah repeh rapih,” pungkas Kang Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Apresiasi Sistem Pengelolaan Sampah KIKC, Minta Industri Lain di Jabar Meniru

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.