Jabar

Angka Stunting di Purwakarta Turun, Pemda Kabupaten Purwakarta Fokus Bangun Sektor Kesehatan

| 28 Mei 2025, 17:56 WIB
Angka Stunting di Purwakarta Turun, Pemda Kabupaten Purwakarta Fokus Bangun Sektor Kesehatan

AKURAT JABAR - Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta bersama Pemprov Jabar saat ini tengah fokus menangani permasalahan stunting dengan melakukan pembangunan pada sektor kesehatan.

Saat ini, Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas data dan pendampingan keluarga, serta memantau pertumbuhannya sebagai bentuk deteksi dini dalam mencegah masalah gizi secara cepat.

Stanting di Indonesia akan menjadi momok mengerikan di tengah tantangan proyeksi Bonus demografi pada 2045 jika tidak cepat diatasi dari saat ini.

Baca Juga: Bupati Om Zein Terima Penghargaan Dari BPK, Purwakarta Pertahankan Opini WTP Selama 10 Tahun Berturut-turut

Data Bank Dunia bahkan menyebutkan, bahwa masalah stunting dapat menyebabkan kerugian negara sebesar 2-3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta sendiri, tahun ini telah berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan jika dilihat survei Kementerian Kesehatan RI.

Berdasarkan survei Kementerian Kesehatan tersebut, prevalensi stunting di Purwakarta turun dari 24 persen di tahun 2023, menjadi 14,5 persen di tahun 2024. Dengan demikian terjadi penurunan sebesar 9,5 persen.

Baca Juga: Gelar Razia, Om Zein dan Kapolres Ciduk Pelajar Purwakarta yang Bawa Kendaraan Bermotor ke Sekolah

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta Norman Nugraha, pada agenda Aksi Perencanaan Pemerintahan Desa dan Kelurahan Dalam Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Purwakarta Tahun 2025.

"Tahun ini, kita mendapatkan informasi berupa data hasil dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024," ujarnya di Bale Sawala Yudhistira, Pemda Kabupaten Purwakarta, Selasa (27/5/2025).

"Angka ini menunjukan adanya penurunan data stunting dari 24 persen menjadi 14,5 persen. Jadi angka penurunan stuntingnya, sekitar 9,5 persen," jelas Norman.

Baca Juga: Bupati Om Zein Siap Tertibkan Bangunan Liar di Sepanjang Bantaran Sungai di Purwakarta, Masyarakat Diimbau Tertibkan Sendiri

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak atas kolaborasi yang dilakukan tersebut, termasuk perangkat daerah, para camat, kepala puskesmas, para kepala desa, kader, serta masyarakat Purwakarta. 

Norman menyebut, penurunan angka stanting tersebut merupakan hasil kerja keras yang dilakukan secara bersama-sama melalui pembenahan manajemen dan intervensi langsung. 

Hal ini dilakukan - lanjut Norman, terutama di wilayah Kecamatan Plered dan Maniis yang memiliki jumlah balita tinggi. Ia juga mengaku, keberhasilan ini berkat upaya peningkatan sanitasi dan pola hidup sehat sejak dini.

Baca Juga: Bupati Om Zein Siap Tertibkan Bangunan Liar di Sepanjang Bantaran Sungai di Purwakarta, Masyarakat Diimbau Tertibkan Sendiri

Ia mengatakan, bahwa penurunan angka stunting ini hampir merata di beberapa daerah yang ada di Jawa Barat, sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

Di Purwakarta, masalah stanting juga harus menjadi perhatian utama, karena ini ada kaitannya dengan bonus demografi penduduk Indonesia.

"Di Jawa Barat, jika dirata-ratakan, penurunan angka stunting mencapai 5,8 persen. Yaitu dari 21,7 persen pada 2023 menjadi 15,9 persen pada 2024," kata Sekda Norman.

Baca Juga: Bupati Purwakarta Om Zein Tunaikan Janji: Beli Tanah untuk Bah Mamat, Orang Tua Siswa Alumni Barak Militer

Beliau juga mengungkapkan penanganan stunting telah menjadi tanggungjawab bersama dalam rangka menyiapkan generasi mendatang agar dapat menjadi generasi yang produktif, sehat dan cerdas.

"Agar bonus demografi itu betul-betul menjadi nilai tambah, menjadi manfaat tersendiri bagi bangsa dan negara kita Indonesia. Karena tidak semua negara mempunyai momentum seperti itu, angkatan kerja yang tinggi," imbuhnya.

Ke depan - Negara Indonesia, khususnya daerah Purwakarta tentu memerlukan angkatan kerja yang produktif sebagai inti dari bonus demografi tersebut.

Baca Juga: Bupati Om Zein Didemo Ratusan Ojol, Ini Respon Pemda Purwakarta Terhadap Tuntutan Masa Aksi

"Dan lebih daripada itu, ini juga ada kaitannya dengan bagaimana upaya-upaya mewujudkan Indonesia Emas di 2045," ucap Norman.

"Karena pada 2045 nanti Indonesia akan berusia 100 tahun dan diharapkan Indonesia sudah bisa berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan negara-negara adidaya di dunia lainnya," tuturnya.

Sekda Purwakarta ini juga mengungkapkan, jika generasi muda Indonesia tidak produktif, tidak sehat dan tidak cerdas, tentu akan memberikan berdampaknya tersendiri.

Baca Juga: Pelatihan Pelajar di Barak Militer Purwakarta Berakhir, Bupati Om Zein: Perketat Program Pendidikan Selanjutnya

"Dalam kaitan itu dengan kita di Purwakarta, sebenarnya kita sudah punya mekanisme bagaimana kita menangani stunting. Karena stunting merupakan isu saat ini tidak hanya secara lokal, tapi juga secara nasional," jelasnya.

Atas nama Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, Norman menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada semua jajaran Pemda Kabupaten Purwakarta.

Terlebih Dinas Kesehatan yang telah bekerja dengan baik dalam penanganan masalah stunting di Kabupaten Purwakarta.

Baca Juga: Pemkab Purwakarta dan Gurye Korsel Jalin Kerjasama Sister City di Bidang Pertanian dan Pariwisata

"Kami ucapkan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam penanganan masalah stunting," ujar Norman.

Sekda Norman akan memastikan jajarannya agar terus berupaya menekan angka stunting di wilayah Kabupaten Purwakarta.

"Yang sudah terdampak betul-betul bisa dikurangi, yang potensi terdampak betul-betul bisa dicegah," pungkas Norman Nugraha.

Baca Juga: Realisasi Belanja Daerah Capai 92,57 Persen, Pemda Purwakarta sampaikan LKPJ Tahun 2024 di Paripurna

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.