Jabar

Kado HUT RI, Pemerintah Prioritaskan Insentif dan Kompetensi Guru Honorer di Tahun 2025

| 6 Agustus 2025, 22:12 WIB
Kado HUT RI, Pemerintah Prioritaskan Insentif dan Kompetensi Guru Honorer di Tahun 2025

AKURAT JABAR - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti, mengumumkan kebijakan prioritas pemerintah yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik Indonesia.

Ia menegaskan, bahwa pemerintah tengah memberikan perhatian lebih terhadap guru honorer dengan memberikan insentif dan pelatihan kompetensi yang mendukung kesejahteraan mereka.

Hal ini diungkapkan oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat menghadiri kegiatan bertajuk 'Kado HUT RI dari Presiden untuk Guru', di Jakarta, pada Rabu (6/8/2025).

Baca Juga: Insentif Guru Honorer 2025, Cek Syarat dan Cara Pencairannya

“Realisasi transfer sebesar Rp716 miliar sudah mencapai lebih dari 85 persen. Pemerintah juga menyalurkan bantuan subsidi upah untuk 253.407 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) nonformal,” ujarnya.

Menurutnya, insentif tersebut akan disalurkan langsung ke rekening 341.248 guru masing-masing pada setiap bulannya. Penyaluran insentif tersebut berlaku selama tujuh bulan anggaran berjalan pada tahun 2025.

“Kami juga mempercepat pencairan tunjangan sertifikasi guru agar dibayarkan setiap bulan, bukan lagi per triwulan. Langkah ini demi memastikan penghasilan guru bersertifikat lebih stabil,” terang Abdul Mu’ti.

Baca Juga: Kemendikdasmen Lakukan Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025, Wujudkan Sekolah Aman, Layak dan Bermutu

Diketahui, hingga 5 Agustus 2025, tercatat sebanyak 97,4 persen guru bersertifikat telah menerima tunjangan langsung masuk ke rekening masing-masing.

Selain itu, Pemerintah juga menggulirkan program kuliah pada jenjang sarjana bagi sebanyak 12.500 guru melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Mut'i menjelaskan, selain peningkatan kesejahteraan, pemerintah juga memprioritaskan terhadap peningkatan kompetensi.

Baca Juga: KPAI Rilis Temuan Pengawasan Program Pendidikan Barak Militer, Ketua LPAI: Jangan Gengsi untuk Jadikan Gerakan Nasional

Sebanyak 12.500 guru menerima beasiswa program sarjana melalui RPL dengan pelatihan yang mencakup materi seperti deep learning, coding, dan kecerdasan artifisial.

“Pelatihan tersebut mencakup pembelajaran mendalam atau deep learning, coding, dan kecerdasan artifisial untuk tenaga pendidik. Seluruh kegiatan ini dibiayai oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui alokasi anggaran kementerian,” ucapnya.

Lebih lanjut Mu'ti menyatakan, bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk memperbaiki 13.763 sekolah yang rusak sedang dan berat. 

Baca Juga: Kak Seto Datangi Barak Militer, Tinjau Langsung Pendidikan Karakter Panca Waluya: Tak Ada Pelanggaran Hak Atas Anak!

Dalam program tersebut, diperkirakan akan menyerap sebanyak 422.108 tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.