Social Volunteering Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UMB Edukasi Remaja Hindari FOMO Secara Sehat

AKURAT JABAR – Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Angkatan 45 dan 46 melaksanakan kegiatan social volunteering di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 6-7 Februari dan mengangkat tema “Cara Sehat Hindari Fear of Missing Out (FOMO) bagi Remaja” dan melibatkan siswa-siswi kelas XII.6 dan XII.4 dengan jumlah peserta sebanyak 38 orang.
Kegiatan ini terbagi beberapa kelompok salah satunya Kelompok 5 yang terdiri atas mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana.
Baca Juga: Tuntaskan Pengabdian Mahasiswa, Pemkab Garut Dorong Pembangunan Berbasis Warga di Giriawas
Adapun kelompok ini yakni Endang Suhendar, Evie Maryati, Anastasius Alexandrow Tuhumena, Perdana Kusuma, Muhammad Guntur Adhitama, Rozanska Audrey Vieradiny, Evelyn Friscilla Christy, dan Mutiara Chalisha Rosyadi.
Kegiatan social volunteering ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan literasi digital remaja terhadap fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang semakin marak di era media sosial.
FOMO merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan rasa takut tertinggal informasi, tren, atau aktivitas sosial, yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental, pola pikir, serta perilaku sosial remaja.
Baca Juga: Perkuat Literasi Keuangan OJK Jawa Barat, Program Ngantri Kembali Sasar Pelajar dan Mahasiswa
Dalam kegiatan ini, mahasiswa Kelompok 5 menyampaikan materi secara interaktif melalui pemaparan konsep FOMO, diskusi kelompok, serta sesi tanya jawab dengan para siswa.
Materi yang disampaikan mencakup pengertian FOMO, faktor penyebab, dampak psikologis dan sosial, serta strategi praktis untuk mengelola penggunaan media sosial secara sehat.
Dosen pembimbing kegiatan, Dr. Henni Gusfa, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan social volunteering ini merupakan bentuk implementasi peran akademisi dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Baca Juga: Dampingi 203 Desa, Ribuan Mahasiswa KKN Unpad 2026 Fokus Atasi Kemiskinan dan Sampah
“Edukasi literasi digital menjadi penting agar remaja mampu bersikap kritis, bijak, dan sehat dalam menghadapi arus informasi digital,” ujarnya.
Perwakilan Kelompok 5 menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman baru bagi siswa tentang pentingnya kesadaran diri dalam menggunakan media sosial.
“Remaja perlu memahami bahwa tidak semua tren harus diikuti. Sikap selektif dan pengelolaan diri yang baik menjadi kunci untuk terhindar dari dampak negatif FOMO,” ungkapnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Jatiluhur. Para peserta aktif berpartisipasi dalam diskusi dan berbagi pengalaman terkait penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa mampu menerapkan pola komunikasi yang sehat, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan sikap kritis terhadap informasi di media digital.
Kegiatan social volunteering ini menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa Universitas Mercu Buana dalam mengintegrasikan ilmu komunikasi dengan praktik sosial, sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi dalam membangun literasi digital dan kesehatan mental remaja di era digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kawasan HWB Purwakarta Dikembangkan, Target Tampung Lebih dari 30.000 Penduduk
- 2Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos
- 3Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos
- 4Kawasan HWB Purwakarta Dikembangkan, Target Tampung Lebih dari 30.000 Penduduk




