Jabar

Tuntaskan Pengabdian Mahasiswa, Pemkab Garut Dorong Pembangunan Berbasis Warga di Giriawas

| 28 Januari 2026, 07:00 WIB
Tuntaskan Pengabdian Mahasiswa, Pemkab Garut Dorong Pembangunan Berbasis Warga di Giriawas

AKURAT JABAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut resmi menutup Program Bakti Desa 2026 di Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Senin (26/1/2026).

Langkah ini menjadi upaya nyata pemerintah dalam mendorong solusi pembangunan yang lahir langsung dari kebutuhan masyarakat desa.

Sekretaris Kecamatan Cikajang, Ratu Ayu Wira Pertiwi, memberikan apresiasi tinggi kepada Perhimpunan Mahasiswa Kota Intan (PMKI) Garut.

Baca Juga: Dongkrak Kunjungan Turis, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin Pastikan Infrastruktur Darajat Pass Segera Diperbaiki

Ia menilai pemilihan Desa Giriawas sebagai lokasi pengabdian sangat tepat karena program-program mahasiswa menyentuh langsung denyut nadi kehidupan warga.

Ratu Ayu menegaskan bahwa berbagai kegiatan mahasiswa tersebut memberikan manfaat nyata.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah desa beserta perangkatnya melanjutkan program-program tersebut agar memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Baca Juga: Hari Ibu ke-97: Wakil Bupati Garut Putri Karlina Ajak Perempuan Garut Perangi Nikah Dini

 

Perkuat Kepercayaan Sosial Melalui Silaturahmi

Kepala Desa Giriawas, Deni Sunjani, menyambut baik kontribusi para mahasiswa. Menurutnya, keterbukaan desa terhadap pengabdian ini sejalan dengan konsep membangun wilayah melalui kekuatan silaturahmi antara warga dan pemuda.

Berdasarkan penjelasan Deni, pendekatan silaturahmi terbukti efektif memperkuat kepercayaan sosial di tengah masyarakat.

Alhasil, setiap program kerja desa dapat berjalan lebih lancar, efektif, serta mendatangkan keberkahan bagi seluruh penghuni Giriawas.

Baca Juga: Disdik Jabar Pastikan Belajar Tetap Jalan di Tengah Sengketa Lahan Sekolah Garut 2026

 

Desa Sebagai Fondasi Pembangunan Nasional

Sementara itu, Ketua Umum PMKI Garut Suni Subagja, menekankan bahwa mahasiswa memegang tanggung jawab sosial untuk menjawab persoalan riil di desa.

Ia meyakini bahwa perubahan nasional yang nyata bermula dari pemenuhan kebutuhan warga di tingkat paling bawah.

Selain itu, Suni berharap Program Bakti Desa ini mampu menumbuhkan empati yang dalam bagi para mahasiswa.

Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Rakyat, Kontes Domba Garut 2026 Piala Rektor Uniga Tingkatkan Harga Ternak 30 Persen

Singkatnya, pengalaman terjun ke lapangan ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan kontribusi bagi pembangunan sosial dan fisik di Desa Giriawas.

Sebab, desa yang kuat akan melahirkan bangsa yang hebat. Pada akhirnya, sinergi antara intelektual muda dan perangkat desa menjadi kunci utama agar pembangunan di pelosok Garut berjalan lebih dinamis dan responsif terhadap aspirasi lokal.

Baca Juga: Bupati Garut Tinjau Jalan Pamegatan–Banjarwangi, Pastikan Kesiapan Proyek Perbaikan

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.