Jabar

Percepat Pencarian Korban, Diskarmatan Kota Bandung Gunakan Pompa Tekanan Tinggi di Lokasi Longsor Cisarua

| 29 Januari 2026, 18:03 WIB
Percepat Pencarian Korban, Diskarmatan Kota Bandung Gunakan Pompa Tekanan Tinggi di Lokasi Longsor Cisarua

AKURAT JABAR – Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung mengambil peran vital dalam percepatan evakuasi korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sejak Sabtu (24/1/2026), instansi ini telah menyiagakan personel terbaiknya guna mengurai material tanah yang menimbun puluhan warga.

Kepala Diskarmatan Kota Bandung Soni Bakhtiar, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan dua regu yang terdiri dari personel rescue dan pemadaman setiap harinya.

Baca Juga: Sinergi Regional, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Kerahkan Personel dan Logistik ke Lokasi Longsor KBB

Sebanyak 14 petugas bekerja secara bergilir guna memastikan proses pencarian berjalan nonstop.

“Kami sudah berada di lokasi sejak Sabtu pagi. Hingga hari keempat ini, personel kami terus berupaya maksimal membantu evakuasi korban yang tertimbun,” ujar Soni saat memberikan konfirmasi, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: Duka di Pasirlangu, Longsor Cisarua Bandung Barat Timbun Puluhan Rumah dan Renggut 8 Nyawa

 

Teknik Penyemprotan Air untuk Urai Material

Dalam operasi ini, Diskarmatan Kota Bandung mengandalkan teknik khusus menggunakan pompa air bertekanan tinggi.

Sarana ini berfungsi untuk membuka dan mengurai kepadatan tanah longsor agar tim SAR lebih mudah menemukan titik keberadaan korban.

Oleh karena itu, petugas fokus pada pemanfaatan keahlian teknis pemadam, sementara penggunaan alat berat tetap berada di bawah komando tim SAR, BNPB, dan BPBD.

“Tekanan air yang tinggi memudahkan kami membuka lapisan tanah longsoran sehingga proses evakuasi korban di dalam timbunan menjadi lebih efektif,” jelas Soni.

Baca Juga: Hapus Masa Pengungsian, BNPB Siapkan Dana Tunggu Hunian dan Relokasi bagi Korban Longsor Cisarua KBB

 

Atasi Kendala Air dengan Bendungan Darurat

Meskipun demikian, operasi kemanusiaan ini tidak luput dari kendala teknis. Pada hari pertama, akses kendaraan pemadam menuju titik bencana sempat terhambat medan yang sulit.

Selain itu, petugas sempat kesulitan mendapatkan debit air yang besar untuk mengoperasikan pompa.

Guna mengatasi hambatan tersebut, personel Diskarmatan mengambil inisiatif membangun bendungan sementara di sekitar lokasi.

Baca Juga: Ketua TP-PKK KBB Syahnaz Sadiqah Pimpin Trauma Healing dan Pasok Gizi Korban Longsor Cisarua

Alhasil, pasokan air untuk proses penyemprotan material longsor tetap terjaga secara berkelanjutan.

Singkatnya, Diskarmatan Kota Bandung berkomitmen untuk terus bersiaga di lokasi hingga Basarnas memberikan komando penghentian pencarian.

Soni juga menjamin bahwa pengerahan personel ke KBB tidak mengganggu layanan kebakaran di Kota Bandung.

Baca Juga: Gencarkan Evakuasi, Tim SAR Temukan 25 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua KBB

“Kami sudah menghitung rasio personel dengan cermat. Petugas yang seharusnya libur bersedia merelakan waktu istirahatnya untuk bersiaga, sehingga pelayanan bagi warga Kota Bandung tetap berjalan optimal,” tegasnya.

Pada akhirnya, keterlibatan ini menjadi pembelajaran penting bagi Diskarmatan dalam memetakan risiko bencana di Kota Bandung, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem.

Baca Juga: Kendalikan Hujan, BMKG dan Pemprov Jabar Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Guna Percepat Evakuasi Longsor

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.