Gencarkan Evakuasi, Tim SAR Temukan 25 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua KBB

AKURAT JABAR – Tim SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian korban tertimbun longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (25/1/2026).
Hingga saat ini, para petugas telah berhasil mengevakuasi total keseluruhan 25 kantong jenazah dari lokasi bencana.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melaporkan bahwa 17 jenazah di antaranya sudah berhasil teridentifikasi.
Baca Juga: Duka di Pasirlangu, Longsor Cisarua Bandung Barat Timbun Puluhan Rumah dan Renggut 8 Nyawa
Selain menelan korban jiwa, bencana ini mengakibatkan kerusakan lebih dari 30 rumah warga dari total 34 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, saat meninjau lokasi memastikan bahwa pemerintah mengerahkan kekuatan penuh.
Selain ratusan personel, evakuasi juga melibatkan teknologi dua belas drone serta bantuan anjing pelacak (K9) untuk menyisir area terdampak.
Komitmen Relokasi dan Tindak Tegas Alih Fungsi Lahan
Berdasarkan situasi di lapangan, Pemda Provinsi Jabar berkomitmen segera merelokasi warga ke zona yang lebih aman.
Erwan menegaskan bahwa pemilihan lokasi relokasi akan melalui kajian mendalam agar masyarakat tidak lagi menempati area berisiko tinggi.
Oleh karena itu, keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan pascabencana ini.
Baca Juga: Gerak Cepat, Dinsos Jabar Pasok Logistik Pengungsi Longsor Cisarua Saat Tim SAR Cari 82 Korban
Selain itu, Wagub juga menyoroti dugaan pelanggaran alih fungsi lahan sebagai pemicu longsor dan berjanji akan menindak tegas pihak yang melanggar aturan.
"Kami akan menentukan lokasi yang aman dan tidak jauh dari lingkungan asal warga. Kami juga mengapresiasi dukungan semua pihak dalam pemulihan trauma para penyintas," ujar Erwan, Minggu (25/1/2026).
Baca Juga: Duel Persib Bandung vs PSBS Biak: Maung Bandung Siap Tempur Sambil Mengenang Duka Longsor KBB
Sekolah Jadi Posko, Siswa Belajar Daring
Sementara itu, sektor pendidikan di wilayah Cisarua turut menyesuaikan diri dengan kondisi darurat.
Dinas Pendidikan (Disdik) KBB kini menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (daring) bagi sekolah-sekolah yang terdampak.
Kepala Disdik KBB Asep Dendih, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil karena ruang kelas kini beralih fungsi menjadi dapur umum dan posko pengungsian.
Baca Juga: Operasi Darurat: Bupati Bandung Pimpin Pencarian Korban Longsor Arjasari Kabupaten Bandung
Saat ini, terdapat tiga sekolah yang digunakan untuk penanganan bencana, yakni SD Karya Bakti, SD Pasirlangu, dan SD Cinta Bakti.
Maka dari itu, langkah daring menjadi solusi agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung meski fasilitas sekolah dipakai untuk misi kemanusiaan.
Singkatnya, Disdik akan terus berkoordinasi dengan BPBD untuk menentukan kapan gedung sekolah bisa kembali berfungsi normal.
Alhasil, sinergi lintas sektor menjadi kunci percepatan penanganan bencana di Cisarua. Sebab, pemulihan fisik dan psikis warga memerlukan penanganan yang komprehensif dari seluruh elemen pemerintah.
Pada akhirnya, harapan tertuju pada cuaca yang mendukung agar proses evakuasi sisa korban dapat berjalan maksimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





