Jabar

Duka di Pasirlangu, Longsor Cisarua Bandung Barat Timbun Puluhan Rumah dan Renggut 8 Nyawa

| 25 Januari 2026, 13:27 WIB
Duka di Pasirlangu, Longsor Cisarua Bandung Barat Timbun Puluhan Rumah dan Renggut 8 Nyawa

 

AKURAT JABAR – Bencana longsor dahsyat menerjang Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (24/1/2026) dini hari.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB tersebut menimbun puluhan rumah warga dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Data sementara menunjukkan sebanyak 30 unit rumah mengalami kerusakan parah akibat material tanah. Tercatat 113 jiwa dari 34 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung.

Baca Juga: KDM Bongkar Bangunan Liar di TPA Sarimukti KBB, Siap Perbaiki Sistem Pengelolaan Sampah dan Penataan Kawasan

Tragisnya, tim gabungan telah mengevakuasi delapan korban dalam keadaan meninggal dunia, sementara pencarian terhadap warga lain yang masih hilang terus berlanjut.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyebut intensitas hujan yang sangat tinggi selama beberapa hari terakhir sebagai pemicu utama pergeseran tanah tersebut.

"Warga sempat mendengar suara gemuruh yang mencekam. Tak lama kemudian, banjir besar datang membawa material longsor dan seketika menimbun pemukiman," ujar Jeje saat meninjau langsung lokasi bencana, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga: Malela Studi Desak Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Provinsi Jawa Barat Tindak Tegas Perusak Lingkungan

 

Penetapan Status Darurat dan Proses Evakuasi

Merespons besarnya dampak bencana, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat resmi menetapkan status darurat bencana.

Oleh karena itu, langkah ini bertujuan mempercepat koordinasi lintas sektor dan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi secara maksimal.

Saat ini, tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, serta relawan fokus melakukan pencarian korban di bawah timbunan tanah. Namun demikian, faktor cuaca masih menjadi kendala utama di lapangan.

"Kami sempat menghentikan proses pencarian saat hujan turun kembali untuk menjaga keselamatan petugas. BMKG memperkirakan potensi hujan tinggi masih akan berlangsung hingga Februari," tegas Jeje.

 Baca Juga: Jalur KA Purwakarta-Ciganea Diterjang Genangan dan Longsor, Tiga Perjalanan Kereta Api Terpaksa Dihentikan

Posko Darurat dan Imbauan Kewaspadaan

Singkatnya, pemerintah daerah telah mendirikan posko darurat di lokasi kejadian untuk menampung warga yang selamat.

Sebagian warga kini mengungsi di rumah kerabat terdekat, sementara sisanya menempati titik pengungsian resmi yang telah disiapkan pemerintah.

Tentu saja, Jeje mengimbau seluruh masyarakat KBB, khususnya yang tinggal di lereng bukit, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Baca Juga: Operasi Darurat: Bupati Bandung Pimpin Pencarian Korban Longsor Arjasari Kabupaten Bandung

Menurut Jeje, kesiapsiagaan warga dalam melaporkan tanda-tanda pergerakan tanah sangat krusial guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

Dia menegaskan bahwa keselamatan warga merupakan prioritas tertinggi dalam penanganan bencana longsor tersebut.

Untuk itu Jeje berharap, agar sinergi antara aparat dan masyarakat dapat mempercepat pemulihan fisik maupun psikis para korban terdampak.

Baca Juga: Gubernur KDM Tata Ruang Dibenahi, Tiga Langkah Masif Atasi Banjir Bandung Raya

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.