Jabar

Hapus Beban APBD, Dedi Mulyadi Dorong Skema Tukar Guling Aset untuk Selamatkan Bandara Kertajati

| 28 Januari 2026, 16:34 WIB
Hapus Beban APBD, Dedi Mulyadi Dorong Skema Tukar Guling Aset untuk Selamatkan Bandara Kertajati

AKURAT JABAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan langkah radikal untuk menyelamatkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dari krisis finansial.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengusulkan skema tukar guling aset dengan Pemerintah Pusat sebagai solusi permanen guna menghapus ketergantungan bandara terhadap APBD.

Langkah ini merespons kondisi liabilitas PT BIJB yang menyentuh Rp1,9 triliun.

Baca Juga: Investor Minim, Gubernur KDM Manfaatkan BIJB Kertajati Berangkatkan Jemaah Haji dan Umroh

Dedi menilai beban utang tersebut sangat memberatkan fiskal daerah, sehingga pengalihan kepemilikan aset menjadi pilihan paling logis untuk menyehatkan neraca keuangan Jabar.

“Kita ingin Kertajati ini tidak lagi membebani APBD. Saya mengusulkan skema tukar guling aset dengan pusat; aset BIJB diambil pusat, dan pusat menyerahkan aset lain yang setara atau memberikan kompensasi pembangunan di sektor lain bagi Jabar,” tegas Dedi Mulyadi, belum lama ini.

Baca Juga: BPS Jabar Rilis Kenaikan Wisatawan Ke Jawa Barat Melalui BIJB

 

Hidupkan Ekosistem Industri Kedirgantaraan

Sejalan dengan usulan tersebut, kalangan legislator Jawa Barat menekankan bahwa Bandara Kertajati harus berhenti mengandalkan trafik penumpang reguler semata.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Taufik Nurrohim menegaskan bahwa kunci keberlangsungan bandara ini terletak pada pembangunan ekosistem industri yang solid di kawasan Rebana Metropolitan.

Baca Juga: Minim Investor! Dedi Mulyadi Buka Potensi Lain untuk Investasi di Kawasan Rebana

“Kertajati tidak bisa hidup hanya dari jualan tiket pesawat. Bandara ini akan hidup dan bernapas jika ekosistem industri dan logistik di sekitarnya sudah berjalan. Harus ada pemaksaan ekosistem di sana,” ujar Taufik di Majalengka, Selasa (27/1/2026).

Oleh karena itu, PT BIJB meluncurkan Transformasi Strategis 2026 yang menggeser fokus bisnis ke sektor kedirgantaraan, terutama fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) seluas 84,2 hektare.

Baca Juga: Rayakan 535 Tahun Majalengka, KDM Minta Siapkan SDM Unggul Sambut Industri Strategis di Jabar Utara

Agenda Strategis 2026: Umrah hingga Bisnis MRO

Manajemen PT BIJB telah menetapkan jadwal implementasi ketat sepanjang tahun 2026 guna memastikan ekosistem bandara kembali bergairah. Beberapa agenda utama meliputi:

  • 6 Februari 2026: Memulai kembali layanan penerbangan Umrah reguler secara masif.

  • Maret 2026: Menambah rute domestik baru untuk memperkuat konektivitas.

  • Oktober 2026: Target realisasi transaksi perdana bisnis MRO.

“Target kita di 2026 adalah mengubah Kertajati menjadi pusat Aerospace Park. Kita ingin menangkap potensi perawatan pesawat domestik yang selama ini hampir 46 persennya masih dikerjakan di luar negeri,” tulis keterangan resmi manajemen PT BIJB.

Baca Juga: Kolaborasi Jabar-Jateng, Siap Optimalkan Pembangunan di Daerah Perbatasan

Singkatnya, sinergi antara kebijakan makro Gubernur dan langkah taktis manajemen diharapkan mampu memutus rantai kerugian perusahaan.

Alhasil, integrasi Tol Cisumdawu dan Cipali akan menjadi tulang punggung logistik menuju pusat industri kedirgantaraan ini.

Sebab, masa depan Kertajati bergantung pada keberanian melakukan restrukturisasi total. Pada akhirnya, transformasi ini bertujuan mengubah Kertajati dari beban daerah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

Baca Juga: Kemenhub Tetapkan 36 Bandara Umum Jadi Bandara Internasional Baru, Upaya Indonesia Perkuat Konektivitas Global

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.