Minim Investor! Dedi Mulyadi Buka Potensi Lain untuk Investasi di Kawasan Rebana

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertekad kuat dalam memajukan daerah Jawa Barat dengan menggenjot investor yang berorientasi pada pembangunan kesejahteraan masyarakatnya.
Dedi berharap, Kawasan Rebana yang mencakup Kabupaten dan Kota Cirebon, Majalengka, Subang, Sumedang, Indramayu, dan Kuningan, menjadi jantung ekonomi Jawa Barat.
Namun, ia menilai Kawasan Rebana yang diorientasikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat itu menghadapi kendala akibat tidak mampu menarik investor secara signifikan.
Investasi yang masuk terhadap Kawasan Rebana tersebut masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan kawasan yang telah berjalan lama seperti di Bekasi, Karawang dan Purwakarta.
Hal itu disampaikan KDM - sapaan akrab Dedi Mulyadi dalam acara detikcom Regional Summit Jawa Barat bertema Investasi dan Pengembangan Berkelanjutan di Jantung Jawa Barat di Kompleks BIJB Kertajati, Kabupaten Majalengka, Senin (19/5/2025).
"Fokus perhatian kita saat ini adalah Kawasan Rebana, dengan harapan bisa mengalami lonjakan investasi," ujar KDM
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Janjikan Underpass dan Renovasi Setu, Kado Istimewa Hari Jadi Kota Depok ke-26
Ia menyebut, total keseluruhan investasi yang masuk ke Jawa Barat pada triwulan I 2025 adalah sebesar Rp68 triliun. Namun ia mengatakan bahwa sebagian besarnya masih diserap oleh Bekasi, Karawang dan Purwakarta.
KDM juga menjelaskan lebih rinci, bahwa anggaran terserap di Kabupaten Bekasi sebesar Rp21,4 triliun, sebesar Rp15,3 triliun di Karawang dan Rp4,97 triliun terserap di Kabupaten Purwakarta.
Sedangkan investasi di Kawasan Rebana relatif lebih kecil. Kabupaten Subang tercatat hanya menerima Rp2,39 triliun dan Kabupaten Cirebon hanya menyerap sebesar Rp878,31 miliar.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Dorong Cirebon Jadi Yogyakarta-nya Jawa Barat: Bersiap Mentereng di Usia 543 Tahun
Di Kabupaten Majalengka tercatat hanya sebesar Rp699,57 miliar, Kabupaten Indramayu Rp362,33 miliar, Kota Cirebon Rp252,46 miliar dan Kabupaten Kuningan yang hanya menyerap sebesar Rp67,54 miliar.
Kawasan Rebana - ungkap KDM, investasinya belum optimal dikarenakan adanya beberapa masalah, antara lain belum terbangun konektivitas infrastruktur secara merata, hingga kurangnya kesiapan sumber daya manusia.
"Pertama, konektivitas infrastruktur belum memadai. Kedua, sarana dan prasarana seperti jaringan air bersih juga masih terbatas," terang KDM.
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Panen Raya Padi Serentak di Majalengka
Ia juga menilai, pentingnya pemerintah untuk memastikan investasi yang masuk tersebut berdampak positif dan benar-benar dirasakan masyarakat secara langsung.
Untuk itu - lanjut KDM, perlu adanya upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, agar selaras dengan kebutuhan industri saat ini.
"Harus ada link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Jangan sampai anak SMK belajar tiga tahun, tapi saat lulus masih harus kursus lagi agar bisa diterima industri," tegasnya.
Lebih lanjut, KDM mengimbau agar daerah di Kawasan Rebana yang memiliki potensi kawasan hijau tidak terburu-buru dalam mengembangkan kawasan industri.
Menurutnya, potensi besar pada sektor pariwisata, industri kreatif dan pertanian menjadi alternatif tersendiri di kawasan tersebut. Sebab ia menganggap bahwa investasi tidak selalu harus berbentuk industri manufaktur.
"Hotel dan rumah makan memberikan manfaat langsung lewat pajak daerah. Industri pariwisata juga mendukung ekosistem ekonomi lokal. Saat akhir pekan, para pekerja butuh hiburan, kuliner, dan itu semua bisa menjadi penggerak ekonomi," katanya.
Baca Juga: Verrell Bramasta Turun ke Babelan, Bantu Korban Banjir dan Dorong Solusi Jangka Panjang
Pada sektor pertanian, KDM menyebut Jawa Barat relatif stabil. Hal ini terjadi, selain berkat dukungan cuaca, juga karena kebijakan pemerintah, seperti dalam penyaluran pupuk dan penguatan ekosistem di bidang pertanian.
Baca Juga: Kolaborasi Jabar-Jateng, Siap Optimalkan Pembangunan di Daerah Perbatasan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





