Jabar

Siapkan SDM Global, Program Nihongo Partners Jabar 2026 Perkuat Karakter dan Bahasa Siswa

| 16 Januari 2026, 17:01 WIB
Siapkan SDM Global, Program Nihongo Partners Jabar 2026 Perkuat Karakter dan Bahasa Siswa

AKURAT JABAR – Program Nihongo Partners (Japanese Language Education Assistant) dari Japan Foundation kembali membuktikan dampak positifnya dalam memperkuat pembelajaran bahasa dan budaya Jepang di Jawa Barat.

Tidak hanya mengasah kemampuan linguistik, program ini sukses menanamkan nilai kedisiplinan dan pemahaman lintas budaya bagi guru serta siswa di wilayah Jabar.

Pada Kamis (15/1/2026), sebanyak 21 native speaker asal Jepang resmi menyelesaikan masa tugas mereka dalam program Nihongo Partners Gelombang 23B.

Selama enam bulan, para pendamping ini telah tersebar di 36 sekolah untuk membantu proses belajar mengajar.

Baca Juga: Hapus Fenomena Gunung Es, Disdik Jabar Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual Sekolah Jabar

 

Lebih dari Sekadar Belajar Bahasa

Eneng Sri Mulyati, guru SMKS Teknika Cisaat yang mewakili peserta wilayah Jabar, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan emas ini.

Menurutnya, interaksi langsung dengan native speaker memberikan perspektif baru tentang profesionalisme dan cara hidup orang Jepang yang sangat menghargai detail.

"Kami mendapatkan pengetahuan akademis sekaligus pembelajaran karakter. Pengalaman mengikuti pelatihan langsung di Jepang bersama Japan Foundation adalah momen yang tidak akan terlupakan," ujar Eneng di Aula Tikomdik Disdik Jabar, Kota Bandung.

Senada dengan hal itu, Ishioka Yuki, native speaker yang bertugas di SMAN 1 Nagreg dan SMKN 1 Rancaekek, mengapresiasi keramahan guru dan siswa di Jawa Barat.

Meski terkendala bahasa, semangat belajar para siswa membuatnya merasa terkesan selama menjalankan tugas.

Baca Juga: Dukung Akses Pendidikan, Wagub Erwan Setiawan Siapkan Dana Hibah untuk PKBM Jawa Barat 2026

 

Jembatan Peluang Kerja di Jepang

Berdasarkan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, program ini menjadi instrumen penting dalam menyiapkan lulusan SMA dan SMK untuk bersaing di level internasional.

Kepala Bidang PSMK Disdik Jabar, Edy Purwanto, menyebutkan bahwa kebutuhan tenaga kerja di Jepang, khususnya bidang teknologi, sangatlah besar.

Oleh karena itu, penguasaan bahasa Jepang yang dibarengi dengan pemahaman budaya dan soft skill menjadi kunci utama. Maka dari itu, kehadiran Program Nihongo Partners Jabar 2026 dinilai sangat relevan dengan kebutuhan industri global saat ini.

"Kehadiran mereka memberikan dampak nyata bagi investasi karakter dan kompetensi masa depan anak-anak Jawa Barat," tegas Edy mewakili Kadisdik Jabar.

Baca Juga: Cetak SDM Adaptif, Gubernur Dedi Mulyadi Gagas Sekolah Maung Jawa Barat 2026

 

Target Perluasan Program di Masa Depan

Singkatnya, Pemprov Jabar berharap Japan Foundation dapat memperluas jangkauan program ini. Mengingat Jawa Barat memiliki hampir 5.000 sekolah dengan total 2 juta siswa, potensi pengembangan kerja sama ini masih sangat terbuka lebar.

Alhasil, dengan sinergi yang terus berlanjut, semakin banyak siswa yang siap secara mental dan keterampilan untuk merambah pasar kerja global.

Sebab, penguasaan bahasa asing tanpa dibarengi karakter yang kuat tidaklah cukup untuk memenangkan persaingan di tingkat dunia.

Pada akhirnya, penutupan gelombang 23B ini bukanlah akhir, melainkan awal dari persahabatan budaya yang lebih erat antara Indonesia dan Jepang.

Baca Juga: Disdik Jabar Pastikan Belajar Tetap Jalan di Tengah Sengketa Lahan Sekolah Garut 2026

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.