Jabar

Cetak SDM Adaptif, Gubernur Dedi Mulyadi Gagas Sekolah Maung Jawa Barat 2026

| 12 Januari 2026, 15:31 WIB
Cetak SDM Adaptif, Gubernur Dedi Mulyadi Gagas Sekolah Maung Jawa Barat 2026

AKURAT JABAR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, resmi menggagas pembangunan institusi pendidikan inovatif bernama Sekolah Maung. Proyek yang merupakan akronim dari Sekolah Manusia Unggul ini dirancang mulai tahun 2026 untuk menyiapkan generasi muda yang kompetitif di era modern.

Rencana pembangunan Sekolah Maung Jawa Barat 2026 ini mengemuka melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Pria yang akrab disapa KDM tersebut menegaskan bahwa sekolah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah provinsi dalam menghadirkan Unit Sekolah Baru (USB) berbasis vokasi.

"Tahun ini kita bangun Sekolah Maung. Fokusnya adalah menciptakan manusia unggul yang mampu menjawab tantangan zaman," ujar KDM, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga: 52 Industri Baru Siap Masuk Jabar 2026, Gubernur Dedi Mulyadi Soroti Lemahnya Kompetensi Matematika Dasar Lulusan Sekolah

 

Enam Jurusan Strategis dan Dukungan DPRD Jabar

Berdasarkan rencana strategis, Sekolah Maung akan membuka enam jurusan kejuruan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Keenam bidang tersebut meliputi Teknologi Informasi, Otomotif, Pertanian, Olahraga, Elektro, dan Kelautan.

Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung, memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan ini. Menurutnya, Sekolah Maung akan memperkuat implementasi Perda Nomor 5 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan anggaran untuk 50 USB yang mencakup SMA, SMK, dan SLB pada APBD 2026. Sebagian SMK tersebut akan kami arahkan menjadi Sekolah Maung dengan orientasi vokasi yang kuat," jelas Yomanius, Minggu (11/1/2026).

Baca Juga: Reformasi Kurikulum: Gubernur Anjurkan Siswa Jabar Belajar di Luar Kelas Seminggu Sekali, Disdik Siapkan Kurikulum Ekologi

 

Operasional 2027 dan Pembenahan Infrastruktur Penunjang

Selain itu, KDM menargetkan operasional sekolah ini dapat berjalan efektif pada tahun 2027.

Tidak hanya membangun gedung sekolah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berkomitmen membenahi fasilitas publik di sekitar lingkungan pendidikan.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dorong Sekolah Terapkan Belajar di Alam Terbuka

Oleh karena itu, jalan-jalan provinsi yang bersentuhan langsung dengan lokasi sekolah akan dilengkapi dengan trotoar berkualitas, kursi taman, lampu penerangan, hingga halte dengan desain modern.

Maka dari itu, ekosistem pendidikan di Jawa Barat diharapkan menjadi lebih nyaman dan inspiratif bagi para siswa.

"Kami ingin di depan sekolah-sekolah ini trotoarnya bagus, ada halte dengan desain menarik, sehingga lingkungan pendidikan kita semakin baik," tambah Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Lantik Ratusan Kepala Sekolah, KDM: Pendidikan Harus Dibangun dengan Adab dan Ketulusan

 

Harapan Dukungan Pemerintah Pusat

Singkatnya, Pemprov Jabar telah menyiapkan anggaran khusus untuk mengeksekusi proyek infrastruktur pendukung ini.

Namun demikian, KDM tetap mengharapkan adanya dukungan tambahan dari pemerintah pusat agar pembangunan Sekolah Maung Jawa Barat 2026 dapat berjalan lebih optimal.

Alhasil, integrasi antara kurikulum vokasi yang kuat dan fasilitas penunjang yang memadai akan menjadi keunggulan utama sekolah ini.

Baca Juga: Bangun Ekosistem Pendidikan Kuat, Ratusan Sekolah Raih Anugerah Gapura Pancawaluya 2025

Sebab, tujuan akhirnya adalah menjadikan Jawa Barat sebagai barometer pendidikan vokasi nasional melalui lahirnya para "Manusia Unggul".

Pada akhirnya, gagasan Sekolah Maung ini menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Tanah Pasundan.

Baca Juga: KDM: Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya Bukan Sekedar Fisik, Tapi Mental dan Arah Pandang Generasi Muda Jabar

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.