Jabar

Atlet Israel Akan Bertanding di Kejuaraan Senam Jakarta: Gubernur DKI Tolak Tegas, Menlu Respon Begini

| 9 Oktober 2025, 21:17 WIB
Atlet Israel Akan Bertanding di Kejuaraan Senam Jakarta: Gubernur DKI Tolak Tegas, Menlu Respon Begini

AKURAT JABAR - Di tengah penangkapan para aktivis yang membawa armada bantuan kemanusiaan ke Gaza serta disepakatinya fase pertama gencatan senjata terhadap peperangan di Gaza, atlet Israel justru dikabarkan akan bertanding dalam Kejuaraan Senam Artistik 2025 di Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Sugiono berdalih bahwa pihaknya tidak dalam posisi menerima ataupun menolak rencana kedatangan atlet Israel tersebut ke Indonesia.

Ia menegaskan bahwa panitia penyelenggara Kejuaraan Senam Artistik tersebut adalah Persani. Hingga saat ini pihak Kementerian Luar Negeri tidak mendapatkan permintaan izin berkaitan dengan hal tersebut.

Baca Juga: Aksi Akbar Bela Palestina: Menlu Sugiono: Indonesia Terdepan Membela Rakyat Kemerdekaan Palestina

"Kalau misalnya menerima atau tidak? itu akan ditentukan apakah mereka (atlet Israel) dapat visa atau tidak, dan itu bukan (kewenangan) Kemenlu," tegas Sugiono kepada awak media, di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (8/10/2025).

Karena penyelenggara kejuaraan tersebut adalah Persani, Menlu menegaskan bahwa persetujuan visa para atlet Israel tersebut justru merupakan kewenangan imigrasi.

"Kan yang mengeluarkan visa dari imigrasi. Kita belum tahu apakah (kedatangannya) disetujui atau tidak," pungkas Menlu Sugiono.

Baca Juga: Konflik Iran-Israel Meningkat, Menlu RI Harapkan Ketegangan Segera Selesai Agar Cegah Situasi Memburuk

Berbeda dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang secara tegas menyatakan bahwa pihaknya menolak kehadiran atlet Israel di Jakarta.

"Atlet Israel, kalau ke Jakarta, sebagai Gubernur Jakarta pasti saya tidak mengizinkan," tegas Pramono di Jakarta, Rabu (8/10/2025). 

Selama dirinya masih menjabat sebagai Gubernur Jakarta, Gubernur menyatakan bahwa tidak akan ada ruang sedikitpun bagi Israel untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan apapun di Ibu Kota. 

Baca Juga: Israel Deportasi Greta Thunberg dan Ratusan Aktivis Global Sumud Flotilla Usai Cegat Armada Kemanusiaan ke Gaza

Selain itu Pramono juga meminta agar pemerintah pusat ataupun organisasi yang bertindak sebagai penyelenggara kejuaraan untuk mempertimbangkan kembali keputusannya. Khususnya, ketika hendak mengundang para atlet Israel.

"Karena enggak ada manfaatnya (datang ke kejuaraan), dalam kondisi seperti ini ada atlet gimnastik itu (dari Israel) bertanding di Jakarta," imbuhnya.

Adapun kondisi yang dimaksud oleh Pramono adalah tindakan Israel yang terus melakukan genosida di Gaza. Tindakan tersebut telah menyakiti hati masyarakat.

Baca Juga: Kemlu Terus Memantau Keselamatan WNI dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza

"Pasti akan menyulut, memantik kemarahan publik," ujar Pramono.

World Artistic Gymnastics Championships 2025 sendiri rencananya akan berlangsung di Jakarta mulai tanggal 19 hingga 25 Oktober 2025.

Dalam kompetisi tersebut, dikabarkan bahwa salah satu tim peserta yang akan ikut berpartisipasi adalah dari kontingen Israel.

Baca Juga: Israel Deportasi 137 Aktivis Global Sumud Flotilla ke Turki Usai Dibajak Saat Pelayaran dalam Misi Kemanusiaan Menuju Gaza

Dengan mengangkat tema '53rd Artistic Gymnastics World Championships Jakarta 2025', ajang ini akan mempertandingkan Men's Artistic Gymnastics (MAG) dan Women's Artistic Gymnastics (WAG).

Sediktinya ada sekitar 500 atlet yang berasal dari 78 negara akan ikut berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. 

Sementara itu, mengutip dari JNS, bahwa Federasi Senam Israel menyatakan telah mendaftar untuk berpartisipasi dalam Kejuaraan Senam Artistik tersebut.

Baca Juga: Gencatan Senjata atau Genosida Tertunda? 20 Poin Proposal Trump untuk Gaza Tuai Pro-Kontra

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.