47 Warga Palestina Dibunuh Pasukan Israel di Gaza, 11 Orang Diantaranya Sedang Menunggu Bantuan

AKURAT JABAR - Sedikitnya 47 warga Palestina menjadi korban keganasan Israel akibat tembakan yang dipancarkan di Gaza, korban jiwa itu sudah termasuk 11 orang yang sedang menunggu truk bantuan, kata pejabat kesehatan Palestina.
Hampir setiap hari dalam beberapa minggu terakhir, insiden terbaru pembunuhan terhadap para pencari bantuan di Palestina terjadi di Jalan Salah Al-Din dekat koridor Netzarim di Gaza tengah, pada Rabu (18/6/2025) pagi waktu setempat.
Dilansir dari laman Al Jazeera, sumber medis mengatakan bahwa lebih dari 100 orang lainnya dikabarkan terluka dalam serangan yang dilancarkan Israel tersebut.
Sumber medis juga menyebut, delapan orang tewas dan lainnya terluka dalam serangan mematikan Israel lainnya di Gaza. Serangan udara tersebut terjadi di sebuah rumah di lingkungan Zeitoun di selatan Kota Gaza.
Sebanyak delapan orang tewas dan beberapa lainnya mengalami cedera akibat serangan Israel terhadap tenda-tenda pengungsi di kamp Al-Mawasi di selatan Gaza.
Dalam laporan yang diterima dari Kantor berita Palestina Wafa menyebutkan bahwa korban ulah Israel itu termasuk seorang wanita dan dua orang lainnya masih anak-anak.
Serangan lain terjadi di kamp Maghazi di Gaza tengah, yang dikutip dari keterangan petugas medis. Wafa melaporkan bahwa 10 orang tewas dalam serangan itu, termasuk seorang suami dan istri serta anak-anak dari satu keluarga.
Ketika dimintai komentar, Militer Israel mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa pihaknya tengah menyelidiki laporan kematian orang-orang saat menunggu bantuan pangan.
Reuters juga melaporkan terkait serangan lainnya, Hamas mengklaim bahwa serangan tersebut “beroperasi untuk melumpuhkan kemampuan militer Hamas” dan mengambil “tindakan pencegahan yang layak untuk mengurangi kerugian warga sipil”.
Baca Juga: Israel Perintahkan Warga Rafah Gaza Mengungsi: Ancaman Baru bagi Palestina?
Pembunuhan Terhadap Pencari Bantuan Meningkat
Sejak Israel sedikit melonggarkan blokade totalnya terhadap Gaza pada akhir bulan Mei, Israel mengizinkan sejumlah kecil bantuan yang didistribusikan oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza yang kontroversial, didukung oleh AS dan Israel.
Sementara, pembunuhan para pencari bantuan telah menjadi kejadian yang biasa di tengah kekacauan saat warga Palestina yang putus asa berteriak meminta bantuan makanan.
PBB dan kelompok kemanusiaan besar telah menolak bekerja sama dengan GHF, mereka khawatir bahwa pihak GHF hanya memprioritaskan tujuan militer Israel di atas kebutuhan kemanusiaan.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Baznas Kirim Ratusan Paket Ramadhan Bahagia bagi Warga Palestina
Pada hari Selasa, pasukan Israel menewaskan sedikitnya 70 warga Palestina dan melukai ratusan lainnya saat mereka mencari bantuan di Gaza. Sejauh ini, kekerasan di lokasi tersebut adalah yang paling mematikan.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza juga merilis pada hari Selasa, bahwa 397 pencari bantuan Palestina telah tewas dan lebih dari 3.000 terluka sejak distribusi dilanjutkan pada akhir Mei.
Peringatan Bahan Bakar Mendesak
Serangan itu terjadi ketika Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 55.637 orang, 129.880 orang dikabarkan terluka sejak konflik meletus pada Oktober 2023.
Baca Juga: Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden MBZ Bahas Upaya Perdamaian di Gaza
Kementerian Kesehatan Gaza juga mengeluarkan peringatan terkait kekurangan bahan bakar yang serius, pihaknya mengatakan bahwa beberapa rumah sakit yang masih beroperasi di wilayah tersebut hanya cukup untuk bertahan selama tiga hari dengan bahan bakar yang dimiliki tersebut.
Pihak Kementerian juga menyatakan bahwa pasukan Israel memblokade akses lokasi penyimpanan bahan bakar untuk rumah sakit pada sejumlah kelompok bantuan internasional dan organisasi PBB.
Bantuan tersebut dihalangi dengan dalih bahwa lokasi tersebut berada di “zona merah”. Mereka mengancam akan menutup rumah sakit yang bergantung pada generator untuk mendapatkan listrik.
Baca Juga: Presiden Prabowo Buka Indo Defence 2025 Expo & Forum, Ajak Seluruh Pihak Jaga Perdamaian Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





