Jabar

KDM Saksi Pengukuhan Dewan Adat Danghyang Rundayan Majalengka, Ajak Warga Rawat Budaya dan Lingkungan

| 13 Mei 2025, 14:42 WIB
KDM Saksi Pengukuhan Dewan Adat Danghyang Rundayan Majalengka, Ajak Warga Rawat Budaya dan Lingkungan

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri sekaligus menjadi saksi Pengukuhan Dewan Adat Masyarakat Adat Budaya Danghyang Rundayan Talaga, Kabupaten Majalengka.

Dihadiri oleh ratusan warga masyarakat Majalengka, Pengukuhan Dewan Adat tersebut digelar di Alun-alun Talaga Manggung, Desa Talaga Kulon, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Senin (12/5/2025).

Dalam kesempatannya, Dedi Mulyadi - sapaan akrab KDM menyampaikan pesan kepada seluruh warga yang hadir agar senantiasa merawat budaya serta terus melestarikannya kepada generasi selanjutnya.

Baca Juga: Bentuk Koperasi Merah Putih, Jawa Barat Targetkan Desa dan Kelurahan Tuntas Gelar Musdesus Tanggal 31 Mei

Apalagi, lanjut KDM - dalam hal menjaga lingkungan, hal itu menjadi komitmen Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat saat dipimpin oleh Gubernur Dedi Mulyadi.

"Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat akan terus mendorong pelestarian lingkungan dan budaya," ujar Dedi Mulyadi saat memberikan sambutannya.

KDM kemudian mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Majalengka agar terus merawat kelestarian alamnya dengan menjaga sawah, perkebunan serta aliran sungainya agar tetap jernih.

Baca Juga: Angka Depresi di Jabar Tinggi, Pemprov Jabar Dorong Penempatan Psikolog Klinis di Seluruh Puskesmas

"Hari ini pertemuan ini kita jadi tafakur, sebagai momentum menjaga sawah, merawat kebun-kebun yang ada, dan juga aliran sungai agar tidak banyak sampah," ungkapnya.

Gubernur Dedi juga berharap kegiatan ini menjadi sebuah momentum penting dalam upaya melestarikan budaya lokal.

Sekaligus untuk memperkuat peran masyarakat adat dalam membangun karakter daerah yang berbasiskan pada nilai-nilai kearifan lokal.

Baca Juga: Dedi Mulyadi: Museum Batutulis Jadikan Simbol Identitas Budaya dan Pusat Edukasi Sejarah Sunda

Hal tersebut diungkapkan KDM, bukan hanya untuk diterapkan di Majalengka, melainkan juga di tempat lain, dalam upaya melestarikan budaya khas daerah.

Adapun budaya khas daerah yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat itu terbagi ke dalam tiga rumpun budaya, yakni budaya sunda priangan, kacirebonan dan betawian.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Dorong Cirebon Jadi Yogyakarta-nya Jawa Barat: Bersiap Mentereng di Usia 543 Tahun

Baca Juga: Lestarikan Warisan Budaya, Pemprov Jabar Batasi Pemanfaatan Gedung Sate

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.